Postingan ini pernah muncul tahun lalu.
Tapi berhubung ada blogger yang sedang "kasmaran", si mamah pengeeeen banget menampilkannya kembali.
Pernah denger kata kasmaran ?
Atau jatuh cinta ?
Pasti seratus persen pernah denger bahkan mengalaminya bukan ?
Gimana coba rasanya ?
Hati berbunga bunga.
Seluruh jiwa raga bergetar menyanyikan melodi indah merdu.
Setiap sel tubuh bergolak menyanyikan kedamaian dan keindahan pleus ketenangan.
Dunia indah penuh suka cita.
Cuaca seakan senantiasa cerah ceria.
Tetumbuhan hijau menyejukkan.
Matahari dan rembulan berpendar menambah energi.
Satwa berbunyi merdu dan bertingkah laku menggemaskan.
Manusia tampak ramah menyenangkan.
Badan terasa sehat bugar.
Masa depan indah luas terbentang.
Pokoknya dimana mana melodi indah dan pandangan mata yang menggairahkan sekaligus menyejukan kalbu.
Begitu bukan ?
Kuingin hidup seratus tahun lagi...
Begitu teriak setiap sel tubuh orang yang sedang kasmaran...
Nggak tau knapa, si mamah suka seneeeeeng banget kalau melihat pasangan yang sedang jatuh cinta, sedang kasmaran.
Kelihatannya dan terasakan seluruh sel hidupnya bekerja maksimal, memancarkan energi kebahagiaan, kegembiraan.
Pokoknya energi positif banget pisan.
Terkadang, di pusat perbelanjaan tampak dua insan yang sedang kasmaran berjalan bersisian.
Berjalan perlahan, saling melempar pandang dan membagi senyum.
Nggak peduli dengan keadaan sekitar.
Berjalan berduaan tanpa arah tujuan, muter muteeeeer terus, ngobrol tanpa henti,
Duuuuuh, asyiknya, lupa waktu lagi
Jadi inget iklan apa tuh yang dialognya cuma : kamu...kamu...kamu...teruuuus sampai pagi buta dan penampilan acakadut nggak ada yang mau memutuskan pembicaraan duluan.
Pernah ada tayangan di TV, penampilan 2 selebriti yang sedang kasmaran.
Yang satu janda 2 kali bercerai, yang satunya duda pula, mereka saling melempar pandang dengan senyum yang aduhai....
Duuuuuuuh, segitunya perasaan ketika jatuh cinta ???
Kasmaran atau jatuh cinta, jelas akan membuat seluruh sel tubuh berpendar bekerja maksimal.
Metabolisme tubuh bekerja sangat super, hingga memberi efek yang amat sangat positif bagi apapun yang dilakukan
Bukan hanya wajah menjadi enak dipandang, mata berpendar , bibir merekah senyum, tapi setiap gerak sel tubuh amat sangat menyehatkan, memberi output yang super maksimal.
Penyakit ???
Jelas akan menjadi jauuuuuh, menjauhi jiwaraga kita dengan sendirinya...
Lantas......
Kenapa atuh banyak banget wajah wajah sangar, wajah wajah nggak bersahabat, wajah wajah berenergi negatif ?
Apakah mereka nggak pernah jatuh cinta gitu ?
Apakah mereka lupa manfaat kasmaran yang pernah mereka rasakan suatu ketika dalam hidupnya ?
Duuuuuuh, kalau si mamah sakti mandraguna mah pengen banget mengucapkan permintaan jitu :
Semua orang dibuat punya perasaan kasmaran.......
Wuaaaah, seneng banget ya....
Dimana mana tersungging senyum, dimana mana orang menyapa ramah, dimana mana banyak energi positif......
Duuuuuh, senengnya
Jadi...karena si mamah nggak sakti mandraguna, nggak bisa menghipnotis, kenapa kita nggak menghipnotis diri sendiri aja atuh ya....
Bikin kita kasmaran, jatuh cinta atau jatuh cinta lagi atau kita coba mengingat ingat lagi saat saat pada suatu ketika kita kasmaran ?......
Eeeeeh, tapi jangan salah sasaran.
Buatlah jatuh cinta sama pasangannya masing masing atau kalau yang belum punya, ya bikin aja perasaan cinta dan sayang sama orang tuanya, sama adik kakaknya, sama pembantunya, sama temennya, sama tetangganya, sama setiap orang yang dijumpainya, sama setiap mahluk hidup yang kebetulan ada disekitarnya....
Coba deh, diinget inget, kenapa dulu kita kasmaran banget sama pasangan kita sekarang ini, kenapa dulu jantung kita berdebar debar kencang nggak karuan hanya dengan mendengar suaranya, hanya dengan melihat punggungnya dari kejauhan atau bahkan hanya dengan lewat didepan rumahnya, atau bahkan hanya dengan sekilas mengingat namanya?
Kenapa kita dulu glepek glepek glepek, hanya ketika si dia senyum manis menatap tajam kedalam relung hati atau ketika kita hanya bersentuhan sebatas permukaan kulit ?
Kan, rasanya seluruh sel tubuh kita aktif banget, bangkit, bangun, bugar, bersemangat banget menjalani hari demi hari.
Iya nggak ?
Bukan hanya pendaran wajah kita yang jadi menarik tapi juga kita menjadi full energi mempersembahkan yang terbaik ketika kita kasmaran, iya nggak ?
Kayaknya, saat ini, kita amat sangat perlu menghipnotis diri sendiri supaya jatuh cinta, supaya kasmaran ya.....
Agar energi positif tercipta dimana mana, jadi bangsa ini nggak terseok seok menapaki masa depan.......
Duuuuuuuh....... hayu atuh kita kasmaran yuuuuuk...
Btw si mamah sudah mulai belajar membagi dan menularkan rasa cinta dengan siapa aja.
Jangan berpikir shift to the left ah...
Ini mah cinta positif tea, terutama dengan anak anak, anak siapaaaa aja.
Lihat tajam ke pupilnya ( bintik hitam di tengah mata ), pancarkan rasa cinta semampu kita...kalau memungkinkan, sentuh lembut sepenuh jiwa....lihat reaksinya...sungguh luar biasa....
Bayi atau anak anak akan serta merta tersenyum...tertawa...membalas membagi energi kepada kita.....
Duuuuuuh......indahnya..
Tapiiii..jangan salah sasaran ya...
Kalau bapak bapak bukan pasangan kita digituin mah bisa kacau dunia persilatan...
Cobain deh.
Kalau kita belajar menghipnotis diri sendiri untuk kasmaran, lihat hasilnya.
Bukan hanya bikin kita sehat bugar , tapi juga bikin lingkungan kita menjadi amat menyenangkan
Lha...si akang koq jadi tambah kasep ya...tambah ganteng dan keren dan cihuy banget.......hehehehehe
Jadi, sekali lagi....
Kita kasmaran yuuuuuuk....
Note : tetep, jangan salah sasaran yaaa....
Didoain deh sama si mamah, pada bisa menghipnotis diri sendiri untuk membangkitkan rasa "kasmaran ".
Monday, August 04, 2008
Saturday, July 12, 2008
UJUNG USIA
Jum'at , 11 Juli 2008, jam 08 pagi, ada kabar duka yang begitu mengejutkan.
Prof Said Djauharsyah Jenie ScD, yang si mamah kenal baik, berpulang kehadapan Illahi Rabbi, dalam usia belum genap 58 tahun.
Innalillahi, wa inna ilaihi rajiun.
Sosok beliau yang dikenal sebagai pekerja keras, sangat cerdas, baik, shaleh, wawasannya luas, ilmunya juga luas terbentang, sederhana, ahlaknya jempolan, pengabdiannya tulus dan karyanya sangat luar biasa, sangat sulit untuk tergantikan.
Pokoknya ibarat paket, paket komplit banget deh.
Figur yang teramat sangat membanggakan.
Almarhum, adalah salah satu putra bangsa yang terbaik.
Kepergiannya menimbulkan duka yang begitu mendalam.
Beliau pergi dalam usia yang relatif masih sangat produktif, justru disaat bangsa kita membutuhkan kehadiran sosok pemimpin yang berkualitas, yang pantas menjadi suri teladan dalam sikap dan perbuatan.
Almarhum, walaupun posisinya sebagai atasan, tetapi senantiasa menjalin hubungan dengan yang lainnya sebagai teman, bahkan terasakan sebagai kakak dan sahabat bagi banyak orang.
Tak heran, almarhum didoakan oleh begitu banyak orang, diantarkan oleh begitu banyak relasi, ketempat peristirahatannya yang terakhir.
Bahkan sejak almarhum diberitakan tiba tiba sakit sehari sebelum wafat, orang mengalir berkunjung tiada henti, turut mendoakan yang terbaik.
Begitupun ketika almarhum diberitakan wafat, dengan cepat informasi tersebar meluas.
Orang berduyun bertakziyah baik ke Rumah Sakit, kerumah duka, ke persemayamannya sejenak di aula barat ITB dan di hanggar pesawat dilingkungan PT Dirgantara Indonesia
Pokoknya, berita duka yang datang tiba tiba tersebut amat sangat mengejutkan dan menimbulkan rasa kehilangan yang tiada tara.
Ujung usia seseorang, siapa tahu?
Almarhum, yang hari hari sebelumnya masih bercanda tawa dengan banyak orang, tiba tiba diberitakan sudah tiada.
Begitulah kehendak Allah, tiada seorangpun tahu, kapan, dimana, bagaimana, perjalanan hidupnya akan berakhir.
Setiap mendengar berita duka, yang terngiang , kembali lagu lagu "Andai kutahu,kapan tiba ajalku "
Pasha ungu menyanyikannya dengan jiwa yang pas banget
Atau..." Akan datang waktu, tak ada suara"..
duuuh...mulut terkunci, tangan dan kaki nggak bisa berdaya
ihiks, ihiks...jadi ingat senandungnya Chrisye.
"Bila waktu tlah memanggil...teman sejati hanyalah amal"
itu lagunya Opiq ya.
Aaaarrrgh, sedih banget yaaa......
Gimana kalau tiba giliran kita ??
Kapanpun, dimanapun, dengan cara bagaimanapun, kita akan berujung
Duuuuh, gimanaaaa ya rasanya......
takut?
kaget ?
sedih?
gembira?
senang?
pasrah?
berontak?
ikhlas?
Nggak pernah ada yang tahu, karena nggak pernah ada yang cerita pengalamannya bukan ?
Sesaat sebelum malaikat maut datang menjemput,
atau beberapa lama sebelumnya,
apakah kita tahu ?
apakah ada tanda tanda ?
wallahu alam
Duuuh....kalau sudah ingat, "akan tiba waktuku'
rasanya gimanaaaa gitu
Kalau boleh memohon sih kan inginnya tiba diujung dengan selamat, tenang, damai, dimudahkan.....
dan jalan selanjutnya juga selamat dan indah
bukan begitu?
Itu sebabnya, kata orang tua, kita harus sering mendengar, melihat, menyaksikan ujung usia yang lainnya
kita akan selalu diingatkan, diingatkan dan diingatkan lagi
bahwa suatu saat nanti, kapanpun, dimanapun, bagaimanapun...
akan tiba pula kita diujung
Kalau ingat hal itu...
duuuuh, bener bener pengen senantiasa beristighfar, memohon ampunan
senantiasa berdzikir, mengingat Allah
dan senantiasa berpikir, berniat, berbuat kebaikan, kebaikan, kebaikan
nggak pernah sepersekian detikpun berpikir, berniat, apalagi berbuat yang nggak baik, nggak manfaat, nggak mengantarkan kita keujung usia yang indah, tenang, damai, khusnul khatimah
duuuuh....
khusnul khatimah, pengeeeeeen banget begitu yaaa
Prof Said Djauharsyah Jenie ScD, yang si mamah kenal baik, berpulang kehadapan Illahi Rabbi, dalam usia belum genap 58 tahun.
Innalillahi, wa inna ilaihi rajiun.
Sosok beliau yang dikenal sebagai pekerja keras, sangat cerdas, baik, shaleh, wawasannya luas, ilmunya juga luas terbentang, sederhana, ahlaknya jempolan, pengabdiannya tulus dan karyanya sangat luar biasa, sangat sulit untuk tergantikan.
Pokoknya ibarat paket, paket komplit banget deh.
Figur yang teramat sangat membanggakan.
Almarhum, adalah salah satu putra bangsa yang terbaik.
Kepergiannya menimbulkan duka yang begitu mendalam.
Beliau pergi dalam usia yang relatif masih sangat produktif, justru disaat bangsa kita membutuhkan kehadiran sosok pemimpin yang berkualitas, yang pantas menjadi suri teladan dalam sikap dan perbuatan.
Almarhum, walaupun posisinya sebagai atasan, tetapi senantiasa menjalin hubungan dengan yang lainnya sebagai teman, bahkan terasakan sebagai kakak dan sahabat bagi banyak orang.
Tak heran, almarhum didoakan oleh begitu banyak orang, diantarkan oleh begitu banyak relasi, ketempat peristirahatannya yang terakhir.
Bahkan sejak almarhum diberitakan tiba tiba sakit sehari sebelum wafat, orang mengalir berkunjung tiada henti, turut mendoakan yang terbaik.
Begitupun ketika almarhum diberitakan wafat, dengan cepat informasi tersebar meluas.
Orang berduyun bertakziyah baik ke Rumah Sakit, kerumah duka, ke persemayamannya sejenak di aula barat ITB dan di hanggar pesawat dilingkungan PT Dirgantara Indonesia
Pokoknya, berita duka yang datang tiba tiba tersebut amat sangat mengejutkan dan menimbulkan rasa kehilangan yang tiada tara.
Ujung usia seseorang, siapa tahu?
Almarhum, yang hari hari sebelumnya masih bercanda tawa dengan banyak orang, tiba tiba diberitakan sudah tiada.
Begitulah kehendak Allah, tiada seorangpun tahu, kapan, dimana, bagaimana, perjalanan hidupnya akan berakhir.
Setiap mendengar berita duka, yang terngiang , kembali lagu lagu "Andai kutahu,kapan tiba ajalku "
Pasha ungu menyanyikannya dengan jiwa yang pas banget
Atau..." Akan datang waktu, tak ada suara"..
duuuh...mulut terkunci, tangan dan kaki nggak bisa berdaya
ihiks, ihiks...jadi ingat senandungnya Chrisye.
"Bila waktu tlah memanggil...teman sejati hanyalah amal"
itu lagunya Opiq ya.
Aaaarrrgh, sedih banget yaaa......
Gimana kalau tiba giliran kita ??
Kapanpun, dimanapun, dengan cara bagaimanapun, kita akan berujung
Duuuuh, gimanaaaa ya rasanya......
takut?
kaget ?
sedih?
gembira?
senang?
pasrah?
berontak?
ikhlas?
Nggak pernah ada yang tahu, karena nggak pernah ada yang cerita pengalamannya bukan ?
Sesaat sebelum malaikat maut datang menjemput,
atau beberapa lama sebelumnya,
apakah kita tahu ?
apakah ada tanda tanda ?
wallahu alam
Duuuh....kalau sudah ingat, "akan tiba waktuku'
rasanya gimanaaaa gitu
Kalau boleh memohon sih kan inginnya tiba diujung dengan selamat, tenang, damai, dimudahkan.....
dan jalan selanjutnya juga selamat dan indah
bukan begitu?
Itu sebabnya, kata orang tua, kita harus sering mendengar, melihat, menyaksikan ujung usia yang lainnya
kita akan selalu diingatkan, diingatkan dan diingatkan lagi
bahwa suatu saat nanti, kapanpun, dimanapun, bagaimanapun...
akan tiba pula kita diujung
Kalau ingat hal itu...
duuuuh, bener bener pengen senantiasa beristighfar, memohon ampunan
senantiasa berdzikir, mengingat Allah
dan senantiasa berpikir, berniat, berbuat kebaikan, kebaikan, kebaikan
nggak pernah sepersekian detikpun berpikir, berniat, apalagi berbuat yang nggak baik, nggak manfaat, nggak mengantarkan kita keujung usia yang indah, tenang, damai, khusnul khatimah
duuuuh....
khusnul khatimah, pengeeeeeen banget begitu yaaa
Subscribe to:
Posts (Atom)