Tuesday, March 18, 2008
KEKUATAN CINTA
Entah suasana batin macam apa yang sedang dialaminya sehingga bisa menghantarkan kata demi kata terurai demikian dahsyatnya, berhimpun dalam sebuah novel : Ayat Ayat Cinta.
Entah keinginan apa yang tersirat didalam kalbunya ketika dia dengan manisnya meruntutkan kalimat demi kalimat sehingga melahirkan sebuag novel : Ayat ayat Cinta.
Entahlah....
Yang jelas, Novel yang sudah difilmkan tersebut menimbulkan wabah, demam, bagaikan virus dahsyat yang menyebar dengan cepat.
Siapa saja, kapan saja, dimana saja, tersihir dengan Film Ayat Ayat Cinta yang sedang diputar nyaris di setiap bioskop diseluruh Nusantara.
Bahkan, seorang mantan Presidenpun tak sungkan mengungkapkan turut terisak menyaksikan adegan adegan haru yang membius.
Dimana mana, kita dengarkan obrolan tentang film tersebut.
Asyik berdiskusi, asyik bercengkrama, asyik chattingan atau saling berkirim email mengulas film tersebut.
Yang dibicarakanpun amat sangat beragam.
Baik settingnya, nuansanya, musiknya, karakter pemainnya, alur ceritanya, atau bahkan...pesan moralnya...
Dari diskusi serius sampai yang berbau canda, semisal : " Ternyata, poligami yang membahagiakan itu adalah kalau istri yang keduanya meninggal segera setelah pernikahannya ya "....
Hehehehehehe....aya aya wae.....
Kekuatan cinta, yang ditampilkan oleh paling tidak, 5 tokoh berbeda karakter, memberi pembelajaran yang begitu dalam.
Coba bayangkan, lelaki shaleh yang polos, lugu, nggak pernah mengerti bahwa begitu banyak perempuan sekitarnya yang menaruh hati.
Nggak pernah ngeuh bagaimana cara berinteraksi menyambut bahasa isyarat dari lawan jenis.
Begitu banyak perempuan yang ingin menumpahkan kekuatan cintanya kepada si lelaki tersebut.
Si polos, lugu, ya cuek aja, nggak merasa bersalah atas "penderitaan" perempuan perempuan yang begitu mendambakan terbalas cintanya.......
'Aku hanya mencintaimu , Aisha...." teriaknya..."tolong aku, cari Maria" , sambil nggak nyadar banget bahwa si Maria tuh udah luaaaama buanget jatuh cinta kepadanya.....
Baginya, perempuan terbaik yang menjadi teman hidupnya, adalah Aisha, yang dijodohkan sesuai tata aturan keyakinannya, melalui ta'aruf yang singkat saja.
Ada lagi tokoh perempuan , yang cintanya bukan saja setengah mati...bahkan nyaris usianya berujung karena cinta.
Ketika pujaan hati jatuh ke pelukan perempuan lain, maka hilang sudah keinginan hidupnya....beueueueueu.
Bener bener nggak ada energi apapun untuk melanjutkan hidup.
Dia tersadar kembali dari komanya, bahkan bersuka cita ketika lelaki idamannya menjadi suaminya, walaupun dia amat sangat tahu, untuk itu ada perempuan lain yang berkorban untuknya.......
Koq bisa happy ya berdekatan dengan lelaki yang jelas jelas sudah menikah......
Dia begitu utuh mencintai dan nggak bisa tergantikan...
Bagaimanapun status lelaki itu, cuma dia dan hanya dia pilihannya.....
Lainnya, tidak.
Karakter tokoh perempuan lainnya, yang begitu mengagumi, memimpikan, mengidamkan dengan seluruh jiwanya, mencintai dengan sepenuh hatinya.
Dia begitu menyadari, bahwa sebagai perempuan, hanya bisa minta tolong kerabatnya, untuk menyampaikan bagaimana perasaan hatinya.
Dia tak ingin melanggar rambu rambu keyakinanya.
Dan walaupun menyakitkan, dia terima kenyataan dengan penuh kepedihan.
Dan tetap membantu kesulitan yang dihadapi sang istri dari lelaki dambaan hatinya semampu mampu kekuatannya.
Perempuan yang ditokohkan lainnya, adalah juga perempuan yang mencintai lelaki tersebut dengan segenap jiwa raganya, menyanjungnya hingga ke sumsum tulang.
Dan sedikit lebih berani dari perempuan lainnya dengan mengirimkan surat cinta yang berisi puji pujian setinggi langit pleus ungkapan berjuta perasaannya.
Tetapi perempuan itu pula yang tega teganya menjerumuskan lelaki pujaan hatinya ke hukuman mati.
Atas alasan apa ?
Cemburu buta karena cinta ??
Ketakutan dan kepanikan atas keterancaman kenyamanan hidup?
Ia bahkan nggak punya niat dan keinginan berkata sejujurnya disidang pengadilan sekalipun, padahal jelas tampak kesedihan si lelaki dambaan hatinya.
Juga dia dengan nyata melihat bagaimana istri tercinta dari sang kekasih berjuang mati matian membebaskan suami, calon ayah janin yang dikandungnya.
Kejujuran disingkirkan, rasa iba dinisbikan, kasih sayang sesama umat diminimalkan,kepentingan pribadi diutamakan.
Karena cintakah ?
Perempuan lain yang bernama Aisha, ini yang menjadi fokus.
Betapa dia bersusah payah, menghadapi berbagai kesulitan, rintangan, kepedihan, luka hati ,sayatan kalbu .
Berkorban dengan cara apapun hanya untuk menyelamatkan suaminya.
Juga demi anak yang dikandungnya .
Ia rela menekan egonya, mengorbankan dirinya, menekan sejuta kegalauan dan kegundahan hatinya, meminimalkan kepedihannya, hanya untuk " kehidupan dan kebahagiaan mahluk mahlukNya.
" Dengar Fahri, dia, Maria, butuh kamu agar bisa hidup....dan anak dalam kandungan ini butuh ayahnya "
Kalimat kalimat tersebut sangat jelas menyiratkan pengorbanan seorang perempuan, yang berjuang dengan cara apapun ingin agar ayah anaknya terbebas dari hukuman.
Dia yakini, ayah anaknya, walaupun belum dikenalnya dengan baik, adalah seorang yang seharusnya, patut dan layak dibela, dipertahankan. .
Satu satunya cara agar suaminya terbebas dari hukuman adalah menghadirkan saksi yang dalam keadaan koma dan satu satunya cara agar "menghidupkan" yang sedang koma adalah dengan merelakan suaminya menikahi, menyentuh, mendekap dan "menghidupkan" kembali sang saksi kunci.
Tak cukup hanya dengan menyuruh suaminya menikahi perempuan lain, tapi dia siapkan juga kamar disebelah kamarnya untuk perempuan tersebut.
Duuuh.........perempuan.... perempuan....
Betapa besar pengorbanannya untuk menjalankan apa yang Allah mau : berkhidmat kepada semuuuua mahluk mahlukNya.......
Dan memang ternyata, kekuatan cinta kepada Allah dan kepada jodoh yang dihadirkan Allah kepadanya, membuat yang berat jadi ringan, yang sulit jadi mudah dan yang musykil menjadi nyata, yang menyedihkan menggundahkan menjadi kebahagiaan.
Ada banyak ragam bentuk kekuatan cinta.
Begitu pula, ada banyak ragam jenis kehidupan akibat kekuatan cinta.
Terpulang kepada kita.
Dicintai adalah takdir, mencintai adalah pilihan.
Apakah kekuatan cinta kita akan membahagiakan atau menyengsarakan ?
Apakah kekuatan cinta kita akan memuliakan atau menghinakan?
Apakah kekuatan cinta kita akan bermanfaat bagi sebanyak banyak mahlukNya atau malah akan membuat kita menyusahkan orang lain ?
Semoga kita semua bisa terus belajar belajar dan belajar meningkatkan kekuatan cinta kepada Allah dan kepada semua mahlukNya.
Dan semoga Allah memberi kemampuan kepada kita untuk bisa memilih jenis kekuatan cinta, agar kita bahagia sejahtera mulia dunia akhirat, dan kita bisa memberi manfaat sebanyak banyaknya kepada mahluk mahlukNya, amin
*foto-foto Ayat-Ayat Cinta diambil dari "http://hewiperkepis.blogspot.com", terima kasih ya.
Monday, March 03, 2008
AKHIR KEHIDUPAN
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Remi Silado di harian Kompas menulis, Gitto sebagai " nu bogana Bandung ".
Konon, katanya, siapa sih orang Bandung yang nggak kenal Gitto?
Remaja paling badung di jamannya.
Nangkring di tempat roti bakar perempatan Dago-Riau.
Begajulan bahkan suatu ketika dengan melucuti pakaiannya sendiri menaiki sepeda motor pulang pergi Bandung- Lembang, tengah malam buta.
Motornya aja paling beken di kota Bandung saat itu.
Sadelnya dibuat seperti kursi malas, stangnya dibikin jangkung.
Narkoba dan kelakuan "nggak seperti orang baik baik lainnya" sudah menjadi agendanya sepanjang hari.
Konon, nyaris 30 tahun ia diperbudak barang haram tersebut.
Si mamah dan si akang sih yang asli Bandung, nggak tahu yang namanya Gitto saat begajulannya.
Beda banget sih kutub gaulnya.
Yang satu ada dijalanan, yang satu ada dirumah...hehehehe, maklum SMA tilu Bandung tea...peernya selalu berjibun.....
Mana ada waktu buat gentayangan dijalanan tengah malam buta.
Belakangan, kita tahu ada penyanyi Bandung yang suaranya serak serak basah dan gaya panggungnya asyik, berbeda dengan yang lainnya.
Belakangan pula, setelah hijrah ke Jakarta, kita tahu dari dongeng antar teman, dulu ada yang namanya Gitto "buligir" tengah malam di jalan Dago.
Di akhir khayatnya, justru almarhum terkenal sebagai pendakwah.
Membuang semua atribut jaman edun suredun dulu dan berganti rupa menjadi manusia yang penuh manfaat untuk sebanyak banyak umat
Almarhum berubah total seratus delapan puluh derajat sejak menginjak usia 50 tahun.
Kepergiannya ditangisi dan dihantarkan banyak orang.
Kenangan manis dirajut dengan sejumlah sahabat.
Amal baik dikenang oleh banyak umat.
Keteladanan hidup diakui banyak relasi.
Alhamdulillahirabbil alamin, Insya Allah Khusnul Khatimah.
Bersamaan dengan berita wafatnya Gitto Rollies, tersiar pula berita ditemukannya auditor *** bersama seorang perempuan didalam mobil di pantai Ancol dalam keadaan sudah tak bernyawa.
Astaghfirullahaladziim.
Istri sang auditor sudah beberapa hari mencari, bahkan sudah melaporkan ke polisi.
Relasi menduga, almarhum lembur dikantor sehingga nggak pulang pulang.
Begitu ditemukan, astaghfirullahaladziim, sudah tak bernyawa dalam keadaan berpakaian yang nggak etis untuk diceritakan.
Ditemukan ditempat yang tak terduga bersama perempuan pula, yang jelas bukan istrinya.
Setiap mendengar berita duka....aaaaarrrgh..selalu kaget ya...
Padahal kan sudah jelas dan pasti, semua yang bernyawa akan berujung.
Semua mahluk hidup akan punya akhir hidup....
Setiap mendengar berita duka, yang terngiang kembali adalah lagu lagu...
Andai kutahu...kapan tiba ajalku.... ku akan memohon, Tuhan tolong panjangkan umurku.
Pasha ungu menyanyikannya dengan penjiwaan yang pas banget.....
Atau...
Akan datang waktu, tak ada suara ( duuuh...mulut terkunci, tangan dan kaki nggak bisa berdaya.....ihiks, ihiks...jadi ingat senandungnya chrisye..)....
Atau...
Bila waktu tlah memanggil...teman sejati hanyalah amal ( itu lagu opiq ya )...
Aaaaah, sedih banget yaaa......gimana kalau tiba giliran kita ??
Kapanpun, dimanapun, dengan cara bagaimanapun, kita akan berujung.....
Duuuuh, gimanaaaa ya rasanya......takut? kaget ? sedih? gembira? senang? pasrah? berontak? ikhlas? ...
Nggak pernah ada yang tahu, karena nggak pernah ada yang cerita pengalamannya bukan ?
Sesaat sebelum malaikat maut datang menjemput, atau beberapa lama sebelumnya, apakah kita tahu ?
Apakah ada tanda tanda ?.....
Wallahu alam
Kata orang tua, kita harus sering mendengar, melihat, menyaksikan ujung usia yang lainnya, agar kita selalu diingatkan, diingatkan dan diingatkan lagi, bahwa suatu saat nanti, kapanpun, dimanapun, bagaimanapun...akan tiba pula kita diujung.......
Kalau ingat hal itu...
Duuh... bener bener pengen senantiasa beristighfar, memohon ampunan, senantiasa berdzikir, mengingat Allah, dan senantiasa berpikir, berniat, berbuat kebaikan, kebaikan, kebaikan...
Pengennya sih selalu tersenyum dan berbuat yang baik baik...karena siapa tahu detik berikutnya kita nggak bisa tersenyum lagi, nggak bisa berbuat baik lagi, bahkan nggak bisa menggerakkan bagian manapun dari tubuh kita......ihiks, ihiks....
Pengennya sih, nggak pernah sepersekian detikpun berpikir, berniat, apalagi berbuat yang nggak baik, nggak manfaat, nggak mengantarkan kita keujung usia yang indah, tenang, damai, khusnul khatimah..........
Kalau ingat ujung usia, Insya Allah kita akan senantiasa bersyukur dan beristighfar terus menerus pleus akan melakukan apapun dengan sebaik baik kemampuan kita, bukan begitu ?
Ketika mengerjakan pekerjaan kantor yang ruwet dan berjibun....tersenyum aja ah, kerjakan dengan sebaik baiknya...
Siapa tahu ini pekerjaan terakhir....detik berikutnya tak bisa menggerakkan tangan lagi.
Ketika membaca dan belajar...mau dilakukan dengan fokus dan sepenuh jiwa aja ah....siapa tahu detik berikutnya mata dan otak berhenti berfungsi...
Ketika bersua suami, anak, kerabat, tetangga, teman sejawat....tersenyum dan menyapa dengan sebaik baik perkataan aja ah....
Siapa tahu ini perjumpaan terakhir...detik berikutnya, mulut terkunci dan lidah kelu....
Ketika menyuapi anak, memandikan anak, menyusui anak, tersenyum aja ah, juga disentuh dengan sepenuh cinta....
Siapa tahu ini menyuapi, menyusui, memandikan, menyentuh yang terakhir.....detik berikutnya...nafas terhenti.
Ketika memasak, mencuci, menyapu, menyetrika....dilakukan dengan ikhlas dan gembira aja ah...
Siapa tahu ini memasak, mencuci, menyapu, menyetrika yang terakhir kalinya....detik berikutnya...jantung berhenti berdetak.
Duuuuh....khusnul khatimah, pengeeeeeen banget begitu yaaa...
Semoga Allah senantiasa menjaga hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita, agar kita bisa mengakhiri kehidupan dengan indah, khusnul khatimah, amin.
Thursday, February 21, 2008
HARTA
Ada yang puluhan triliun, ada yang ratusan milyar....halah....duit koq bisa punya segombyok gitu ya........padahal umur si mpunya masih relatif muda lah...atau estewe, setengah tuwir...hehehehe...
Disatu pihak, ada yang duitnya segambreng gambreng...dipihak lain, banyak anak yang nggak bisa sekolah, nggak bisa masuk SD, nggak bisa berlanjut ke SMP atau setingkat SMA.
Bahkan banyak mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri terancam DO karena nggak punya biaya...duuuuh......
Gimana nolongnya ya......anak pinter, cerdas, berkarakter, berbudi, bersemangat, bercita cita tinggi, berpengharapan mengangkat harkat martabat keluarga, sudah jauh jauh meninggalkan kampung halaman, berjuang berpayah payah menahan dingin dan lapar, belajar sepenuh jiwa....eeeeh, terhambat urusan duit...padahal sudah duduk di bangku kuliah lho....di Perguruan Tinggi bergengsi lagi.......duuuuuh...sedih dengernya juga.
Yang begitu bukan hanya satu atau dua....banyaaaaak.
Si mamah tahu banyak karena hidup di lingkungan keluarga yang mayoritas ikut sibuk dibidang sosial.......
Ada cerita dari Ajeng, yang ikut aktif di kegiatan program kakak adik asuh di fakultasnya.
Konon katanya, di kota Bandung, masih ada anak yang kesulitan dengan biaya pendidikan. Salah satunya, ada anak SD yang cantik, cerdas, santun, yang ortunya bercerai, dan ayahnya meninggalkan ibunya dengan 18 anak !!! Delapan belas ????
Iya bener, delapan belas....kayak hamster aja ya......sementara ibunya cuma buruh nyuci baju....coba...gimana masa depan ke 18 anaknya ???
Sementara si bapak pasti udah kawin lagi dan beranak belasan pula.......duuuuuh....
Ada pula cerita dari bi Ayi , survivor kanker, yang ikut banyaaaaak banget kegiatan sosial.
Salah satunya ya ngurusin anak jalanan.
Diurus, disantunin, disekolahin , diberi kegiatan dan ketrampilan agar mereka jangan turun ke jalanan lagi.
Katanya, anak anak itu sebenernya pinter pinter, baik baik, lucu lucu.......dan kalau sudah ditampung disebuah "gedung" pinjaman....suka terusir lagi, terusir lagi.
Makanya, sekarang sistemnya menyewa rumah saja, biar nggak berpindah pindah terus......duuuuuuh, kasihan ya...koq tega mengusir kalau gedungnya nggak dipakai.....daripada dibiarin kosong kan mendingan berpahala ya....
Ada juga kerabat yang membantu temennya, yang yatim dan sulung dari 4 bersaudara, sementara ibunya cuma buruh nyuci, dan si anak sudah duduk dibangku kuliah Perguruan Tinggi Negri yang deket Kebon Binatang Bandung tea......
Wahh...pokoknya banyak banget deh cerita cerita tentang pejuang pejuang yang sedang bergulat meraih pendidikan agar meningkat kualitas hidupnya....hararebat lah...
Mau berpartisipasi membantu mereka yang nggak bisa sekolah dan kebingungan ?
Gampang koq....nggak butuh duit banyak....itu kan ada contohnya, ada Kids for Kids yang ngumpulin duit recehan dari anak anak sekolah...malah bisa nyekolahin anak lainnya......
Atau, bisa juga nitip duit ke sekolah di kampung kampung, buat beliin buku tulis, atau seragam.....berapa sih harga sebuah bukutulis ? ...berapa pula harga sebuah pensil gambar ?
Kita ngasih satu aja, mereka udah seneng koq.
Atau bisa juga nitipin duit ke Perguruan Tinggi, ke bagian yang khusus ngurusin beasiswa.
Kalau mau mulai atau mau lebih membantu, saat saat inilah momentnya.
Coba deh, kalau para bloggers berjalan jalan deket Perguruan Tinggi Negri yang beken beken, yang diburu anak anak dari pelosok daerah ( Hallo Bandung, Depok, Bogor, Jogja...).
Pasti, pastiiii aja ada anak yang bawa ransel atau travel bag, yang lusuh, kusam, lecek, clingak clinguk.
Coba deh tanya....apa yang bisa saya bantu ???
Si mamah yakin, mereka adalah pejuang sejati dari daerah, yang pengen meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meraih impiannya, meningkatkan martabat keluarganya.
Sebuah sapaan, sebuah penawaran nasi bungkus atau sebotol minuman, atau sebuah ajakan mondok selama mereka menempuh ujian masuk, atau selembar ongkos tambahan buat mudik, akan sangat, sangaaaaaaat membantu......apalagi kalau siap sedia jadi penyokong dana pendidikannya....ramean patungan sama temen arisan, temen pengajian, temen sekantor, sekeluarga besar, dlsb. Kan bisa urunan membantu biaya kuliah si cerdas yang kurang mampu bukan ??
Membantu satu orang saja sudah luar biasa bukan ?
Insya Allah pahalanya mengalir.
Harta, baik bergerak atau nggak bergerak. Kan pada dasarnya hanya milik Allah semata.
Kita kan cuma ketitipan.
Naaaaah, namanya juga ketitipan, atuh harus bisa menjaganya dengan sebaik mungkin bukan ? Dengan kata lain, kita harus bisa mempertanggung jawabkan semuuuuuua yang sudah dititipkan, diamanahkan......dipake apa harta tersebut....digimanain harta tersebut.......
Makanya si mamah lieur sendiri begitu tahu ada harta gono gini orang lain ratusan M , bahkan puluhan T...digimanain ya duit segitu banyaknya ?...walaaawww...
Harta, adalah sumber daya yang dititipkan Allah.
Namanya juga sumber daya, ya harus dipake untuk memberdayakan.
Memberdayakan siapa saja, ya diri sendiri, keluarga, ya lingkungan, ya yang lainnya yang memerlukan untuk peningkatan kualitas hidup manusia, iya kan ?
Kata si akang, bahkan kalau rekening tilpon juga harus bisa dipertanggung jawabkan.
Dipake apa nilpon ?
Untuk urusan apa ?
Atau hanya untuk bla bla bla yang nggak ada gunanya ?
Cuma buang buang waktu dan sumber daya saja........
Harta yang dititipkan Allah kepada kita, harus alias wajib hukumnya dipergunakan dengan sebaik baiknya.
Banyak, banyaaaaak sekali yang suka nggak mudeng.
Pada beli properti, beli rumah disana sini, tapi dibiarkan kosong melompong.
Dipake anak yatim keq, dipake rumah singgah keq, atau disewakan saja atuh, daripada dibiarkan nggak terpakai....iya nggak ?
Yang umum dan dianggap lazim....coba deh, pasti kita juga termasuk didalamnya....buka lemari pakaian...hualah...koq banyak yang lamaaaaa nggak terpakai...koq ya agak agak sayang untuk memberikannya kepada yang lain......
Atau, coba lihat perabotan, didapur aja udah numpuk alat dapur yang lamaaaaa nggak terpakai...padahal diluar sana banyak yang membutuhkannya.
Si mamah, seneng banget, di BSD sejak lama ada Flohmarkt.
Setiap sabtu minggu rame....kita juga suka ikutan "buang buang" barang....pernah melepas drum da lama nggak digebuk anak anak...radio..baju baju, mainan...dlsb...
Harta, kalau salah memegang amanahnya, malah bisa merugikan dan mencelakakan bukan ? Beberapa kenalan, ada lho yang begitu baguuuusss menggunakan hartanya.....
Kavlingnya diwakafkan, trus dibangun masjid.....duitnya disumbangkan rutin buat yayasan yatim piatu....bahkan ada yang rumahnya dipake menampung yang tunawisma......duuuuh, matak kayungyun...kabita ya.....
Si mamah pernah ditanya tentang lamunan.
Kalau tiba tiba dapet duit segambreng, mau diapain ?
Mau bikin sekolah yang baguuuusssss ( ini dream bi ayi dan bi dini juga ).
Lengkap ada asramanya, ada perumahan gurunya, ada fasilitas perpustakaan yang komplit, ada fasilitas olahraga yang komplit, ada fasilitas melatih ketrampilan yang komplit, ada supermarketnya buat anak anak belajar bekerja dan buat sumber biaya sekolah.
Pokoknya, sekolah yang bikin betah anak anak, melatih kemandirian, dan....gratisss....
Trus pengen bikin rumah sakit yang baguuussss dan gratis pula, buat mereka yang nggak mampu...
Pengen bikin rumah singgah buat yang tunawisma......pengen bikin penampungan binatang jalanan ( hehehehe...ini mah dreamnya Arga )........
Trus, dari duit segambreng itu, buat si mamah sendiri mau apa ?....
Ah si mamah mah mau ngalamun deui wae....wuakakakakakaka.
Tuesday, February 19, 2008
PEREMPUAN JAMAN KIWARI
Cerita ini ingin banget disampaikan buat mereka, pasangan muda, yang mulai menapaki jalan, merintis pengembaraan kearah tujuan bahtera rumah tangga yang bahagia sejahtera penuh kasih sayang dan saling support sampai maut memisahkan.
Dulu, mungkin nggak serumit jaman kiwari, ketika suami istri mengayuh bahtera rumah tangga. Perempuan jaman itu nggak tinggi tinggi amat pendidikannya, bahkan nggak berpendidikan. Disamping itu, jenis pekerjaan kaum lelaki, para pencari nafkah, nyaris seragam, pergi pagi, pulang siang, dan masih banyak waktu untuk bercengkrama, bermain, bersilaturahmi.
Apalagi jaman media elektronik belum berkembang, kumpul keluarga selalu terjadi setiap saat, baik di meja makan, di teras rumah, atau diruangkeluarga, satu sama lain saling berbagi cerita, saling mengetahui apa dan bagaimana keseharian anggota keluarga lainnya.
Sekarang, banyak perempuan cerdas berpendidikan tinggi, yang ketika mulai menapaki kehidupan berkeluarga, harus tinggal dirumah dengan berbagai alasan.
Apakah karena keinginan sendiri untuk mengurus rumah, mengurus keluarga terutama anak anak, apakah karena keterpaksaan, atau karena permintaan suami yang menginginkan istrinya dan ibu anak anaknya tinggal dirumah, sementara ia giat mencari nafkah sampai larut malam, atau bahkan nggak pulang pulang dalam beberapa hari.
Perempuan yang mandiri, cerdas berprestasi, multitalenta, berdedikasi tinggi terhadap apapun yang menjadi tanggung jawabnya, penuh gairah, penuh semangat dan senantiasa berenergi menyongsong hari demi hari, umumnya juga mempunyai tuntutan yang tinggi terhadap diri sendiri, mengerjakan apapun harus bagus, harus sempurna, harus maksimal dll dll.... Time schedule terjaga rapi, detail pekerjaan tersusun sempurna.
Pokoknya, selalu pasang target maksimal.
Apakah salah, apabila seseorang selalu berupaya, berikhtiar atau mengejar target maksimal ? Bukankah kita harus melakukan apapun dengan maksimal ???
Tentu saja pasang target maksimal tidak salah, tetapi, tuntutan maksimal terhadap diri sendiri tsb, haruslah disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Janganlah kaum perempuan menjadi objek penderita atas tuntutan pencapaiannya sendiri, berusaha maksimal, sementara lingkungan terdekat kurang mensupport, lambat laun, energi yang terbangun akan habis, pudar.
Banyak yang kita lihat, perempuan multitalenta bekerja keras menjalani hari demi hari, mengerjakan begitu banyak macam pekerjaan dengan sempurna, sementara kaum lelaki tetap saja terperangkap dalam pola jadul, hidup dalam dunianya sendiri.
Meminjam istilah seorang teman, kaum lelaki itu "autisme", hidup hanya didunianya sendiri, ialah dunia kerja, kerja dan kerja. Para suami, singgah kerumah hanya sebagai tempat peristirahatan untuk tidur, makan, baca koran, nonton tv atau kembali ke komputer.
Perempuan, bagaikan mesin robot yang tanpa henti bekerja, menyiapkan sarapan, membuat bekal sekolah, membersihkan rumah yang selalu dan selalu kembali berantakan, belanja, mengatur menu, memasak, mengantar anak, membantu pe-er, mencuci, menyetrika dan seribu satu hal tetek bengek lainnya.
Kata adikku, pekerjaan ibu rumah tangga itu bila dikerjakan nggak akan kelihatan hasilnya, tapi kalau nggak dikerjakan, baru jelas apa saja yang seharusnya dilakukan.
Seorang blogger pernah menceritakan keinginan anak lelakinya yang masih kecil untuk menjadi perempuan karena perempuan itu hebat, bisa segala macam, sedangkan laki laki hanya mampu mengerjakan 5 macam hal saja, mencari uang, membeli mobil, tidur, makan dan nonton film. Pendapat anak lelaki tsb tentu saja didapat dari pencitraan lingkungannya, dan bukan mustahil, kelak, si bocah lelaki ketika berangkat dewasa akan melakukan hanya kelima hal seperti gambaran yang ia dapat ketika kecil.
Banyak, banyak sekali, kaum perempuan cerdas multi talenta terperangkap dalam kesibukan hari demi harinya tanpa ia bisa mencurahkan isi hatinya kepada orang terdekatnya.
Bagaimanapun...perempuan juga manusia bukan ? yang punya hati dan perasaan, punya keinginan dan tuntutan, yang bioritmiknya naik turun, yang kadar keihklasannya juga bergelombang, yang kemampuan fisiknya ada batasnya.
Mau ngomong sama suaminya, suami nggak punya waktu, suami pulang kerumah dalam keadaan lelah, kalaupun curhat, nggak didengar dengan baik, nggak ada solusi.
Berulang kali menyampaikan keinginan ataupun harapan, boro boro ada perubahan, bahkan ketika berbicarapun, suami mendengar separuh hati sambil baca koran atau nonton tv atau asyik dengan komputer.
Mau bicara kepada pihak lain takut menjadi salah persepsi, takut mendapat imej tidak baik.
Pokoknya, upaya kaum perempuan untuk mencari solusi kegelisahan batin menemui jalan buntu, sampai akhirnya, suatu saat beban tersebut tak akan tertanggungkan.
Apapun bisa terjadi, pemberontakan, tindakan tak terduga, atau timbulnya penyakit tertentu. Ini jelas, harus diwaspadai, sudah banyak peristiwa terjadi akibat komunikasi pasutri yang tidak tuntas, tidak tercapai komunikasi yang terjalin dengan indah, tak pernah ada komunikasi yang ujungnya mencapai kesepakatan, betapa kaum perempuan yang sudah pakepoh, tihothat, pakepruk, tisusut tidungdung berkurang energinya butuh bantuan orang orang terdekatnya, terutama suami tercinta.
Siapa sih yang ingin bikin susah suami ?
Siapa sih yang ingin menghalangi atau menghambat pekerjaan suami ?
Tidak satupun perempuan yang menginginkannya.......
Perempuan, cuma butuh didengarkan dengan sepenuh hati.
Perempuan hanya butuh perhatian yang diberikan suaminya dengan benar benar utuh.
Apabila sudah didengarkan dengan baik dan diperhatikan dengan utuh, energi kaum perempuan tidak akan menyusut, bahkan akan berlimpah untuk kemudian berbakti kembali, mengabdikan seluruh hidupnya bagi orang orang tercinta, anak anak dan suaminya.
Buat para pameget, para lelaki, sing tiasa miara para bojonya ya...jangan jablai....banyak bantu urusan rumahan, kasih waktu buat ngobrol yang tuntas dan intens, dengerin suara batinnya.
Mumpung masih bulan penuh cinta.....persinggahan bagi yang alpa, tempat introspeksi. Ayo...perhatikan istrimu...........jangan "autisme."
Jadi inget bapakku...ihiks...ihiks.....
Beliau adalah ayah yang nyaris sempurna, suami teladan. Kata ibuku, bapakku adalah suami terbaik sepanjang masa.
Beliau senantiasa ada untuk anak dan istri.
Beliau memupuk cinta anak istri tiada henti dengan limpahan kasih sayang setiap saat.
Beliau memupuk cinta terus menerus tiada henti, ngobrol, mengusap, mengelus, teman curhat , teman bermain, teman bikin peer, teman belanja, teman piknik, ketawa ketiwi dll dll...
Padahal....saat itu, beliau sibuk dengan karya tulisnya berupa buku buku yang banyak diterbitkan dan dipakai di sekolah sekolah, dan......Beliau saat itu adalah seorang pejabat tingkat propinsi di bidang pendidikan yang numpuk buanget kerjaannya.
Semoga bapakku dan ibuku dimuliakanNya dan dibahagiakanNya dialam sana, amin.
Semoga kita semua menjadi manusia yang bahagia lahir batin, bisa saling mengasihi, menyayangi, menempuh hidup bersama penuh kebahagiaan, penuh pengertian, penuh perhatian, saling support, saling memberi energi, memperoleh rejeki yang berkah dan juga memperoleh kemudahan menjalankan hidup keseharian, amin.
Yuk ah, Salam
Saturday, February 09, 2008
LISTEN, LEARN, CHANGE
LLC, Listen, Learn, Change
Apaan tuh......?
Pernah suatu ketika baca tulisan tentang Listen, Learn, Change......wuuuuiiiih, bagus banged ya..... !
Pokoknya, kalau kita bertindak, melangkah, mengambil keputusan dll dll berdasarkan pada listen dan learn, pasti yang kita putuskan itu akan bagus, hebat dan bermakna bukan ?
Allah saja memberi kita 2 telinga dan 1 mulut, artinya kita harus 2 kali lebih banyak mendengar dari pada berbicara kali ya.......
Nggak seperti sekarang, orang pada berebuuuuuut bicara....orang pada berebuuuuut adu teriak, pokoknya bicara, bicara, teriak, adu mulut, gogorowokan teu puguh lah........pusing dengerinnya juga........
Kayaknya, sekarang kalau orang dikasih kesempatan bicara, hayooooooooh aja ngomong segala diumbar, diomongin, dikeluarkan seluruh isi perutnya (....heuheuheu...pantesan isi bicaranya jadi bau....maap, maap..)
Terkadang, melihat orang teriak teriak bicara, atau adu mulut, adu argumen, seolah olah mereka bener sendiri dan pinter sendiri, atau melihat orang capetang dan ngocoblaksendiri ( apa bahasa indonesianya ngocoblak ya ) aku sih suka jadi inget ( maaf) gogog tetangga yang suka adu kaing kaing sama sesama gogog lainnya.
Mereka itu tahu nggak sih, bahwa lidah itu bisa lebih tajam dari pedang, bisa melukai hati dan perasaan, bisa bikin orang mual dan sakit perut, bisa bikin orang pusing dan gatel gatel.......
Kayaknya yang suka seneng bicara itu nggak ngngngeuh tuh, kalau kita yang dengerin udah nnnnnneg banget......yang penting mah output nyata atuh, bukan bau mulut doang......
Mereka itu tahu nggak sih, bahwa dari setiap kata yang kita ucapkan, setiap lisan yang dikeluarkan mulut kita, ada pertanggungjawabannya kelak ?
Listen, Learn, Change......bagus bukan ?
Banyak banyaklah mendengar dan kemudian pelajari dengan benar sebelum mengambil langkah.
Celakanya, kalau boleh dibilang celaka, banyak juga orang yang "mendengar", tapi salah memilih narasumber apa yang didengarnya,. bukan rahasia lagi, jaman kiwari banyak banged juru bisik, juru lapor, juru hasut dll dll yang bisa membuat kita salah mengambil sikap, namanya juga manusia punya perasaan dan punya bioritmik emosi jiwa, bisa ikut terhasut juga tuh sewaktu waktu ( atau bahkan sepanjang waktu ??? hahaha...).
Gimana sih denger yang baik itu ?
Kayaknya, disinilah peran ketajaman nurani, ketajaman kalbu, kebersihan dan kebeningan kalbu banyak berperan.
Boleh saja orang juga pake istilah aura, indra keenam, ketajaman nurani, atau apalah.....
Tapi bener lho, kita juga bisa menyaring apapun baik sumber pendengaran atau lainnya, kalau kita belajar membersihkan kalbu kita, nggak semua apa yang kita dengar akan kita percaya begitu saja, kontrol terbesar, penyaring terkuat adalah ketajaman nurani atau kebersihan hati kita bukan ?
Nggak semua apa yang dibisikkan akan kita percayai bukan ?
Kalau begitu, intinya sih bukan diawali dengan mendengarkan bukan ?
Kata sepuh juga, kalau mau bagus segalanya sih, intinya di kebeningan hati ( sing beresih hate....begitu kata orang tuaku juga , dulu, semoga Allah memuliakan ibu bapakku disana )
Jadi ????
Ya baguslah listen, learn, change....
Tapi awali dululah dengan upaya upaya membersihkan hati, agar apa yang kita dengar itu benar, agar kita juga mempelajari dan mengamatinya juga benar, dan agar apapun langkah kita selanjutnya Insya Allah juga benar....
Jadi inget ....
Jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah hati cahaya hidup ini.
Semoga kita semua diberi kemampuan untuk rajin rajin membersihkan hati, agar menjadi bening dan kita bisa menjalankan listen, learn, change dengan baik dan benar.
Salam.
Monday, February 04, 2008
KARAKTER DASAR
Pokoknya mah punya karakter dasar yang unik lah.
Tiap orang per orang amat sangat berbeda, nggak ada yang sama persis, kalau mirip atau nyaris sama atau kerangka polanya agak sama, ya pasti ada.
Karakter, sebagian katanya diturunkan melalui genetik, diwariskan lewat DNA atau rangkaian chromosome ( ceileee...gaya nya ), kemudian dilengkapi dengan pola asuh atau pola didik, disempurnakan dengan keteladanan orang tua , diwarnai dengan contoh dari lingkungan pleus dibumbui oleh tontonan media elektronik dlsb.
Maka jadilah karakter dasar seseorang dalam bersikap, bertutur kata, bertingkah laku.
Dalam keseharian, begitu banyak munafikun, kalau boleh dibilang demikian.
Karakternya apaaaaa, jebulnya atau kemasannya suka begitu indah mempesona.
Pokoknya, kemasannya suka bagus, menipu penglihatan dan penilaian kita, padahal....aje gile banget dah. Iya nggak ??
Banyak banget kan yang suka menipu atau tertipu dengan selintas penampilan ?
Naaaaah, kalau dalam keadaan tekanan fisik dan mental, dalam keadaan lelah, dalam keadaan adanya stressor yang terus menerus, baik dalam bentuk alam, jadual, program, lingkungan, berpindah pindah tempat dan suasana dalam waktu singkat, maka muncullah karakter dasar. Asli lho.....hehehehhe.....akan keluarlah bagaimana aslinya, nggak mungkin dikemas lagi.
Kalau inget karakter dasar, suka nano nano banget deh......bener, walaupun nggak aneh aneh amat, nggak gila gila amat, tapi adaaaa aja yang bisa dipetik pelajaran ketika kita semua dalam kelelahan fisik saat berhaji, ketika kesabaran, keikhlasan, kepasrahan diuji......adaaaaa aja yang suka bikin kita mengernyitkan dahi.......atau malah bikin kita berdecak kagum.
Bayangkan, dalam terik panas udara Mina, dalam kepengapan karena begitu banyak jamaah dalam satu maktab, dalam antrian panjang saat makan, adaaaaa aja si akang ( usianya masih muda tuh, 20 an atau 30 an kali ya) yang rajin membagikan piring.......
Nggak cukup hanya piring, ia akan kembali membagikan sendok garpu, bahkan, ia rela berkeliling dari tenda ke tenda membawa kartu maktab seseorang yang hilang,
Ketika yang lain sibuk mengurus diri sendiri, ketika yang lain berebut antri makanan, malah ia ikhlas berkeliling membantu lainnya......sambil ramah dan tersenyum lagi.
Si mamah suka iseng teriak...yang bagiin piring Insya Allah mabrur....dan si akang baik hati itu menjawab, amiiiiin.....Kalau dia balik lagi bagiin sendok, si mamah teriak lagi....yang bagiin sendok, Insya Allah mabrur.......amiiiin, kata si akang itu ( orang Bandung ya??? kayaknya group Bandung tuh...), lagi lagi dengan senyum.
Dan, ketika si mamah bicara kepadanya, pak..koq bapak pinter amat mencari peluang pahala.....oh, iya bu, kita kan harus pandai pandai mencuri setiap kesempatan yang berpahala....
Duuuh, si akang, mudah mudahan Allah menjaga hatinya agar tetap baiiiiik ya...( Eh, bu Rita, inget nggak si akang yang menyimpan kartu maktabnya ya....)
Di Arafah, Mina, adaaaaa aja ibu ibu yang sigap menolong, membersihkan kamar kecil, mengatur lalu lintas yang ke kamar mandi, menuliskan pintu kamar mandi yang khusus untuk kamar kecil, menawarkan tissue, mendahulukan yang lain ketika dibagikan mie instan ( Hallo bu Monda, bu Etty....anda anda tuh baiiiiik banget yaaa, selalu mendahulukan yang lain...two thumbs up deh buat anda berdua ).......
Tapiii, ada juga koq yang sibuk menimbun makanan, antri duluan, ambil makanan sebanyak banyaknya daaaan...nggak dihabisin....uuuuggghh, sementara yang lainnya cuma dapet nasi doang, hehehehehe......
Bahkan, ada lho yang ribut di maktab si mamah cuma karena gara gara mie instant doang.........ampyuuuun, haji, haji, mabrurrrrrrr ateueueueuh.....
Banyak koq yang berkarakter dasar baiiiik banget......ada yang rajin bagiin makanan perbekalannya, ada yang sigap menolong...
Duuuuh, kalau inget tolong menolong, jadi inget yang satu ini pula, ini juga patut diacungin jempol deh, namanya Dr. Koko Handoko SpD, kayaknya dari Jogya ya.....ada yang kenal ??
Salam dari si mamah gitu ya......
Beliau itu baiiiik banget, ramah dan siap menolong, bahkan ketika kita terhambat birokrasi pemakaian ambulance karena ( hehehe...karena karakter dasar seseorang yang saat itu muncul dengan "bagusnya".....iiiiih, di dekat Makkah lho.....masih nggak ngeuh untuk menabung kebaikan, si mamah sampai mengernyitkan alis, atuda bener bener kagak ngarti deh sama tingkah polahnya saat darurat begitu, nggak bisa pake Ambulance lah...nggak bisa pake tabung oksigen lah....beueueueueu...Semoga saja beliau beliau sudah mabrur, amin......),.
Dr. Koko itulah yang sibuk menilpon sopir ambulance, menyiapkan segala perlengkapannya, masih inget kata katanya saat itu : " Ini tanggung jawab kita semua, ayo segera berangkat ke Rumah Sakit yang lebih komplit ", sambil ikut sibuk mindahin pasien ke Ambulance, mengontrol kelengkapan Ambulance dlsb.....
Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberkahi beliau terutama dalam sepak terjangnya sebagai tenaga medis, amin.
Beberapa kali si mamah ketemu Dr. Koko, beliau selalu dan selalu ramah, baik dan siap menolong....waaaah, Insya Allah beliau mabrur, kebayang makin baik banget atuh yaaaa...
( Hallo Jogya...asyik tuh ada Dr.Koko yang baik hati disana ...)
Selama perjalanan berhaji, disaat saat tertentu ketika kelelahan fisik, bersatu padu dengan kegamangan, kegalauan, kecemasan, kekhawatiran.....banyaaak banget yang karakter dasarnya bermunculan.
Ada yang bener bener kayak juragan lah, ada yang acak adut lah, hehehhe...itu tuh kain Ihram klawar kliwir nggak karuan lho......heheheheh...
Ada anggota DPRD dan Pembantu Rektor yang ribut berantem versus Panitia Haji mempersoalkan pemondokan ( ini menurut detik.com lho....)...
Tapi salah satu sifat dasar karakter kewanitaan sih jelas, sangat muncul dalam berbagai situasi apapun juga, ketika berhaji sekalipun.......heuheuheuheu...itu tuh, seneng banget berburu belanjaan, wuakakakakakakaka....sampai Jeddah sekalipun, menjelang kepulangan ke Tanah Air, masiiiiih aja banyak yang hobby jumrah reyal, masiiiiih aja seneng belanja, iya nggak ???
( Hallo Bu Yanti...overweight berapa puluh kilo jadinya ??? )
Sebenernya, katanya, mabrur itu bisa juga qabla haji, artinya, sudah lebih baik segalanya sebelum berhaji, artinya lagi, introspeksi, kontemplasi, memperbaiki apa yang kita anggap kurang baik yang ada didiri kita sebelum berhaji.
Bisakah ?
Apa bisa memperbaiki karakter ?
Jadi inget, leader itu bisa to be born atau bisa juga to be learned.......
Karakter ?
Kan bisa juga dipelajari dan diperbaiki, diperindah.
Rahasianya adalah, kalau mau wangi, sering seringlah bergaul dengan pedagang minyak wangi, bukan begitu ?
Tapi bukan berarti , kalau mau berkarakter indah...harus bergaul dengan neng Indah......heuheuheu
( eh, kalau sama Neng Indah Singapore, bolehlah.....Neng Indah, kamana wae yeuh ???)
Tuesday, January 22, 2008
KONFLIK PASUTRI
Mungkin rada rada muna yang menjawab begitu mah atau....pengecut kali ya...rada rada penakut, gitu lho....hehehehe, takut jadi KDRT kali ya......kuaciaaaan deh.
Tapi, walaupun berbeda, nggak cocok seratus persen, kan pasti masih amat sangat bisa berjalan beriringan, berdampingan, saling memberi energi, sama sama menjalani kehidupan apapun dengan penuh kenikmatan dan kebahagiaan.....betul ??
Naaaaah...konon, katanya, kalau berhaji berpasangan, berdua suami istri, suka adaaaaaa aja konflik, ribut, berantem,.....hehehehe, nggak ada yang cakar cakaran ya, atau ada ?......
Adu mulut ?
Katanya sih ada, banyak malahan.
Kata info dari temanku sih, misalnya, suaminya pengen shalat dipelataran masjid, males menembus lautan manusia, istrinya pengen masuk masjid, ribut.....
Suaminya pengen Thawaf dilingkaran luar, istrinya pengen deket Kabah, ribut......
Istrinya pengen mencium Hajjar Aswad, suaminya nggak mau, ribut....
Istrinya pengen ke Pasar Seng, suaminya pengen tiduran, ribut.........
Istrinya pengen belanja, kehabisan duit, suaminya pelit nggak ngasih duit, ribut......
Yah, hal hal sepele begitulah yang suka bikin ribut besar.
Di Tanah Suci sekalipun, lagi berhaji, ribut sih teteeeeep aja ribut.....
Berhubung si mamah mau berhaji berdua si akang, dan konon...dari cerita teman, sejawat, relasi, kalau pergi berdua, dipersatukan jadual yang sama selama sekian lama, suka parasea, berantem, ribut, konflik dlsb, seperti diceritakan tadi......maka jauh jauh hari, si mamah sudah mengkomunikasikan hal tersebut kepada si akang.
Kata si mamah, berhaji, kan ngumpulin biayanya juga lama dan syusyah, berhaji kan butuh pengorbanan yang besar, ninggalin semua kecintaan, berhaji kan membutuhkan energi dan waktu yang luar biasa....siapa tahu seumur hidup cuma sekali berhaji, iya kan ?
Maka akan sangat rugi banget kalau begitu besar persiapan dan pengorbanan yang sudah dilakukan, tercoreng hanya oleh hal hal sepele.
Berulang kali kita bicara, ngobrol, gimana ya caranya supaya nggak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan yang akan mengurangi kenikmatan beribadah. Hal hal apa saja yang biasanya suka bikin kortsluiting....hehehehe......kan soal sepele juga suka bisa bikin ribut, apalagi kata pak ustadz Agus, soal nyari peniti aja bisa jadi berantem pasutri....duuuuh.
Berulang, berulang, berulang kita bicarakan, pengennya gimana, keberatan keberatan masing masing pihak apa, contohnya soal waktu aja...yang satu pengen cepet cepet ke Masjid yang satu pengen nanti aja, santai....kan kalau terjadi hal begitu bisa mengurangi kenikmatan beribadah bukan ?.....
Begitulah, manasik haji kan bukan cuma diberikan para pembimbing ibadah haji, kita sendiri juga bisa introspeksi, berkomunikasi intens, berupaya mengkomunikasikan, meminimalkan perbedaan yang mungkin muncul menjadi konflik............dan...ketika kita berhaji, alhamdulillah, kita berdua bisa happy, seneng, nikmat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, alhamdulillahirabbilalamin.
Ayo atuh berhaji....jangan lupa manasik dulu ya.....
Persiapkan segala sesuatunya dengan baik, ikhtiar disempurnakan, doa ditingkatkan.
Insya Allah akan menjalani segalanya dengan penuh kenikmatan.....
Didoain deh sama si mamah ya....
Thursday, November 29, 2007
SENANDUNG INDAH
Berhubung si mamah pasti lagi nggak bisa ngeblog...ya diposting sekarang saja ya...
Kata mereka, diriku slalu dimanja
Kata mereka, diriku slalu ditimang
oh bunda ada dan tiada kau selalu ada didalam hatiku
Aduuuuuuuh, kalau denger lagu bunda ciptaan Melly Goeslow ini rasanya gimanaaaa gitu ya
Sebentar lagi Desember, ada hari ibu, sebelumnya ada Idul Adha, dilanjut dengan perayaan Natal, rasanya kita akan menjalani minggu minggu tenang, minggu damai, sejuk dihati, dimana mana akan terdengar syahdu senandung senandung indah membuai kalbu, iya nggak ?
Semoga aja ketenangan dan kedamaian yang tercipta di minggu minggu menjelang akhir 2007 akan membangun energi positif sebagai bekal menjalani tahun 2008.
Dimulai hari hari menjelang Idul Adha dengan lagu lagu yang banyak mengingatkan kita untuk memperbaiki hubungan dengan Yang Maha Menciptakan dan juga dengan seluruh mahluk ciptaanNya, dibarengi lagu lagu yang menyanjung bunda, aduuuuuh, terhanyut kita kedalam buaian bunda, kedalam memori yang indah menentramkan...
Ooh bunda ada dan tiada kau selalu ada didalam hatiku ( semoga Allah memuliakan ibuku dialam sana, amin )
Senandung tentang bunda, senantiasa membawa kita kealam tumbuh kembang seorang manusia.
Menyanjung bunda selalu mengantar kita ke memori betapa besar pengorbanan seorang ibu sejak awal kehamilan, melahirkan, merawat, membesarkan.
Pokoknya bunda itu penuh pengorbanan banget deh.....dengan ketulus ikhlasannya yang tiada tara, tiada terbalaskan, dengan kesabarannya yang tanpa batas, dengan kesigapannya yang bagaikan tak mengenal lelah, dengan kehangatannya yang seakan tak pernah pudar, dengan sejuta doanya yang tiada henti sampai ujung usia mengantarkan kita menjadi manusia seperti harapannya, insan yang sehat bahagia sejahtera, penuh kasih sayang dan bermanfaat bagi sebanyak banyak mahlukNya.....
Duuuuh, doa bunda itu selalu dan selalu hanya buat kebaikan saja ya....
( Semoga semua bunda bisa full energi lahir batin untuk menjalani peran peran mulianya, bertanggung jawab atas mahluk yang telah Allah titipkan kepadanya, amin )
Masih ada hari hari menjelang tutup tahun 2007, yang akan diisi dengan senandung senandung yang indah dengan lirik yang mempesonakan, menggugah kalbu, menyejukkan jiwa, mengisyaratkan nurani yang mendambakan ketenangan, kedamaian, kesejukan.
Sesungguhnya hidup ini adalah karunia Allah yang terindah
Selamat menikmati pekan tutup tahun dengan perenungan yang indah mempesona.
Semoga kita semua mendapat anugrah energi positif yang melimpah yang akan membawa kita menjalani 2008 dengan penuh kegembiraan, penuh sukacita, penuh kebahagiaan , penuh kehangatan dan penuh manfaat, amin.
Saturday, November 24, 2007
MOTIVASI
Pokoknya gitu deh....segala sesuatu kan ada alasannya kenapa kita pake sepatu,kenapa kita makan, kenapa kita belajar, kenapa kita ngantor kenapa kita riset untuk gelar doktor ?
Semuanya pasti ada dorongannya, ada alasannya, ada motivasinya .
Orang kepasar, pasti ada motivasinya, mau beli beras keq, gula didapur habis keq.
Orang sekolah,pasti ada motivasinya, mau nimba ilmu keq, pengen ketemu si doi keq, pengen lihat guru ganteng keq, mau jajan dikantin keq.
Orang kerja juga ada motivasinya, cari duit keq, males dengerin pidato bini dirumah keq, mau kongkow kongkow sama rekan keq....
Orang korupsi juga ada motivasinya.....terpengaruh temen keq, butuh duit keq, aji mumpung keq, anjuran selingkuhan keq ( iiiiiggh..udah selingkuh, korupsi lagi....)
Pokoknya.......segala sesuatu yang bikin manusia menggerakkan anggota badan dan jiwanya, pasti ada motivasinya bukan ?...
Garuk hidung juga ada motivasinya......gatel tauuuu....
Cari wc juga ada motivasinya.......hehehehe, mau apa coba...kebelet kali ya...
Shalat, puasa, zakat, berhaji, juga tentu ada motivasinya, ada dorongannya, ada alasannya.
Ketika kita kecil, kita ikut ikutan puasa, karena kalau tamat puasa dikasih hadiah. Ketika kita bersahur, kita cepat bangun karena kalau cepat bangun akan ada bonus duit.
Ketika kita belajar mau ulangan, kita termotivasi karena kalau rapornya banyak angka 9 nanti dikasih uang.
Ketika kita dewasa, kita puasa , mungkin karena kita malu, wong anak kecil juga bisa puasa koq...piraku sayah nggak puasa ???
Atau mungkin kita puasa karena sudah sangat paham, itu kan kewajiban kita puasa.
Motivasi lain kita puasa ketika kita sudah dewasa , bukan karena iming iming duit atau hadiah lainnya ataupun karena malu oleh anak kecil yang puasa.
Tetapi kita puasa semata mata agar kita termasuk kedalam golongan orang yang bertakwa kepada Allah.
Motivasi banyak ragamnya, banyak nilainya, banyak kelasnya dari waktu ke waktu, sesuai perkembangan kedewasaan dan kesadaran, motivasi untuk melakukan hal yang sama akan berubah terus , makin bernilai, makin berbobot, begitu seharusnya bukan ?
Ketika kita dewasa, apapun yang kita lakukan, sudah seharusnya motivasi kita adalah hanya ibadah kepada Allah semata.....bukan begitu ??
Mudah mudahan , teman teman yang berhaji kali ini ( juga si mamah dan si akang ), sepulang berhaji nanti, dalam setiap gerakan , mempunyai motivasi yang menunjukan kelas yang lebih baik, dalam hal apapun juga.. ....
Ialah hanya semata mata ibadah kepadamu ya Allah .
Doakan kami naik kelas ya....
Salam
Wednesday, November 21, 2007
LAW OF THE FARM
Buat yang lagi pada merasa syusyah, bete, sibuk abisss dan ciweuh dikejar deadline...
Pernah denger nggak ada orang yang ngomong gini :
Kamu sih enak , nggak kayak kita........
Atau itu Bapak X sih enak ya hidupnya, kayaknya nggak pernah susah.....
Atau....itu ibu Z asyik banget hidupnya, mau apa aja bisa......
Emang ada gitu, orang yang ujug ujug hidupnya enak ?
Jadi teringat nasihat si akang kepada anak anak.
Kalau mau hidup enak dan berkah, salah satu rahasianya adalah jalani aja hidup dengan falsafah LAW OF THE FARM.
Maksoednya ?
Kita tahu kan cara bekerjanya para petani, tentu saja petani jaman baheula .
Mereka ke sawah pagi pagi buta, proses diawali dengan mencangkul, mencangkul, mencangkul.....teruuuuuus begitu.
Tanah yang keras dicangkulin, panas terik masih mencangkul, nggak kenal lelah mencangkul, mencangkul dan mencangkul.
Berhari hari bahkan berminggu minggu mereka mencangkul, pokoknya menyiapkan lahan gembur dan subur, tanah keras dibikin lunak.
Tanpa lelah.
Tahap berikutnya mereka mengairi lahan yang sudah dicangkul, tangan, lengan, kaki, pinggang, bahkan muka belepotan tanah basah dibawah panasnya mentari nggak mereka pedulikan.
Dengan tekun dan senang hati, lambat tapi pasti, waktu yang tepat sesuai musim yang berganti, mereka menyiapkan seluruh lahan untuk siap ditanami bibit padi.
Kemudian mereka menanam bibit, dipilih yang paling bagus. Setiap hari ditengokin, dirawat hingga tumbuh benih benih untuk ditanam, selanjutnya mereka menanam pohon padi kecil dilahan yang sudah disiapkan, satu demi satu, teratur, ditanam dengan cara yang akurat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman.
Jaraknya teratur, kedalaman tanaman tertentu, mereka membungkuk terus, membungkuk dan membungkuk membiarkan punggungnya terbakar matahari, tetap dengan kecintaan dan harapan.
Berminggu minggu kemudian, mereka merawat tanaman dengan menyiangi tanaman liar seputar tanaman padi, menyingkirkan hama dll, dlsb, hingga tiba padi menguning, mereka tetap menjaga dengan membuat orang orangan sawah, digoyang goyang sepanjang hari untuk mengusir burung yang akan mencuri hasil kerja keras mereka berbulan bulan.
Saat panen tiba, mereka bersuka cita memetik segala jerih payah mereka yang sudah dilakukan berbulan bulan dengan berbagai kendala, kesulitan, kecemasan takut gagal panen.
Mereka bersuka cita, memetik hasil kerja keras dalam tempaan berbagai macam hambatan.
Naaaah....jadi, pesan moralnya, kalau mau hidup enak, menikmati sesuatu, nggak gampang lho.....
Ada upaya kerja ekstra keras yang dilakukan dalam proses yang panjang, penuh perjuangan, dilakonin dengan perhitungan yang cermat sesuai metodenya , dikerjakan dengan penuh suka cita diiringi nano nano perasaan lainnya, kadang cemas, kadang penuh harap, diiringi doa dan keikhlasan........
Hasil enaknya ?
Tinggal tunggu saja seperti para petani memetik hasil padi yang sudah subur menguning.
Mau yang instant?
Nyontek ?Njiplak?
Aaaaaah, dimana mana oge nggak ada petani yang ujug ujug memetik padi bukan ??
Kalau yang instant mah hasilnya juga instant ludesnya, lenyap lagi......
Nggak bikin happy dan berkah, cepat hilang lapuk dimakan waktu dan azas manfaatnya diragukan....iya nggak ??
Begicuuuu lho.... ( didedikasikan buat Ine di Duesseldorfyang mau maju sidang S3, Insya Allah nggak akan gagal panen Ne, Ophi di Duesseldorf yang lagi sibuk deg deg plas sambil nulis, juga Meta dan Astrid di Magdeburg yang lagi pusying dikejar deadline bikin paper pleus riset riset di lab.........juga lainnya yang sedang berjuang......doa si mamah )
Saturday, November 17, 2007
EMPAT EL
Bukan tentang type rumah, hehehehe.
Kan ada type rumah empat el, loe lagi loe lagi...
Itu tuh rumah yang kecil mungil type 21 meter persegi kali ya, atau 36 meter persegi, atau 1 Zimmer Wohnung juga bisa....heuheuheu, yang bikin kita ketemu dia lagi dia lagi kemanapun melangkah....
Empat El yang ini adalah salah satu nasihat si akang kepada anak anak tentang falsafah hidup supaya bermakna dan nanti kalau ujung usia bisa tersenyum, begitu katanya.
Hidup, supaya bermakna, enak menjalaninya, bahagia sejahtera dan memberi manfaat, harus mengandung empat el.
L yang pertama adalah, to Live.
Pokoknya kita bisa hidup terpenuhi kebutuhan pokoknya, kebutuhan dasarnya, bisa sehat , bisa bergerak, bisa makan, bisa punya baju, bisa punya tempat berteduh.
L yang kedua adalah to Love.
Kita bisa punya seseorang atau beberapa orang untuk dicintai dan mencintai
Bisa kekasih, bisa istri atau suami, bisa anak, bisa ortu, bisa adik kakak, bisa temen, bisa siapa aja atau apa aja....hewan peliharaan kali ya atau tanaman
Pokoknya mahluk hidup deh yang bisa berinteraksi positif.
L yang ketiga adalah to Learn.
Kita bisa belajar, menambah pengetahuan atau wawasan , bisa menambah nilai yang akan memberi perkembangan atau perubahan positif kedalam kehidupan kita.
Pokoknya kita bisa berubah meningkat dan bergerak maju.
L yang keempat adalah to Live in Legacy....
Naaaah yang ini yang suka banyak dilupakan orang.
Pokoknya, kita harus bisa memberi arti, memberi nilai dalam kehidupan kita yang bisa diwariskan atau diteruskan, yang bisa memberi nilai tambah orang lain, terutama generasi berikutnya, khususnya orang seputar kita.......
Bisa aja kita mewariskan nilai positif dalam keteladanan hidup, bisa saja kita mewariskan perusahaan, toko, rumah, atau materi lainnya, bisa saja kita mewariskan ilmu dalam bentuk buku atau pengetahuan, bisa saja kita mewariskan ketrampilan apapun...........
Naaah, point keempat ini banyak menyiratkan banget cara hidup yang nggak soliter, individualis, kudu banyak mengandung makna spiritual dan hidup dalam kelompok, bergaul, berinteraksi, iya nggak ???
Kalau kita sudah punya dan menjalankan empat el...
Insya Allah diujung usia kita tersenyum bahagia......
Doa si mamah buat semua pembaca, semoga bisa memiliki ke empat L ini.
( please baca juga LAW OF THE FARM ya ).
Salam
Sunday, November 11, 2007
BULLYING
Pernah denger kata bullying nggak ?
Ada yang baru denger kaaaan ?
Di detik com, 29 april 2007 jam 02.40, ada ulasan tentang bullying.
Pokoknya disitu diingatkan, hati hati adanya bullying di sekolah sekolah, sementara masyarakat sekolah nggak ngeuh, nggak nyadar, bahwa telah dan sedang terjadi bullying di lingkungan sekolah.
Jadi teringat, dari duluuuuu si mamah ini suka ikut ikutan cawe cawe, kalau tahu ada yang nggak beres dengan lingkungan anak anak, bukan anak anak si mamah aja, tapi juga anak anak orang lain.
( Baru baru ini malah ikut menyampaikan saran ke kepala sekolah sd terdekat kantorku, padahal kan si mamah ini udah nggak punya anak sekolah sd, gara garanya, ada anak rada rada stres karena tahu guru agamanya suka mukulin anak anak sekelas tanpa alasan yang jelas...main bak buk atau jutak jitak aja...., gila nggak tuh ...gggggrrrrkkkkh...)
Kalau diingat ingat, perjalanan hidup mendampingi anak anak, si mamah tuh suka selalu ikutan aktif di BP3 ( sekarang BKOMS kali ya atau Dewan Sekolah ), maksudnya tidak lain tidak bukan agar anak anak mendapat lingkungan untuk tumbuh kembang dengan baik, termasuk di sekolah.
Dulu, ketika si mamah aktif banget, 4 tahun jadi pengurus sekolah ( bayangin, sambil kerja tapi harus juga kerja sosial ), mati matian berupaya agar anak anak itu seneng sekolah, agar sekolah itu menjadi tempat yang menyenangkan, bukan saja bangunan fisiknya atau fasilitasnya lengkap dan terpelihara, tapi juga nuansanya, aura guru guru dan petugas sekolah lainnya
Pokoknya, semua insan sekolah harus menciptakan suasana yang bikin anak anak seneng sekolah.
Bagaimana caranya ?
Ya dibuat saja program, disosialisasikan ke seluruh orang tua, alhamdulillah mendukung.
Sekolah terlihat bertambah bangunan fisiknya, ada mushala lengkap dengan peralatan shalat, buku buku dll untuk belajar mengaji, ada perpustakaan, buku bukunya banyak dan menarik, ada tempat parkir sepeda karena anak anak umumnya bersepeda ( maklum sekolah di kompleks perumahan yang jalannya bukan jalan umum ).
Juga bertambah fasilitasnya.
Ada beberapa komputer, angklung lengkap 2 set dll dll.
Disamping itu, sekolah terjaga kebersihannya, terutama wc sekolah dan taman tempat anak anak duduk memperhatikan tanaman dan kolam ikan.
Dibuat pula beberapa program ekstrakurikuler yang menyenangkan.
Pokoknya, diciptakan banyak program yang membuat anak anak betah berlama lama di lingkungan sekolah.
Selain itu, guru guru dan petugas sekolah selalu ramah, menyejukkan dan menyenangkan karena kesejahteraannya juga diperhatikan.
Itu semua berkat upaya bahu membahu seluruh orang tua yang menginginkan agar anak anaknya bersekolah ditempat yang menyenangkan.
Prestasi anak atau ranking kan hanya sampingan saja.
Kalau anak seneng sekolah, potensinya dengan sendirinya akan maksimal.
Tidak heran, banyak prestasi ditingkat propinsi atau kabupaten yang disabet siswa siswa sekolah itu.
Salah satu yang menjadi concern kita sebagai orang tua, yaitu tadi...masalah bullying.
Jangan sampai deh ada bullying di lingkungan tempat anak anak kita berkiprah, baik dirumah, dilingkungan tempat tinggal, di sekolah atau dimana saja, agar anak anak tumbuh kembang dengan sebaik baiknya.
Bullying, ini mengutip berita detik.com, adalah penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang sehingga korban merasa tertekan, trauma dan tak berdaya.
Peristiwa bullying mungkin saja merupakan kejadian yang berulang.
Bullying, bisa terjadi dalam 3 bentuk.
Pertama fisik : memukul, menampar, menjitak, meminta materi dengan paksa, dll dll.
Kedua, bentuk verbal, misalnya memaki, mengejek atau menggosipkan, dlsb.
Ketiga, bisa dalam bentuk psikologis, misalnya intimidasi, mengecilkan, mengabaikan, mendiskriminasikan, dll.
Bullying, merupakan masalah yang penting, di sekolah sekolah bisa muncul dalam berbagai bentuk.
Terkadang bahkan tidak disadari oleh masyarakat sekolah.
Kegiatan ospek atau kegiatan ritual yang dilakukan senior terhadap junior, adalah bentuk bullying yang tak disadari.
Ospek yang seharusnya merupakan kegiatan untuk memperkenalkan sekolah dan program yang ada di sekolah, melenceng menjadi ajang untuk mempermalukan, mengerjai, melecehkan para siswa baru dengan kegiatan yang merendahkan dan mengintimidasi.
Bullying, tidak saja memberi dampak negatif pada korban, tetapi juga dampak buruk pada pelaku.
Dari penelitian, konon bullying berhubungan erat dengan depresi, agresi, penurunan nilai akademis, tindakan bunuh diri, menurunkan kecerdasan dan kemampuan analisa (...deueueueueh...pantesan bangsa kita makin menukik kebawah ya.......di bullying terus dimana mana siiiiih )
Dilain pihak, pelaku bullying juga berpotensi menjadi pelaku kriminal ( hallo....alumni STPDN/IPDN.....apa kabarrrr ???)
Pokoknya, jelas jelas banget, bullying itu merusak generasi penerus.
Apa yang kita lihat dikeseharian ?
Bahkan di sekolah sekolah, baik anak didik maupun guru dan kepala sekolah banyak yang tidak melaporkan tindakan bullying ( masih banyak tukang palak kan ?).
Bullying cenderung dianggap bagian dari kewajaran anak anak bermain dan dianggap normal.
Tidak disadari, akibatnya atau dampaknya kan akan terlihat dikemudian hari ( jadi inget apa kata si mamah ke kepala sekolah sd : tindakan guru agama memukuli kepala anak seruang kelas, jangan dianggap nggak berdampak, jangan dianggap bukan masalah karena anak anak nggak ada yang lapor....nanti, nanti pak, akibatnya....20 tahun lagi., 30 tahun lagi.....anak akan tumbuh jadi sadismus atau malah menjadi pengecut, penakut, nggak pede dlsb.....)
Menurut penelitian, 10 % anak anak korban bullying di jepang bahkan melakukan tindakan bunuh diri....halah....
Itu si cho di virginia tech juga kan semasa sekolahnya dulu terus menerus di bullying sama temen temennya, akibatnya kan edan banget.....puluhan nyawa melayang...
Sudah saatnya, kita, waspada, dan ikut aktif mencegah adanya bullying, baik dirumah ( naaah ini...cucu kakakku, pernah punya suster galak, suka mengurung dikamar mandi kalau ortunya kerja, disertai ancaman, kalau lapor, awassss!!!!), dilingkungan tempat tinggal ( masih ada kan yang maksa pinjem bola, pinjem mainan, pinjem sepeda dll dll ?), terlebih lagi di sekolah sekolah terutama ditempat anak anak kita menuntut ilmu ( wekks...itu ospek masih adaaaa aja ya ...).
Bayangkan, kalau kita nggak waspada atau ikut aktif .....
Mau jadi apa kelak generasi penerus kita ??
Depresi ? Kurang cerdas ? Nggak punya nyali ? Nggak bermartabat ?
Atau bahkan jadi pelaku kriminal ??
Iiiiihhh, amit amit ya....jangan sampai deh.....
Hayu atuh kita senantiasa waspada terhadap bullying yang terjadi diseputar anak anak....
Insya Allah, anak anak akan tumbuh kembang dengan sangat baik, menjadi insan yang sehat bugar berenergi, menyenangkan dan full manfaat, amin
Yang mengherankan, menurut berita Kompas hari ini, ucapan Kepala Sekolah SMA 34 yang menginginkan masalah diselesaikan secara intern ( padahal geng penyiksa itu sudah ada lamaaaa dan diketahui pihak sekolah lhooo...).
Kata beliau, karena masih anak anak, khawatir masa depannya hancur......
Hallo Bapak...kumaha damang ??
Itu yang patah tulang sudah banyak, secara fisik sudah jelas dampak negatifnya........
Secara mental ??? Sudah hancurrrrr pak...........
Apa gunanya anak unggulan dalam nilai matematik, fisika, kimia, dll dlsb...
Apa gunanya jadi sarjana , jadi doktor kalau dalam hatinya, jiwanya berantakan ?
Mau jadi apa kelak bangsa ini kalau seorang pendidik, kepala sekolah unggulanpun sudah bersikap demikian terhadap Bullying.......hallooooooooouuwwww????
Koq ya bangsa ini nggak belajar belajar ya...
Yang diburu cuma fisik, materi, duniawi semata....
Kalau demikian, kapan negara ini akan diberkahi Allah menjadi negara yang adil makmur palamarta, tata tentrem kerta raharja, gemah ripah loh jinawi, rakyatnya bahagia sejahtera salamet dunya akherat ???......
Duhhhhh...
BAHAGIA
Sama sama profesional walaupun dalam bidang berbeda.
Dia, yang sudah lebih dari 20 tahun mengabdikan dirinya, mendapat penghasilan yang 1/20 dari keponakannya yang baru saja mau memulai pekerjaan.
Adilkah?
Jadi inget film Lion King, ada adegan yang masih terbayang bayang : "Life is not fair ", begitu pesan si bapak kepada si Simba yang menangis tersedu sedu.
Temanku itu tiba tiba saja merasa kebahagiaannya meluntur,benarkah ?
Kata si akang, kecilnya penghasilan kan nggak bisa jadi ukuran untuk menjadikan kita tidak bahagia.
Biarpun pendapatan kecil, kita bisa koq bahagia.
Orang yang berpenghasilan besar, belum tentu bahagia.
Dalam hidup, yang penting kan bahagia, bukan besar kecilnya penghasilan, iya nggak ?
Bahagia akan membuat kita full energi untuk manfaat.
Bahagia akan bikin kita tetap semangat, tetap bersyukur dalam keadaan apapun.
Bahagia akan membuat kita sehat lahir batin.
Yang penting, kan kita bisa menikmati setiap detik yang dianugrahkan Allah kepada kita.
Kalau kita bisa menghargai dan memuji diri kita bahwa kita berada dititik kehidupan saat ini, dititik manapun, tentu kita akan bersyukur dan bahagia.
Jadi yang bisa bikin kita bahagia kan hanya kita sendiri.
Diawali dengan bagamana kita mengapresiasi, menghargai keberadaan atau status kita sendiri, iya nggak ?
Waaah, saya tuh hebat ya, usia 27 tahun bisa memulai PhD, dapet beasiswa lagi, alhamdulillah ya Allah....
Waaaah, saya tuh hebat ya, usia 30 tahun sudah bisa ngurus anak, alhamdulillah....
Waaah, saya tuh hebat ya, usia 33 sudah jadi bapak, alhamdulillah....
Waaah saya tuh hebat ya, usia 19 udah punya pacar, alhamdulillah......
Waaah, saya tuh hebat ya, bisa bikin ibu saya tertawa, alhamdulillah.....
Waaah, saya tuh hebat ya, bisa mengantar adik kesekolah....
Waaah, saya tuh hebat ya, bisa mencuci pakaian sendiri, bisa bikin nasi goreng, bisa membaca, bisa menulis, bisa ngeblog...dll dlsb.
Banyak kekaguman atas diri sendiri akan membuat sel sel hidup berfungsi maksimal dan jiwa pun sehat bahagia.
Cobain deh bikin daftar "kehebatan" atau kekaguman atas diri sendiri yang akan membuat kita bahagia, pasti buuuaaaaanyak....
Kalau masih belum juga bisa bahagia, begini aja deh.
Coba inget inget tentang rahasia usia manusia : nikmatin setiap detik, siapa tahu detik berikutnya bahagianya di alam sana, hehe...
Kalau masih susah juga untuk bahagia, coba lihat ke yang lebih susah, dari pagi buta juga sudah bisa kita lakukan koq.
Bangun tidur bisa nafas...bahagia.., bayangkan, dirumah sakit banyak yang pake oksigen.
Bisa pipis..bahagia........... bayangkan, orang lain harus pake kateter.
Bisa makan bahagia.......... bayangkan, orang lain sakit gigi
Bisa berjalan...bahagia.......bayangkan, orang lain sedang patah tulang atau bahkan diamputasi.
wuaaaah...banyak banget yang bisa bikin kita bahagia bukan ?
Masa belum bahagia juga ????....
Selesai baca ini, mudah mudahan bisa menarik nafas panjang, melenturkan tubuh, dan....tersenyum bahagia....
Semoga.
Tuesday, October 30, 2007
MENIKMATI KEKUASAAN
Halah…bener bener nggak nyangka deh.
Koq ada tokoh yang bisa bisanya mengucapkan kalimat : "Selama ini generasi tua sudah lama menikmati kekuasaan…….”
MENIKMATI KEKUASAAN’ ?????
Jadi, berkuasa, bertahta, berjabatan, berpangkat itu nikmat ya……
Pantes aja atuh mereka tuh saling “berebut” kekuasaan.
Artinya “berebut kenikmatan" kali ya…..astaghfirullahaladziim……
Si mamah baru ngeuh, ternyata ada ( atau banyak???) yang mengincar kekuasaan, jabatan, kepangkatan dll, dlsb…dengan cara apapun, demi tujuan kenikmatan semata…..duuuuh…
Bahkan tanpa tedeng aling aling didepan umum, masyarakat luas, di peringatan moment bersejarah, mengucapkan kalimat diatas….beueueueueu….
Bener bener ,menguciwakan buat si mamah sih.
Koq ya ada yang tega teganya mengucapkan demikian didepan khalayak ramai, artinya apa ?
Ucapan kan kayak isi teko atau poci…
Apa yang dikeluarkan itu artinya isi didalamnya begitu…..
Artinya, bila ybs dijadikan penguasa, maka beliau itu akan “menikmati kekuasaan”….haduh biyung…….
Apa yang bersangkutan paham nggak ya…
Bahwa buat orang kebanyakan seperti si mamah, kekuasaan atau kepangkatan atau jabatan itu bukan untuk dinikmati.
Kekuasaan atau tahta atau jabatan itu adalah ajang untuk pengabdian, simbol pengorbanan , menampilkan segala potensi untuk kepentingan khalayak, bahkan dengan mengorbankan kebutuhan diri sendiri dan keluarganya……
Dimana nikmatnya ????... ( hehehe, secara moral spiritual sih emang nikmat ding, punya peluang buat menabung amal sebanyak banyaknya…iya nggak ???)…..
Menurut pendapatku, kekuasaan itu luar biasa berat bebannya.
Kalau dipundak ada beban “mengurus “ atau “memegang amanah” tuh…..bukannya nikmat…boro boro kali…
Apa yang dipikirkan, diupayakan, dikerjakan, dilakukan sepanjang helaan nafas adalah demi kebaikan orang lain, kebaikan umum….
Bahkan kepentingan diri sendiri dan keluarga terdekat terabaikan….
Menurutku, makin tinggi jabatan atau kekuasaan, maka makin besar peringkat kepelayanannya, makin jadi pelayan , makin harus mengorbankan segala kepentingan dirinya……..
Jadi, sebelah mana “kenikmatan”nya ya…..
Duuuuh, aneh deh kamu….
Pantes aja kita ini syusyaaaaah mau melangkah.
Masih banyak cucakrowo, oray kadut yang mengincar kenikmatan siiiiih….
Ribuuuut melulu,menyalahkan yang lain sambil berupaya duduk di “kursi kenikmatan”…
Setelah duduk…
Naaah lho, kamu ketahuan.....
Boro boro ngurus kepentingan umum.
Niatnya cuma pengen nikmat doang siiiih……..
Hoyah !!!!…….
Monday, October 29, 2007
KU SUKA
katanya, make ur own “Kusuka” list, then u’ll see how beautiful ur life is .
KUSUKA :
- kusuka saat pagi buka jendela, dan pintu, saat udara segar menyeruak masuk
- kusuka buka jendela, dan pintu, saat matahari pagi masuk kekamarku
- kusuka , saat melihat bunga bunga tanamanku berkembang warna warni
- kusuka duduk diteras, menghirup udara pagi yang segar, dan tubuhku
dihangatkan mentari pagi - kusuka mandi air dingin yang segar membasahi sekujur tubuhku
- kusuka melihat mata bayi dan anak anak yang jernih tanpa beban
- kusuka bau alam pagi hari
- kusuka jalan jalan menyusuri rimbunnya pepohonan atau menyisir pinggir sungai atau mengikuti jalan setapak berliku atau melintasi perkampungan
- kusuka pergi pagi buta melihat geliat orang orang yang bekerja mencari nafkah
- kusuka melihat wajah dan mata orang yang berbinar bahagia
- kusuka melihat wajah dan mata orang yang bersyukur
- kusuka melihat langit malam hari bertaburan bintang dan bulan
- kusuka melihat langit dengan awan awan berbagai bentuk
- kusuka saat hujan dan mencium aroma setelah hujan berlalu
- kusuka denger anak anak tertawa keras, tertawa bahagia
- kusuka lihat wajah suami dan anak anakku bahagia
- kusuka lihat wajah suamiku sehabis wudhu dengan bintik bintik air diwajahnya
- kusuka lihat suamiku bersila dan berdzikir di sajadah
- kusuka lihat suamiku khusyuk shalat malam
- kusuka saat suamiku mengajakku dan anak anak berjamaah
- kusuka saat ngobrol sekeluarga atau makan bersama , khususnya ramadhan
- kusuka lihat anak anakku shalat ( Insya Allah ini yang akanmenolongku di akhirat )
- kusuka saat lihat anak anakku mengaji ( ini uga penolongku kelak )
- kusuka lihat anak anakku kompak jalan bareng, ngobrol bareng atau makan
bareng ( whoaaaaa....si teteh udah jauh niiiiyy...) - kusuka ngelihat wajah orang yang kutolong menjadi happy
- kusuka ngumpul bareng keluarga besar, ngobrol, bersenda gurau ,makan makan
- kusuka lihat anak anak berlaku seperti anak anak sehat lincah ceria bahagia
- kusuka lihat kehidupan binatang, apalagi gogog tetangga yang suka cari perhatian
- kusuka tidur dikamar yang bersih, harum, rapi, sprei dan sarung bantalnya
wangi, pokoknya beraroma meneduhkan - kusuka lihat orang mengekspresikan kasih sayangnya baik dengan tatapan
atau sentuhan - kusuka lihat pasangan atau ortu dan anak yang saling touching atau berbagi senyuman
- kusuka baca buku sampai menjelang dinihari
- kusuka tidur lelap
- kusuka jalan jalan lihat alam atau lihat budaya yang berbeda
- kusuka aroma dapur
- kusuka suasana pagi hari, matahari hangat, aroma pepohonan
- kusuka jalanan sepi yang teduh terlindung pepohonan
- kusuka lihat orang tertawa bahagia
- kusuka kalau suamiku menatap dengan sejuta rasa
( ehmh...udah lebih dari 28 tahun negh ) - kusuka denger tangis bayi atau celoteh anak kecil
- kusuka jajan bareng saudara saudara, ramean, wisata kuliner
- kusuka nonton acara tv yang bikin ketawa atau bikin terharu biru dan mengajak kebaikan semisal film kartun ( halah... ), extravaganza, pulang kampung , rejeki nomplok, bedah rumah, uang kaget, tolooooong, nikah gratis ( masih ada nggak ya acara acara tsb?), ophrah show
- kusuka nonton film yang romantis atau komedi yang bikin ketawa ngakak banget
- kusuka lihat aming dan sogi di extravaganza, sekarang malah nambah edric
- kusuka makan rujak uleg aneka buah, atau asinan sayuran dan buah
- kusuka jus strawberry dan jeruk sunkist
- kusuka harum bunga yang lili ( kayak layoutku dulu) yang wangiiiiiiii semerbak
- kusuka kalau dikasih uang hasil kerjaku ( hehehehe, tiap gajian, semangat!!!)
- kusuka dikasih uang sama suamiku, hehehehe...asyiiik
- kusuka saldoku banyak dan dompetku padat ( huahuahuahuahua )
Ayo tulis juga dong apa "KU SUKA " nya anda anda semua
Tulisin deh, ternyata bawa happy, seneng, bahagia, dan tentunya jadi ada energi...cobain deh...
Monday, October 22, 2007
PAHALA
Cuma karena terlintas dipikiran saja, seputar ramadhan dan lebaran, kaum mana sih yang paling banyak pahalanya ?
Hehehehe, narsis banget ya, pembela kaum ibu sejati niiih....
Walaupun benar, pahala sih urusan Allah semata, kita sih cuma harus rajin rajin aja berbuat yang baik baik dengan tulus ikhlas, iya nggak ?
Tapi, boleh dooong si mamah nulis yang beginian.
Bayangkan, ibu ibu tuh sepanjang Ramadhan sejak jam 3 bahkan jam 2, dan ada yang dari jam 1 dinihari sudah bangun, ada yang qiyamul lail dulu, trus nyiapin segala tetek bengek kebutuhan makan sahur seluruh keluarga, kemudian membangunkan anggota keluarga satu persatu.
Kemudian setelah shalat subuh, masih beres beres membersihkan bekas bekas makan sahur sekeluarga, sementara anggota keluarga lainnya tertidur kembali, lantas masih harus mencuci piring sendok garpu gelas panci wajan dan kawan kawannya, menyapu, mengepel, mencuci baju, menjemur pakaian, bahkan…..langsung berangkat kerja.
Yang nggak kerja, malah langsung ke masjid mengikuti tadarusan.
Sepulang bekerja, masih harus belanja untuk keperluan berbuka dan persiapan sahur.
Sampai rumah, kembali memasak menyiapkan penganan berbuka, dilanjutkan dengan shalat tarawih, tadarus, barulah tertidur seputar jam 22….
Duuuuh, pegelnya...
Eeeh, udah pararegel, suami atau anak malah yang minta dipijitin, wekkkss.
Begitu, begitu, begituuuuu terus hari demi hari sampai menjelang lebaran.
Seminggu menjelang lebaran, makin heboh, belum bikin kue, belum mengantar anak membeli keperluan lebaran, apalagi….nah, ini serunya, pembantupun mudik….whoaaaaaa….badan udah remek, babak belur.
Pembantu malah pulang……..
Seputar lebaran, duuuuh, makin dahsyat beban kerja…
Menyiapkan ketupat dan kawan kawannya semisal opor ayam atau kare atau gulai, sambal goreng hati, tumis labu, tumis buncis, asinan, nyiapin piring, sendok, garpu, gelas, piring kecil, mangkuk, dll, dlsb.
Apalagi rumah rumah yang menyiapkan open house, kebayang deh super repotnya ( heuheuheu..inget ceu Hetty Koes Endang, itu diliput TV, pake baju rumahan, tanpa riasan make up, meuni sibuuuuuk pisan, bawa kemoceng, bawa vacuum cleaner, bikin pastel, sambil terima tilpon bawa sodetan wajan, dll dlsb…duuuuuuh repotnya ya …
tapi waktu shalat Ied, cantik jelita, rapi jali banget deh ceu Hetty tuh, kebetulan waktu dan tempat shalatnya sama dengan si mamah tuh….)
Lepas silaturahmi…duh, duh, duh…itu cucian piring segambreng, cucian baju segunung, setrikaan seabreg abreg, rumah berantakan…….
Jadiiii, siapa sih yang bersuka cita lebaran ??
Hehehehehe…para pembantu kali ya, yang lepas bebas dari pekerjaan rutin seabreg abreg…..iya gitu ?.......( huahahaha, ini suka jadi bahan dongengan anak anak, pembantuku tuh bangunnya lebih siang dari aku, kalau aku cakah cikih, ngiter ngiter ngerjain segala macam, dia asyik nonton sinetron, weekend sabtu minggu dia off, lebaran ? halah , malah 2 minggu minta preiiii.....jadi si mamah kapan istirahatnya cenah kata anak anak...heuheuheu, kalau tidur aja kali ya...., doain aja tetap sehat bugar, amin)
Tapi...…...kalau diingat ingat, pekerjaan seputar ramadhan dan lebaran itu banyak banget pahalanya kalau ikhlas mengerjakannya ( bayangin, menyiapkan keperluan berpuasa berapa orang tuh ???)…….
Mestinya, ibu ibu tuh berbahagia banget ya, diberi peluang menimbun pahala yang super dahsyat sepanjang ramadhan dan seputar lebaran, iya nggak ????
( Alhamdulillah, ramadhan ini, seperti tahun tahun yang sudah lewat, si mamah nggak pernah kesiangan nyiapin makan sahur, juga nggak bolong tarawehnya, semoga bisa berjumpa lagi Ramadhan 1429 H yaaa, doain atuh ku sadayana, doa yang sama buat yang mendoakan ).
Salam
Saturday, October 07, 2006
KNOWLEDGE IS POWER BUT CHARACTER IS MORE
Apakah seseorang lulusan luar negeri akan memberi output yang lebih baik ?
Apakah lulusan dalam negeri akan memberi output yang lebih baik ?
Output yang manfaat bagi sebanyak banyak mahluk Allah.
Output mah gimana karakter aja, bukan produk luar atau dalam negeri.
Begitu banyak disampaikan di milis keluarga sekitar April lalu.
Ada yang arogan lulusan LN, tapi ada juga yang arogan lulusan universitas dalam negeri.
Nggak jaminan lulusan LN akan baik dan nggak jaminan lulusan dalam negeri akan rendah hati dan lebih berdedikasi.
Banyak putra putra terbaik bangsa ini, yang cerdas jempolan berdedikasi dan penuh manfaat, malah berkiprah di LN.......
Mengapa ?
Yang terjadi, konon, baik lulusan luar negeri ataupun dalam negeri, udah cerdas, udah berahlak baik, dedikasi udah ngos ngosan, udah jempolan, pokoknya udah bagus buanged deh, habitat nggak mendukung.
,
Apa jadinya ?....
Lambat laun akan kehabisan energi...
Kebetulan, banyak karakter bagus, jempolan, koq dapetin habitat yang bagusnya justru bukan di dalam negeri.
Didalam negeri, tadinya mereka mau berdedikasi tinggi, tapi koq ya cape sendirian. Ada habitat bagus di luar negeri , why not ?
Begitu banyak orang yang berprestasi dan berkarakter bagus, yang pengen dapetin habitat bagus, nggak mendapatkannya.
Malah jadi loyo, jadi nggak manfaat bukan ?
Sayang kan ??
Mendingan dia berkiprah dimana aja yang enak dan nyaman buat dia.
Bisa manfaat buat mahluk lain.
Begitu luasnya lahan untuk berkiprah dimanapun, asal kita bisa memberikan output terbaik, Allah akan suka koq.
Tentang idealisme, dedikasi terhadap bangsa, bukannya mereka nggak paham..
Anak muda, baru lulus, cerdas, semangat masih menggebu gebu, ingin berdedikasi buat bangsa dan negara ,amat sangat idealis nasionalis banget, optimis bisa melakukan yang terbaik buat bangsa dan negara, bisa turut memperbaiki keadaan ,mencoba berkiprah didalam negeri.
Tapi....lama kelamaan, mereka frustrasi sama lingkungan.
Mereka mati matian berdedikasi, memberi teladan....apa hasilnya ???
Apakah lingkungan ikut mencontoh ?
Ikut berubah positif ?
Apakah lingkungannya memberi kontribusi habitat yang positif ?
Pada banyak kasus, bahkan terjadi pembunuhan karakter terhadap mereka yang berdedikasi ini.
Boleh dong mereka berubah haluan agar bisa tetap manfaat dengan memilih habitat baru yang positif ?
Bukannya mereka kurang idealisme, kurang dedikasi terhadap negara.
Tapi mereka ingin full manfaat saja bukan ?
Ingin memberikan output yang maksimal, ingin tetap berenergi positif, itu saja.
Kita harus berpikir positif bukan ?
Kalau siapapun yang ingin bermanfaat, tidak mendapatkan habitat yang bagus didalam negeri, yo monggo mau berkiprah dimanapun juga.
Jadi....kalau kita ingin mereka yang jempolan berdedikasi didalam negeri, utamanya dilingkungan kita,
Ya mari kita sama sama menciptakan habitat yang positif, memberikan energi , agar output maksimal bisa tercapai.
Caranya ??
Mari kita semua belajar berkarakter jempolan, nggak iri dengki, nggak jadi penghasut, nggak jadi penggosip, nggak jadi provokator, pokoknya nggak brenergi negatif deh.
Pasti habitat kita bagus, pasti yang jempolan juga merasa nyaman, dan pasti output kita juga bagus.
Bagi alumni SMA 3 Bandung, pasti inget knowledge is power, but character is more.
Karakter, ahlak, budi pekerti, pentiiiiiiiing banget lho.