Monday, February 25, 2008

A PRAYER FOR MY SON

Buat yang udah baca, sorry ya...postingan ini ditampilkan kembali, berhubung banyak yang nanya.

Nggak tau knapa ya, sejak awal mengenal puisi ini, karangan General Mac Arthur, si jago perang tea , padahal waktu itu aku masih ting ting bau matahari, anak SMA 3 Bandung awal tujuhpuluhan, sampai sekarang di usia mau punya cucu, demeeeeen banget sama puisi ini.

Isinya itu lho...ndhalemmm buanget, mengena, menyentuh jiwa, pokoknya, baguuuuus banget.

Kebetulan, di Suara IIDI , dimuat puisi ini berikut terjemahan bebasnya , ya aku kutip aja ya buat bagi bagi.....

Tapi, kutipannya aku ambil dari website, bukan dari majalah IIDI tersebut, kalau yang bahasa indonesianya, itu terjemahan bebas atau saduran bebas kali ya..( soalnya terjemahannya nggak persis kan ? ) oleh MB dari Suara IIDI edisi Januari 2007....

Selamat membaca

A Father Prayer

by General Douglas MacArthur (May 1952)

Build me a son, O Lord,
who will be strong enough to know when he is weak,
and brave enough to face himself when he is afraid,
one who will be proud and unbending in honest defeat,
and humble and gentle in victory.

Build me a son
whose wishbone will not be where his backbone should be,
a son who will know Thee
and that to know himself is the foundation stone of knowledge.

Lead him I pray,
not in the path of ease and comfort,
but under the stress and spur of difficulties and challenge.
Here let him learn to stand up in the storm,
here let him learn compassion for those who fail .

Build me a son
whose heart will be clear,
whose goal will be high,
a son who will master himself before he seeks to master other men,
one who will learn to laugh,
yet never forget how to weep,
one who will reach into the future,
yet never forget the past.

And after all these things are his,
add, I pray,
enough of a sense of humor,
so that he may always be serious,
yet never take himself too seriously.
Give him humility,
so that he may always remember the simplicity of true greatness,
the open mind of true wisdom,
the meekness of true strength.

Then,
I, his father,
will dare to whisper, have not lived in vain.




DOA UNTUK PUTRAKU

Ciptakan untukku seorang putra, ya Tuhan
yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya,
cukup berani untuk mengakui ketika ia takut.

Seseorang yang akan bangga dan tidak menyerah pada kekalahan yang jujur,
rendah hati dan bersikap ksatria dalam kemenangan.

Ciptakan aku seorang putra,
yang impiannya bisa menjadi kenyataan.
Seorang putra yang mengenal Tuhan,
dan bahwa mengenal dirinya sendiri, adalah dasar kuat dari ilmu pengetahuan.

Aku berdoa, bimbinglah dia,
tidak dijalan yang nyaman dan mudah,
namun dalam tekanan, kesulitan, dan tantangan.
Biarkan dia belajar untuk berdiri ditengah badai,
biarkan dia belajar untuk mengasihi mereka yang terjatuh.

Ciptakan aku seorang putra,
yang jernih hatinya, yang tinggi cita citanya.
Seorang putra yang dapat menguasai dirinya, sebelum dia menguasai orang lain.
Seseorang dengan keinginan untuk mencapai masa depan yang cerah, namun tidak melupakan masa lampau

Dan setelah semuanya ia miliki,
kutambahkan lagi doa,
berikan dia cukup rasa humor,
sehingga ia dapat selalu serius, namun masih dapat santai.
Jadikan dia orang yang memiliki kerendahan hati, kesederhanaan dari kebesaran yang hakiki. Pemikiran yang luas atas kebijakan,
dan kelembutan serta kesabaran dari kekuatan yang sebenarnya.

Setelah itu,
aku, yang sangat mencintainya,
akan berani menyatakan bahwa,
" Hidupku tidak sia sia " ..

.duuuuuuh, ihiks,ihiks....bagus banget ya....

Thursday, February 21, 2008

HARTA

Postingan ini terisnpirasi oleh gonjang ganjing berita yang beredar tentang kasus perceraian yang menyeret masalah harta gono gini.
Ada yang puluhan triliun, ada yang ratusan milyar....halah....duit koq bisa punya segombyok gitu ya........padahal umur si mpunya masih relatif muda lah...atau estewe, setengah tuwir...hehehehe...

Disatu pihak, ada yang duitnya segambreng gambreng...dipihak lain, banyak anak yang nggak bisa sekolah, nggak bisa masuk SD, nggak bisa berlanjut ke SMP atau setingkat SMA.
Bahkan banyak mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri terancam DO karena nggak punya biaya...duuuuh......

Gimana nolongnya ya......anak pinter, cerdas, berkarakter, berbudi, bersemangat, bercita cita tinggi, berpengharapan mengangkat harkat martabat keluarga, sudah jauh jauh meninggalkan kampung halaman, berjuang berpayah payah menahan dingin dan lapar, belajar sepenuh jiwa....eeeeh, terhambat urusan duit...padahal sudah duduk di bangku kuliah lho....di Perguruan Tinggi bergengsi lagi.......duuuuuh...sedih dengernya juga.

Yang begitu bukan hanya satu atau dua....banyaaaaak.

Si mamah tahu banyak karena hidup di lingkungan keluarga yang mayoritas ikut sibuk dibidang sosial.......

Ada cerita dari Ajeng, yang ikut aktif di kegiatan program kakak adik asuh di fakultasnya.
Konon katanya, di kota Bandung, masih ada anak yang kesulitan dengan biaya pendidikan. Salah satunya, ada anak SD yang cantik, cerdas, santun, yang ortunya bercerai, dan ayahnya meninggalkan ibunya dengan 18 anak !!! Delapan belas ????
Iya bener, delapan belas....kayak hamster aja ya......sementara ibunya cuma buruh nyuci baju....coba...gimana masa depan ke 18 anaknya ???
Sementara si bapak pasti udah kawin lagi dan beranak belasan pula.......duuuuuh....

Ada pula cerita dari bi Ayi , survivor kanker, yang ikut banyaaaaak banget kegiatan sosial.
Salah satunya ya ngurusin anak jalanan.
Diurus, disantunin, disekolahin , diberi kegiatan dan ketrampilan agar mereka jangan turun ke jalanan lagi.
Katanya, anak anak itu sebenernya pinter pinter, baik baik, lucu lucu.......dan kalau sudah ditampung disebuah "gedung" pinjaman....suka terusir lagi, terusir lagi.
Makanya, sekarang sistemnya menyewa rumah saja, biar nggak berpindah pindah terus......duuuuuuh, kasihan ya...koq tega mengusir kalau gedungnya nggak dipakai.....daripada dibiarin kosong kan mendingan berpahala ya....

Ada juga kerabat yang membantu temennya, yang yatim dan sulung dari 4 bersaudara, sementara ibunya cuma buruh nyuci, dan si anak sudah duduk dibangku kuliah Perguruan Tinggi Negri yang deket Kebon Binatang Bandung tea......
Wahh...pokoknya banyak banget deh cerita cerita tentang pejuang pejuang yang sedang bergulat meraih pendidikan agar meningkat kualitas hidupnya....hararebat lah...

Mau berpartisipasi membantu mereka yang nggak bisa sekolah dan kebingungan ?
Gampang koq....nggak butuh duit banyak....itu kan ada contohnya, ada Kids for Kids yang ngumpulin duit recehan dari anak anak sekolah...malah bisa nyekolahin anak lainnya......
Atau, bisa juga nitip duit ke sekolah di kampung kampung, buat beliin buku tulis, atau seragam.....berapa sih harga sebuah bukutulis ? ...berapa pula harga sebuah pensil gambar ?
Kita ngasih satu aja, mereka udah seneng koq.
Atau bisa juga nitipin duit ke Perguruan Tinggi, ke bagian yang khusus ngurusin beasiswa.

Kalau mau mulai atau mau lebih membantu, saat saat inilah momentnya.
Coba deh, kalau para bloggers berjalan jalan deket Perguruan Tinggi Negri yang beken beken, yang diburu anak anak dari pelosok daerah ( Hallo Bandung, Depok, Bogor, Jogja...).
Pasti, pastiiii aja ada anak yang bawa ransel atau travel bag, yang lusuh, kusam, lecek, clingak clinguk.
Coba deh tanya....apa yang bisa saya bantu ???

Si mamah yakin, mereka adalah pejuang sejati dari daerah, yang pengen meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meraih impiannya, meningkatkan martabat keluarganya.

Sebuah sapaan, sebuah penawaran nasi bungkus atau sebotol minuman, atau sebuah ajakan mondok selama mereka menempuh ujian masuk, atau selembar ongkos tambahan buat mudik, akan sangat, sangaaaaaaat membantu......apalagi kalau siap sedia jadi penyokong dana pendidikannya....ramean patungan sama temen arisan, temen pengajian, temen sekantor, sekeluarga besar, dlsb. Kan bisa urunan membantu biaya kuliah si cerdas yang kurang mampu bukan ??
Membantu satu orang saja sudah luar biasa bukan ?
Insya Allah pahalanya mengalir.

Harta, baik bergerak atau nggak bergerak. Kan pada dasarnya hanya milik Allah semata.
Kita kan cuma ketitipan.
Naaaaah, namanya juga ketitipan, atuh harus bisa menjaganya dengan sebaik mungkin bukan ? Dengan kata lain, kita harus bisa mempertanggung jawabkan semuuuuuua yang sudah dititipkan, diamanahkan......dipake apa harta tersebut....digimanain harta tersebut.......
Makanya si mamah lieur sendiri begitu tahu ada harta gono gini orang lain ratusan M , bahkan puluhan T...digimanain ya duit segitu banyaknya ?...walaaawww...

Harta, adalah sumber daya yang dititipkan Allah.
Namanya juga sumber daya, ya harus dipake untuk memberdayakan.
Memberdayakan siapa saja, ya diri sendiri, keluarga, ya lingkungan, ya yang lainnya yang memerlukan untuk peningkatan kualitas hidup manusia, iya kan ?
Kata si akang, bahkan kalau rekening tilpon juga harus bisa dipertanggung jawabkan.
Dipake apa nilpon ?
Untuk urusan apa ?
Atau hanya untuk bla bla bla yang nggak ada gunanya ?
Cuma buang buang waktu dan sumber daya saja........

Harta yang dititipkan Allah kepada kita, harus alias wajib hukumnya dipergunakan dengan sebaik baiknya.

Banyak, banyaaaaak sekali yang suka nggak mudeng.
Pada beli properti, beli rumah disana sini, tapi dibiarkan kosong melompong.
Dipake anak yatim keq, dipake rumah singgah keq, atau disewakan saja atuh, daripada dibiarkan nggak terpakai....iya nggak ?
Yang umum dan dianggap lazim....coba deh, pasti kita juga termasuk didalamnya....buka lemari pakaian...hualah...koq banyak yang lamaaaaa nggak terpakai...koq ya agak agak sayang untuk memberikannya kepada yang lain......
Atau, coba lihat perabotan, didapur aja udah numpuk alat dapur yang lamaaaaa nggak terpakai...padahal diluar sana banyak yang membutuhkannya.

Si mamah, seneng banget, di BSD sejak lama ada Flohmarkt.
Setiap sabtu minggu rame....kita juga suka ikutan "buang buang" barang....pernah melepas drum da lama nggak digebuk anak anak...radio..baju baju, mainan...dlsb...

Harta, kalau salah memegang amanahnya, malah bisa merugikan dan mencelakakan bukan ? Beberapa kenalan, ada lho yang begitu baguuuusss menggunakan hartanya.....
Kavlingnya diwakafkan, trus dibangun masjid.....duitnya disumbangkan rutin buat yayasan yatim piatu....bahkan ada yang rumahnya dipake menampung yang tunawisma......duuuuh, matak kayungyun...kabita ya.....

Si mamah pernah ditanya tentang lamunan.
Kalau tiba tiba dapet duit segambreng, mau diapain ?
Mau bikin sekolah yang baguuuusssss ( ini dream bi ayi dan bi dini juga ).
Lengkap ada asramanya, ada perumahan gurunya, ada fasilitas perpustakaan yang komplit, ada fasilitas olahraga yang komplit, ada fasilitas melatih ketrampilan yang komplit, ada supermarketnya buat anak anak belajar bekerja dan buat sumber biaya sekolah.
Pokoknya, sekolah yang bikin betah anak anak, melatih kemandirian, dan....gratisss....
Trus pengen bikin rumah sakit yang baguuussss dan gratis pula, buat mereka yang nggak mampu...
Pengen bikin rumah singgah buat yang tunawisma......pengen bikin penampungan binatang jalanan ( hehehehe...ini mah dreamnya Arga )........

Trus, dari duit segambreng itu, buat si mamah sendiri mau apa ?....
Ah si mamah mah mau ngalamun deui wae....wuakakakakakaka.