Setiap generasi, ada kalanya mempunyai istilah sendiri, bahasa sendiri, atau gaya bahasa sendiri yang berlaku hanya dikelompoknya atau dikelompok usianya.
Biasanya, yang berumur diatas kelompok tersebut, susah payah mencerna dan mengartikan kata kata atau kalimat kalimat yang mengandung kata kata "aneh" tersebut.
Dulu, pernah anak anak berbicara dengan gaya begini, kafamufu mafaufukefemafanafa...
Hehehehe...artinya, kamu mau kemana ?
Trus ada lagi, uma kanung uma manung upa anang ?
Naah..lebih ribetkan ?
Artinya kamu mau apa ?
Ada lagi jaman memunculkan kata rokek pai untuk korek api, dll, dll
Jaman bergulir terus, ada masanya muncul kata kata bokap, nyokap, boker, tokai, lekong, gretong, dll dll
Jaman si teteh SMA, ada bahasa gaul, sutralah, akika lah, mawar lah....
Sampai sampai si mamah membaca buku kamus bahasa gaul, karangan Debbie Sahertian, hanya untuk antisipasi bisa mengerti percakapan anak anak....beueueueue...
Sekarang sekarang, muncul pula tren baru, ada kata kata baru, salah satunya adalah kata : SECARA
Duuuuh....si mamah kadang agak susah ngartiinnya ya...
Ini teh artinya apa sih ?
Bisa diartikan padahal, walaupun, ketika, dll dll....
Waaah, ini kata multifungsi bener jadinya ya....
Coba deh perhatikan bahasa para blogger yang umurnya seumuran teteh Acied atau dibawahnya....
"Atasanku memberi oleh oleh tas yang diinginkan anakku, secara aku baru saja memberi tahu suamiku, bahwa si anak pengen tas itu"
"Secara aku belum tahu mau ngapain, ada kiriman pisang goreng dari tetanggaku"
"Aku ikut temanku menuju PIM, secara tadinya mau ikut bapak ke bandung"
"Kami sekeluarga berwisata ke kota wisata cibubur, secara berbelanja berbagai pernak pernik untuk oleh oleh"
"Nggak ada yang ngasih tahu sih, secara kita kumpul kumpul menjelang camping"
Duuuuh...secara teh artinya naon atuh nya......
Banyak banget kalimat pake secara, hebat banget si secara teh...
Bisa diartikan macam macam pula.......
Siapa sih yang mulai melempar dan mempopulerkan si secara dalam seribu wajah ini ya..........Secara gitu loh...
Saturday, May 05, 2007
PAUD
PAUD ????? apaan tuuh......
Ada yang tau PAUD nggak ya???.....Suaminya BUUD kali ya.....heuheuheu
Si Mamah juga baru ngeuh setelah lihat spanduk dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei yang lalu, kebetulan didepan Swiss German University di BSD ada spanduk bertuliskan tentang PAUD , isinya sih kira kira begini : Menyongsong Hari Pendidikan Nasional, kita sukseskan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD )
Naaaah....itulah artinya PAUD, Pendidikan Anak Usia Dini, nambah satu lagi kan perbendaharaan akronim kita, memang bangsa ini gemar banget ya punya akronim, ada Hardiknas, ada PAUD, ada WAJAR, ada UAS, UAN, dll dll
Pendidikan Anak Usia Dini, tampaknya sekarang mulai digiatkan, difokuskan, dipentingkan, diperhatikan, setelah program wajib belajar 9 tahun. Mengapa dipentingkan ? Yaaaah, namanya juga pendidikan, harus diupayakan sebaik mungkin, sedini mungkin, agar anak tumbuh kembang menjadi dewasa yang menyenangkan, penuh kasih sayang dan penuh manfaat, bukan begitu ? Menurut teorinya, pendidikan anak itu dimulai sejak adanya zigot atau pertemuan sperma dengan sel telur dalam rahim ibu. Sejak saat itu, ibu sangat bertanggung jawab atas pertumbuhan embrio yang dikandungnya bukan ? Sejak saat itulah, ibu menjadi pendidik yang utama dan pertama. Bagaimana dia hidup, berkehidupan, bersikap, berpikir, bertindak, brperasaan, berpraduga, beremosi, dll dll, akan serta merta menjadi pola didik bayi dalam kandungannya pula. Pendidikan Anak Usia Dini, tentu bukan hal yang sepele, mau jadi apa anak kelak,mau bagaimana dia bersikap, sangat tergantung banget dengan pola didik dan pola asuh sejak dini sekali.
Coba, baru saja kita gegeran dengan berita meninggalnya Edo, bocah kelas 2 SD di Jakarta, yang menurut berita tewas setelah dianiaya 4 orang temannya di WC sekolah. Lebih mengejutkan lagi, penganiyanya adalah 1 orang kelas 4 SD, dan 3 orang teman sekelasnya Lebih lebih mengejutkan pula, yang 3 orang temen sekelasnya, adalah cewek. Bayangin, 3 cewek cilik menganiaya temen sekolahnya hingga memar memar dan mengakibatkan kematian.....whatttttt?????? Nggak kebayang sama si mamah sih, ngapain aja sih ketiga cewek itu ?Bagaimana mungkin sih 3 cewek kecil menjadi beringas ? Bagaimana sih lingkungan hidup ketiga cewek kelas 2 SD itu ? Apa sih yang ditontonnya setiap saat ? Waaaaah,pokoknya, berkecamuk bermacam pertanyaan deh, koq bisa ya.....
Sekarang, orang tua si korban, akan menuntut ke empat anak penganiaya anaknya...walah.....makin seru....4 anak kecil akan menjadi terdakwa.....gimana perasaan anak kecil itu duduk di kursi pesakitan ya.....sedangkan akibat perbuatannya saja sudah pasti mengguncangkan secara dahsyat kejiwaan mereka.....makin stres saja anak anak kecil bangsa ini ya....
Meurut kak Seto, anak anak juga bisa mengalami stres sehingga berpeluang melakukan tindakan kekerasan. Stres tersebut didapat anak anak kumulatif mulai dari rumah, lingkungannya dan juga dari lingkungan sekolah. Menurut beliau, untuk mengurangi bahaya timbulnya kekerasan pada anak, anak harus merasa disayangi, diperhatikan, harus diajak bermain, bernyanyi, diceritakan dongeng dongeng, dibawa piknik jalan jalan, dll, dll
Jadi inget, si mamah kecil hampir setiap saat didongengin sakadang kuya, sakadang monyet, sakadang peucang ( tentang kura kura, monyet, kancil ), dongeng persahabatan ikan dan bajing, dongeng tentang cengkrik, kuda, rusa, berbagai legenda, dll dll. Kemudian ada masanya pula si mamah mendongeng ke si teteh, arka, arga, ketika mereka kecil. Dongeng dongeng mamah kecil diceriterakan kembali, juga ditambah dongeng dongeng lain, pinokio, cinderela, putri tidur, hansel gretel,kupluk merah, dll, dll
Anak anak jaman sekarang, apakah juga mendapat kehidupan yang penuh dengan cerita dongeng ? Ada juga kan ?
Cuma, umumnya, tampaknya, anak anak jaman kiwari miskin dari dongeng menjelang tidur. Anak anak dari kelompok berpenghasilan rendah, boro boro ortunya punya sisa waktu dan sisa tenaga untuk mendongeng. Setelah seharian lelah bekerja, paling mereka malah membagi bentakan dan kata kata nyinyir kepada anak anaknya bukan? Begitu pula anak anak dari kelompok yang berkelebihan materi, ibu bapaknya sibuk bekerja, selesai bekerja malah pada hang out, dugem, bilyar, golf, dll dll....anak tertinggal dirumah ditemani pengasuh yang asyik nonton sinetron yang penuh kekerasan, atau dunia mistik, halah...kumaha ieu teh ? Boro boro deh anak mendengar dongeng yang bermuatan filosofi hidup, kebaikan, kejujuran, kesetiakawanan, persahabatan, kepahlawanan, pokoknya kebaikan kebaikan dalam hidup deh.
Jaman sekarang, anak anak, boro boro diajak bermain, bernyanyi, mendongeng, jalan jalan , dll dll...kebanyakan hidup liar atau terkurung dalam rumah mewah penuh barang materialistis tapi miskin sentuhan kasih sayang....haduh.....
Makanya nggak heran, anak anak menjadi bengis, brutal, rakus,individualistis, egois, harak kata orang sunda mah, anak bagaikan hilang sisi kemanusiaannya.
Jadi, bener kan, PAUD itu amat sangat penting ?
Hayo atuh kita ikut menggalakan PAUD, sesuai dengan kapasitas kita masing masing, merawat anak dengan penuh perhatian dan kasih sayang, juga turut menciptakan lingkungan yang positif untuk tumbuh kembang anak anak, anak siapapun dia.....
Ada yang tau PAUD nggak ya???.....Suaminya BUUD kali ya.....heuheuheu
Si Mamah juga baru ngeuh setelah lihat spanduk dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei yang lalu, kebetulan didepan Swiss German University di BSD ada spanduk bertuliskan tentang PAUD , isinya sih kira kira begini : Menyongsong Hari Pendidikan Nasional, kita sukseskan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD )
Naaaah....itulah artinya PAUD, Pendidikan Anak Usia Dini, nambah satu lagi kan perbendaharaan akronim kita, memang bangsa ini gemar banget ya punya akronim, ada Hardiknas, ada PAUD, ada WAJAR, ada UAS, UAN, dll dll
Pendidikan Anak Usia Dini, tampaknya sekarang mulai digiatkan, difokuskan, dipentingkan, diperhatikan, setelah program wajib belajar 9 tahun. Mengapa dipentingkan ? Yaaaah, namanya juga pendidikan, harus diupayakan sebaik mungkin, sedini mungkin, agar anak tumbuh kembang menjadi dewasa yang menyenangkan, penuh kasih sayang dan penuh manfaat, bukan begitu ? Menurut teorinya, pendidikan anak itu dimulai sejak adanya zigot atau pertemuan sperma dengan sel telur dalam rahim ibu. Sejak saat itu, ibu sangat bertanggung jawab atas pertumbuhan embrio yang dikandungnya bukan ? Sejak saat itulah, ibu menjadi pendidik yang utama dan pertama. Bagaimana dia hidup, berkehidupan, bersikap, berpikir, bertindak, brperasaan, berpraduga, beremosi, dll dll, akan serta merta menjadi pola didik bayi dalam kandungannya pula. Pendidikan Anak Usia Dini, tentu bukan hal yang sepele, mau jadi apa anak kelak,mau bagaimana dia bersikap, sangat tergantung banget dengan pola didik dan pola asuh sejak dini sekali.
Coba, baru saja kita gegeran dengan berita meninggalnya Edo, bocah kelas 2 SD di Jakarta, yang menurut berita tewas setelah dianiaya 4 orang temannya di WC sekolah. Lebih mengejutkan lagi, penganiyanya adalah 1 orang kelas 4 SD, dan 3 orang teman sekelasnya Lebih lebih mengejutkan pula, yang 3 orang temen sekelasnya, adalah cewek. Bayangin, 3 cewek cilik menganiaya temen sekolahnya hingga memar memar dan mengakibatkan kematian.....whatttttt?????? Nggak kebayang sama si mamah sih, ngapain aja sih ketiga cewek itu ?Bagaimana mungkin sih 3 cewek kecil menjadi beringas ? Bagaimana sih lingkungan hidup ketiga cewek kelas 2 SD itu ? Apa sih yang ditontonnya setiap saat ? Waaaaah,pokoknya, berkecamuk bermacam pertanyaan deh, koq bisa ya.....
Sekarang, orang tua si korban, akan menuntut ke empat anak penganiaya anaknya...walah.....makin seru....4 anak kecil akan menjadi terdakwa.....gimana perasaan anak kecil itu duduk di kursi pesakitan ya.....sedangkan akibat perbuatannya saja sudah pasti mengguncangkan secara dahsyat kejiwaan mereka.....makin stres saja anak anak kecil bangsa ini ya....
Meurut kak Seto, anak anak juga bisa mengalami stres sehingga berpeluang melakukan tindakan kekerasan. Stres tersebut didapat anak anak kumulatif mulai dari rumah, lingkungannya dan juga dari lingkungan sekolah. Menurut beliau, untuk mengurangi bahaya timbulnya kekerasan pada anak, anak harus merasa disayangi, diperhatikan, harus diajak bermain, bernyanyi, diceritakan dongeng dongeng, dibawa piknik jalan jalan, dll, dll
Jadi inget, si mamah kecil hampir setiap saat didongengin sakadang kuya, sakadang monyet, sakadang peucang ( tentang kura kura, monyet, kancil ), dongeng persahabatan ikan dan bajing, dongeng tentang cengkrik, kuda, rusa, berbagai legenda, dll dll. Kemudian ada masanya pula si mamah mendongeng ke si teteh, arka, arga, ketika mereka kecil. Dongeng dongeng mamah kecil diceriterakan kembali, juga ditambah dongeng dongeng lain, pinokio, cinderela, putri tidur, hansel gretel,kupluk merah, dll, dll
Anak anak jaman sekarang, apakah juga mendapat kehidupan yang penuh dengan cerita dongeng ? Ada juga kan ?
Cuma, umumnya, tampaknya, anak anak jaman kiwari miskin dari dongeng menjelang tidur. Anak anak dari kelompok berpenghasilan rendah, boro boro ortunya punya sisa waktu dan sisa tenaga untuk mendongeng. Setelah seharian lelah bekerja, paling mereka malah membagi bentakan dan kata kata nyinyir kepada anak anaknya bukan? Begitu pula anak anak dari kelompok yang berkelebihan materi, ibu bapaknya sibuk bekerja, selesai bekerja malah pada hang out, dugem, bilyar, golf, dll dll....anak tertinggal dirumah ditemani pengasuh yang asyik nonton sinetron yang penuh kekerasan, atau dunia mistik, halah...kumaha ieu teh ? Boro boro deh anak mendengar dongeng yang bermuatan filosofi hidup, kebaikan, kejujuran, kesetiakawanan, persahabatan, kepahlawanan, pokoknya kebaikan kebaikan dalam hidup deh.
Jaman sekarang, anak anak, boro boro diajak bermain, bernyanyi, mendongeng, jalan jalan , dll dll...kebanyakan hidup liar atau terkurung dalam rumah mewah penuh barang materialistis tapi miskin sentuhan kasih sayang....haduh.....
Makanya nggak heran, anak anak menjadi bengis, brutal, rakus,individualistis, egois, harak kata orang sunda mah, anak bagaikan hilang sisi kemanusiaannya.
Jadi, bener kan, PAUD itu amat sangat penting ?
Hayo atuh kita ikut menggalakan PAUD, sesuai dengan kapasitas kita masing masing, merawat anak dengan penuh perhatian dan kasih sayang, juga turut menciptakan lingkungan yang positif untuk tumbuh kembang anak anak, anak siapapun dia.....
Subscribe to:
Posts (Atom)