Tuesday, May 08, 2007

ANCAMAN

Hehehehehe...gara gara gonjang ganjing reshuffle, si mamah jadi pengen cerita nih

Abis, lucu juga sih , aku kan rakyat jelata yang awam banget ...,
Entah mereka munafik entah punya kepentingan apa, entah bego, entah nggak punya malu, entah bejat, entah nggak bermoral, atau apa lah istilahnya....
Bener bener kayak sandiwara dakocan banget,nget nget.

Boro boro ngasih pelajaran positif, haduh......koq masih begitu begitu juga ya, ngancem melulu....

Ceritanya, kan minggu minggu terakhir rame.
Kita bisa mengamati, disatu sisi, mereka mengatakan itu hak prerogatif presiden, tapi ketika nggak diajak bincang bincang....eh, malah pada ngancem ya.....
Koq, kita nggak diajak diskusi, koq "orang kita" mau dicopot ?
Kalau orang kita dicopot, kita akan menarik dukungan...

Lhooooo, katanya prerogatif presiden....tapi.......
Halaaaaah....apaan sech ?

Katanya gimana elo aje, tapi koq main ancem ancem gitu sih ?

Jadi teringat, rakyat bangsa ini kan banyak yang dibesarkan , tumbuh kembang dengan penuh ancaman,baik dirumah, ataupun disekolah atau dilingkungan lainnya.....

Ya jadinya udah gedenya jadi preman tukang ancem semua.
Walaupun katanya sudah duduk dengan "terhormat", keukeuh aja ngancem ngancem ya.....

Coba inget inget juga kasus IPDN, kasus kasus di ospek dll dll....
Selaluuuuu aja senior ngancem yunior .....

Apa iya, rakyat kita kebanyakan tumbuh kembang dalam situasi penuh ancaman ?

Coba, ada yang pernah denger atau pernah mengalami atau pernah melakukan hal ini nggak :

Orang tua ke anaknya :
" awas ! ada bu dokter, nanti disuntik lho",
"awas ada pak polisi, nanti ditangkep dipenjarain lho,
"awas ! nakal melulu , tuh ada pak satpam, nanti diborgol",
"awas ! jangan keluar rumah, nanti diculik lho,
"awas!nggak mau diem, nanti dikurung digudang ditemenin tikus lho"
dst...dst...

Guru ke muridnya :
"awas, bukunya nggak disampul coklat, kamu dijemur seharian" ,
" awas ! nggak bikin peer, nanti disuruh makan kapur tulis"
" awas ! belum bayar SPP nggak boleh ikut ujian"
"awas ! dasar katro....ta' sobek sobek"
wuakakakakak...lagi mode tuh..

Haduuuuuh....anak dari kecil tersiksa banget ya...
Terkurung, terkerangkeng, terpenjara, nggak menjadi manusia bebas merdeka.....
Sulit banget buat melangkah, bergerak, berekspresi, berinovasi, berkreasi......

Pantes, udah gedenya, udah "bagus kedudukannya"....teteeeeep aja main ancam...,
Cenderung jadi preman, tukang palak dll dlsb, atau malah jadi pengecut, penakut, letoy, caleuy, takut melakukan apapun dan takut sama siapapun

Coba....
Jadi banyak yang takut ke dokter, dokter jadi susah mau mengimunisasi atau mau ambil darah pemeriksaan laboratorium atau mau menginfus atau mau menjahit luka.
Jadi banyak yang degdegan kalau lihat polisi atau hansip atau satpam, padahal, mereka kan sahabat kita ?
Duuuuuuh....

Semoga saja kita disadarkan, sekecil apapun yang kita ucapkan atau lakukan pada anak kita, atau apapun yang disimak anak anak kita, akan terekam dengan baik dan ada jejasnya plus ada akibatnya lho.......
( please baca postinganku : dari lingkungannya anak anak belajar )

Sunday, May 06, 2007

KERAJAAN CINTA

Atas nama cinta....hati ini....dst, dst...
Suara tinggi melengking mengiris ngiris kalbu, terdengar mendayu dayu, di supermarket, ketika si mamah belanja....

Duuuhhh, inget sama si empunya suara yang manis berbibir indah, ....
Apa iya ya kisah cintanya lagi mengalami kisah seperti lagu lagunya ??
Lagu tegar lah, lagu " dahulu kau mencintaiku " lah.......

Halah....,
Kualat atau apa itu teh ?

Kata sahabatnya, makanya hati hati milih lagu.
Lagu itu kan doa, seperti nama......
Apa iya ya.... ...

Minggu minggu ini memang kita dikejutkan oleh episode cinta yang amburadul acakadut dari beberapa orang yang kita kenal dilayar kaca.

Gara gara media masa gencar memberitakannya, mau nggak mau si mamah jadi tahu juga atuh........

Kayaknya nyaris nggak percaya deh, penghuni kerajaan cinta yang menebar virus cinta atau yang tahu persis bagaimana cara terbaik menyentuh bagian perempuan yang paling peka agar perempuan klepek klepek klepek, dimabuk kepayang.........".sentuhlah dia tepat di hatinya".....begitu katanya juga...ternyata oh ternyata......perempuannya merasa nggak seperti cerita di lagunya itu yah.

Banyak, banyaaaak sekali pelajaran yang didapat dari kejadian kejadian yang dialami orang lain yang kebetulan saja ditayangkan, da selebriti katanya juga.

Pertama, ternyata, kerajaan cinta, kalau tidak dipelihara, tidak, dimumule kata bahasa si mamah sih, kalau tidak dipupuk dengan baik dan benar, apakah dengan introspeksi, dengan komunikasi, apakah dengan perasaan saling menghargai, apakah dengan cara saling respek, apakah dengan cara saling menyelami sifat-karakter-keinginan-perasaan kedua belah pihak, apakah dengan cara mempelajari bagaimana ia tumbuh kembang, apakah dengan menekan ego, apakah dengan cara tidak merasa pinter sendiri bener sendiri, bagus sendiri, berjasa sendiri, apalagi dibumbui dengan perasaan lebih satu dari lainnya, perasaan tinggi hati , dlsb....akan hancur, cur, cur, banget deh....

Yang tampak oleh masyarakat luas adalah bukan fenomena saling menyayangi mengasihi, menghormati, menjunjung tinggi martabat, malahan...
Ya ampuuuun.....nggak tedeng aling aling saling menjelekkan, saling menggali kubur sendiri kayaknya......

Bener bener bukan pemberi contoh baik buat masyarakat luas ya....
Yang begitu mah teladan apanya coba ?
Duniawi ?
Nggak penting penting banget atuh itu mah...

Kesuksesan popularitas ?...
Buat apa ?
Ada manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup manusia lainnya nggak ?

Pokoknya, yang ada adalah.....
Astaghfirullahaladziiiiim, segitunya ya..... ...

Kedua, ya pembelajaran hidup.
Nggak ada reaksi kalau nggak ada aksi...begitu katanya.
Bener banget....

Jadinya, intinya bukannya kita membela diri dengan menyatakan melakukan ini karena dia begitu, tapi justru intospeksi diri : dia jadi begitu kenapa ya....
Apa yang telah saya lakukan, sampai sampai dianya begitu ??
Iya nggak sih ?....

Jangan dibolak balik kayaknya ya...
Selaluuuu dan selaluuuu saja terlontar...saya begini karena dia begitu.....
Apa nggak terbalik ???

Ketiga, ya ini juga sangat penting...
Komunikasi yang tuntas, tas, tas...
Sampai gelas batin kedua pihak kosong, nggak penuh dan mudah terjentik perkara perkara sepele.......

Mungkin karena soal waktu, soal kelelahan dan bermacam soal lainnya, komunikasi pasangan hidup nggak nyambung nyambung banget, masalah jadi tertunda, tertumpuk, ....
Yyaaa, tinggal nunggu waktu aja untuk meledak...

Komunikasi kedua insan yang berpasangan, harus teteeeep terjalin dengann kualitas bagus, jangan datar datar atau sepermukaan saja......

Kenapa sih nggak dipentingkan selalu adaaaa waktu buat berdua dua, bicara ini itu dengan santai, dengan hati, dengan dengan tetap bisa menghipnotis diri untuk tetap kasmaran.....

Duh...indahnya, kenapa dulu kita kepincut si dia ya.....

Keempat....naaah, ini juga penting.
Ternyata, duniawi itu memang perlu sebatas kebutuhan secukupnya, sepasnya saja kali ya ( hehehe..pas butuh, ada , gitu lho...).....

Duniawi itu bukan sesuatu yang menjadi dewa, didambakan, dikejar kejar dengan mempertaruhkan, mengabaikan, mengacuhkan, tidak mengindahkan hal hal lain yang lebih membahagiakan......

Ketika duniawi dalam genggaman, tetapi ketenangna batin terabaikan....apakah jerih payah selama ini ada manfaatnya ?

Kelima, ini perlu banget diinget inget dan dijalankan terus, mengingat sisi baik pasangan.
Kenapa ya kalau lagi ribut gitu yang kelihatan cuma jelek jeleknyaaaa aja...
Padahal kan manusia itu memang mahluk yang tidak sempurna, pasti ada sajalah jelek jeleknya.
Tapi kan banyaaaaak juga sisi baiknya, lebih banyak malah.

Hal hal baik, hal hal bagus bagus yang ada dipasangan, koq ya jadi nggak kelihatan ketika kerajaan cinta diterpa badai .

Padahal kan hal hal yang baik itu yang bikin kita dulu klepek klepek klepek kalau kita mengingat si dia , apalagi kalau berjumpa dengannya, iya nggak sih ?

Kayaknya, kita bener bener harus terus menerus belajar menghipnotis diri sendiri untuk teteeeep, bisa melihat dengan utuh sisi sisi baik pasangan kita, ya nggak sih ?

Duh...kemama atuh si venus teh nya....
Dewa cinta teh lagi ngaso atau istirahat kitu ??

Kata orang tua, belajarlah dari pengalaman orang lain......
Ini saatnya buat kita semua, ketika melihat hancurnya kerajaan cinta orang lain, menjadi titik balik untuk introspeksi, untuk bersyukur atas apa yang kita perjuangkan selama ini dan sudah kita miliki, yaitu kerajaan cinta kita sendiri .

Selamat menjaga kerajaan cinta masing masing dengan penuh rasa saling cinta, saling hormat, saling menjaga martabat, saling memuliakan, saling mendoakan, saling mengingatkan, saling menjaga,saling support, saling memberi energi, sampai maut memisahkan.