Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Thursday, February 21, 2008

HARTA

Postingan ini terisnpirasi oleh gonjang ganjing berita yang beredar tentang kasus perceraian yang menyeret masalah harta gono gini.
Ada yang puluhan triliun, ada yang ratusan milyar....halah....duit koq bisa punya segombyok gitu ya........padahal umur si mpunya masih relatif muda lah...atau estewe, setengah tuwir...hehehehe...

Disatu pihak, ada yang duitnya segambreng gambreng...dipihak lain, banyak anak yang nggak bisa sekolah, nggak bisa masuk SD, nggak bisa berlanjut ke SMP atau setingkat SMA.
Bahkan banyak mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri terancam DO karena nggak punya biaya...duuuuh......

Gimana nolongnya ya......anak pinter, cerdas, berkarakter, berbudi, bersemangat, bercita cita tinggi, berpengharapan mengangkat harkat martabat keluarga, sudah jauh jauh meninggalkan kampung halaman, berjuang berpayah payah menahan dingin dan lapar, belajar sepenuh jiwa....eeeeh, terhambat urusan duit...padahal sudah duduk di bangku kuliah lho....di Perguruan Tinggi bergengsi lagi.......duuuuuh...sedih dengernya juga.

Yang begitu bukan hanya satu atau dua....banyaaaaak.

Si mamah tahu banyak karena hidup di lingkungan keluarga yang mayoritas ikut sibuk dibidang sosial.......

Ada cerita dari Ajeng, yang ikut aktif di kegiatan program kakak adik asuh di fakultasnya.
Konon katanya, di kota Bandung, masih ada anak yang kesulitan dengan biaya pendidikan. Salah satunya, ada anak SD yang cantik, cerdas, santun, yang ortunya bercerai, dan ayahnya meninggalkan ibunya dengan 18 anak !!! Delapan belas ????
Iya bener, delapan belas....kayak hamster aja ya......sementara ibunya cuma buruh nyuci baju....coba...gimana masa depan ke 18 anaknya ???
Sementara si bapak pasti udah kawin lagi dan beranak belasan pula.......duuuuuh....

Ada pula cerita dari bi Ayi , survivor kanker, yang ikut banyaaaaak banget kegiatan sosial.
Salah satunya ya ngurusin anak jalanan.
Diurus, disantunin, disekolahin , diberi kegiatan dan ketrampilan agar mereka jangan turun ke jalanan lagi.
Katanya, anak anak itu sebenernya pinter pinter, baik baik, lucu lucu.......dan kalau sudah ditampung disebuah "gedung" pinjaman....suka terusir lagi, terusir lagi.
Makanya, sekarang sistemnya menyewa rumah saja, biar nggak berpindah pindah terus......duuuuuuh, kasihan ya...koq tega mengusir kalau gedungnya nggak dipakai.....daripada dibiarin kosong kan mendingan berpahala ya....

Ada juga kerabat yang membantu temennya, yang yatim dan sulung dari 4 bersaudara, sementara ibunya cuma buruh nyuci, dan si anak sudah duduk dibangku kuliah Perguruan Tinggi Negri yang deket Kebon Binatang Bandung tea......
Wahh...pokoknya banyak banget deh cerita cerita tentang pejuang pejuang yang sedang bergulat meraih pendidikan agar meningkat kualitas hidupnya....hararebat lah...

Mau berpartisipasi membantu mereka yang nggak bisa sekolah dan kebingungan ?
Gampang koq....nggak butuh duit banyak....itu kan ada contohnya, ada Kids for Kids yang ngumpulin duit recehan dari anak anak sekolah...malah bisa nyekolahin anak lainnya......
Atau, bisa juga nitip duit ke sekolah di kampung kampung, buat beliin buku tulis, atau seragam.....berapa sih harga sebuah bukutulis ? ...berapa pula harga sebuah pensil gambar ?
Kita ngasih satu aja, mereka udah seneng koq.
Atau bisa juga nitipin duit ke Perguruan Tinggi, ke bagian yang khusus ngurusin beasiswa.

Kalau mau mulai atau mau lebih membantu, saat saat inilah momentnya.
Coba deh, kalau para bloggers berjalan jalan deket Perguruan Tinggi Negri yang beken beken, yang diburu anak anak dari pelosok daerah ( Hallo Bandung, Depok, Bogor, Jogja...).
Pasti, pastiiii aja ada anak yang bawa ransel atau travel bag, yang lusuh, kusam, lecek, clingak clinguk.
Coba deh tanya....apa yang bisa saya bantu ???

Si mamah yakin, mereka adalah pejuang sejati dari daerah, yang pengen meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meraih impiannya, meningkatkan martabat keluarganya.

Sebuah sapaan, sebuah penawaran nasi bungkus atau sebotol minuman, atau sebuah ajakan mondok selama mereka menempuh ujian masuk, atau selembar ongkos tambahan buat mudik, akan sangat, sangaaaaaaat membantu......apalagi kalau siap sedia jadi penyokong dana pendidikannya....ramean patungan sama temen arisan, temen pengajian, temen sekantor, sekeluarga besar, dlsb. Kan bisa urunan membantu biaya kuliah si cerdas yang kurang mampu bukan ??
Membantu satu orang saja sudah luar biasa bukan ?
Insya Allah pahalanya mengalir.

Harta, baik bergerak atau nggak bergerak. Kan pada dasarnya hanya milik Allah semata.
Kita kan cuma ketitipan.
Naaaaah, namanya juga ketitipan, atuh harus bisa menjaganya dengan sebaik mungkin bukan ? Dengan kata lain, kita harus bisa mempertanggung jawabkan semuuuuuua yang sudah dititipkan, diamanahkan......dipake apa harta tersebut....digimanain harta tersebut.......
Makanya si mamah lieur sendiri begitu tahu ada harta gono gini orang lain ratusan M , bahkan puluhan T...digimanain ya duit segitu banyaknya ?...walaaawww...

Harta, adalah sumber daya yang dititipkan Allah.
Namanya juga sumber daya, ya harus dipake untuk memberdayakan.
Memberdayakan siapa saja, ya diri sendiri, keluarga, ya lingkungan, ya yang lainnya yang memerlukan untuk peningkatan kualitas hidup manusia, iya kan ?
Kata si akang, bahkan kalau rekening tilpon juga harus bisa dipertanggung jawabkan.
Dipake apa nilpon ?
Untuk urusan apa ?
Atau hanya untuk bla bla bla yang nggak ada gunanya ?
Cuma buang buang waktu dan sumber daya saja........

Harta yang dititipkan Allah kepada kita, harus alias wajib hukumnya dipergunakan dengan sebaik baiknya.

Banyak, banyaaaaak sekali yang suka nggak mudeng.
Pada beli properti, beli rumah disana sini, tapi dibiarkan kosong melompong.
Dipake anak yatim keq, dipake rumah singgah keq, atau disewakan saja atuh, daripada dibiarkan nggak terpakai....iya nggak ?
Yang umum dan dianggap lazim....coba deh, pasti kita juga termasuk didalamnya....buka lemari pakaian...hualah...koq banyak yang lamaaaaa nggak terpakai...koq ya agak agak sayang untuk memberikannya kepada yang lain......
Atau, coba lihat perabotan, didapur aja udah numpuk alat dapur yang lamaaaaa nggak terpakai...padahal diluar sana banyak yang membutuhkannya.

Si mamah, seneng banget, di BSD sejak lama ada Flohmarkt.
Setiap sabtu minggu rame....kita juga suka ikutan "buang buang" barang....pernah melepas drum da lama nggak digebuk anak anak...radio..baju baju, mainan...dlsb...

Harta, kalau salah memegang amanahnya, malah bisa merugikan dan mencelakakan bukan ? Beberapa kenalan, ada lho yang begitu baguuuusss menggunakan hartanya.....
Kavlingnya diwakafkan, trus dibangun masjid.....duitnya disumbangkan rutin buat yayasan yatim piatu....bahkan ada yang rumahnya dipake menampung yang tunawisma......duuuuh, matak kayungyun...kabita ya.....

Si mamah pernah ditanya tentang lamunan.
Kalau tiba tiba dapet duit segambreng, mau diapain ?
Mau bikin sekolah yang baguuuusssss ( ini dream bi ayi dan bi dini juga ).
Lengkap ada asramanya, ada perumahan gurunya, ada fasilitas perpustakaan yang komplit, ada fasilitas olahraga yang komplit, ada fasilitas melatih ketrampilan yang komplit, ada supermarketnya buat anak anak belajar bekerja dan buat sumber biaya sekolah.
Pokoknya, sekolah yang bikin betah anak anak, melatih kemandirian, dan....gratisss....
Trus pengen bikin rumah sakit yang baguuussss dan gratis pula, buat mereka yang nggak mampu...
Pengen bikin rumah singgah buat yang tunawisma......pengen bikin penampungan binatang jalanan ( hehehehe...ini mah dreamnya Arga )........

Trus, dari duit segambreng itu, buat si mamah sendiri mau apa ?....
Ah si mamah mah mau ngalamun deui wae....wuakakakakakaka.

Tuesday, February 19, 2008

PEREMPUAN JAMAN KIWARI

Postingan ini pernah ditampilkan tahun lalu, diedit ulang dan ditampilkan kembali, karena dalam beberapa hari ini si mamah nyasar ke blog beberapa ibu yang sedang sibuk banget ditinggal mudik pembantu, atau juga ada blogger yang lagi kesel sama berbagai hal dan kebetulan punya anak yang sebenernya pinter, lucu dan nggak bisa diem, sehingga akhirnya , anak, mahluk paling lemah didalam rumah, menjadi korban kekesalan sang ibu......dicubitttt.....duhhhh.

Cerita ini ingin banget disampaikan buat mereka, pasangan muda, yang mulai menapaki jalan, merintis pengembaraan kearah tujuan bahtera rumah tangga yang bahagia sejahtera penuh kasih sayang dan saling support sampai maut memisahkan.

Dulu, mungkin nggak serumit jaman kiwari, ketika suami istri mengayuh bahtera rumah tangga. Perempuan jaman itu nggak tinggi tinggi amat pendidikannya, bahkan nggak berpendidikan. Disamping itu, jenis pekerjaan kaum lelaki, para pencari nafkah, nyaris seragam, pergi pagi, pulang siang, dan masih banyak waktu untuk bercengkrama, bermain, bersilaturahmi.
Apalagi jaman media elektronik belum berkembang, kumpul keluarga selalu terjadi setiap saat, baik di meja makan, di teras rumah, atau diruangkeluarga, satu sama lain saling berbagi cerita, saling mengetahui apa dan bagaimana keseharian anggota keluarga lainnya.

Sekarang, banyak perempuan cerdas berpendidikan tinggi, yang ketika mulai menapaki kehidupan berkeluarga, harus tinggal dirumah dengan berbagai alasan.
Apakah karena keinginan sendiri untuk mengurus rumah, mengurus keluarga terutama anak anak, apakah karena keterpaksaan, atau karena permintaan suami yang menginginkan istrinya dan ibu anak anaknya tinggal dirumah, sementara ia giat mencari nafkah sampai larut malam, atau bahkan nggak pulang pulang dalam beberapa hari.

Perempuan yang mandiri, cerdas berprestasi, multitalenta, berdedikasi tinggi terhadap apapun yang menjadi tanggung jawabnya, penuh gairah, penuh semangat dan senantiasa berenergi menyongsong hari demi hari, umumnya juga mempunyai tuntutan yang tinggi terhadap diri sendiri, mengerjakan apapun harus bagus, harus sempurna, harus maksimal dll dll.... Time schedule terjaga rapi, detail pekerjaan tersusun sempurna.

Pokoknya, selalu pasang target maksimal.
Apakah salah, apabila seseorang selalu berupaya, berikhtiar atau mengejar target maksimal ? Bukankah kita harus melakukan apapun dengan maksimal ???
Tentu saja pasang target maksimal tidak salah, tetapi, tuntutan maksimal terhadap diri sendiri tsb, haruslah disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Janganlah kaum perempuan menjadi objek penderita atas tuntutan pencapaiannya sendiri, berusaha maksimal, sementara lingkungan terdekat kurang mensupport, lambat laun, energi yang terbangun akan habis, pudar.

Banyak yang kita lihat, perempuan multitalenta bekerja keras menjalani hari demi hari, mengerjakan begitu banyak macam pekerjaan dengan sempurna, sementara kaum lelaki tetap saja terperangkap dalam pola jadul, hidup dalam dunianya sendiri.
Meminjam istilah seorang teman, kaum lelaki itu "autisme", hidup hanya didunianya sendiri, ialah dunia kerja, kerja dan kerja. Para suami, singgah kerumah hanya sebagai tempat peristirahatan untuk tidur, makan, baca koran, nonton tv atau kembali ke komputer.

Perempuan, bagaikan mesin robot yang tanpa henti bekerja, menyiapkan sarapan, membuat bekal sekolah, membersihkan rumah yang selalu dan selalu kembali berantakan, belanja, mengatur menu, memasak, mengantar anak, membantu pe-er, mencuci, menyetrika dan seribu satu hal tetek bengek lainnya.
Kata adikku, pekerjaan ibu rumah tangga itu bila dikerjakan nggak akan kelihatan hasilnya, tapi kalau nggak dikerjakan, baru jelas apa saja yang seharusnya dilakukan.

Seorang blogger pernah menceritakan keinginan anak lelakinya yang masih kecil untuk menjadi perempuan karena perempuan itu hebat, bisa segala macam, sedangkan laki laki hanya mampu mengerjakan 5 macam hal saja, mencari uang, membeli mobil, tidur, makan dan nonton film. Pendapat anak lelaki tsb tentu saja didapat dari pencitraan lingkungannya, dan bukan mustahil, kelak, si bocah lelaki ketika berangkat dewasa akan melakukan hanya kelima hal seperti gambaran yang ia dapat ketika kecil.

Banyak, banyak sekali, kaum perempuan cerdas multi talenta terperangkap dalam kesibukan hari demi harinya tanpa ia bisa mencurahkan isi hatinya kepada orang terdekatnya.

Bagaimanapun...perempuan juga manusia bukan ? yang punya hati dan perasaan, punya keinginan dan tuntutan, yang bioritmiknya naik turun, yang kadar keihklasannya juga bergelombang, yang kemampuan fisiknya ada batasnya.
Mau ngomong sama suaminya, suami nggak punya waktu, suami pulang kerumah dalam keadaan lelah, kalaupun curhat, nggak didengar dengan baik, nggak ada solusi.
Berulang kali menyampaikan keinginan ataupun harapan, boro boro ada perubahan, bahkan ketika berbicarapun, suami mendengar separuh hati sambil baca koran atau nonton tv atau asyik dengan komputer.
Mau bicara kepada pihak lain takut menjadi salah persepsi, takut mendapat imej tidak baik.

Pokoknya, upaya kaum perempuan untuk mencari solusi kegelisahan batin menemui jalan buntu, sampai akhirnya, suatu saat beban tersebut tak akan tertanggungkan.
Apapun bisa terjadi, pemberontakan, tindakan tak terduga, atau timbulnya penyakit tertentu. Ini jelas, harus diwaspadai, sudah banyak peristiwa terjadi akibat komunikasi pasutri yang tidak tuntas, tidak tercapai komunikasi yang terjalin dengan indah, tak pernah ada komunikasi yang ujungnya mencapai kesepakatan, betapa kaum perempuan yang sudah pakepoh, tihothat, pakepruk, tisusut tidungdung berkurang energinya butuh bantuan orang orang terdekatnya, terutama suami tercinta.

Siapa sih yang ingin bikin susah suami ?
Siapa sih yang ingin menghalangi atau menghambat pekerjaan suami ?
Tidak satupun perempuan yang menginginkannya.......

Perempuan, cuma butuh didengarkan dengan sepenuh hati.
Perempuan hanya butuh perhatian yang diberikan suaminya dengan benar benar utuh.
Apabila sudah didengarkan dengan baik dan diperhatikan dengan utuh, energi kaum perempuan tidak akan menyusut, bahkan akan berlimpah untuk kemudian berbakti kembali, mengabdikan seluruh hidupnya bagi orang orang tercinta, anak anak dan suaminya.

Buat para pameget, para lelaki, sing tiasa miara para bojonya ya...jangan jablai....banyak bantu urusan rumahan, kasih waktu buat ngobrol yang tuntas dan intens, dengerin suara batinnya.

Mumpung masih bulan penuh cinta.....persinggahan bagi yang alpa, tempat introspeksi. Ayo...perhatikan istrimu...........jangan "autisme."

Jadi inget bapakku...ihiks...ihiks.....
Beliau adalah ayah yang nyaris sempurna, suami teladan. Kata ibuku, bapakku adalah suami terbaik sepanjang masa.
Beliau senantiasa ada untuk anak dan istri.
Beliau memupuk cinta anak istri tiada henti dengan limpahan kasih sayang setiap saat.
Beliau memupuk cinta terus menerus tiada henti, ngobrol, mengusap, mengelus, teman curhat , teman bermain, teman bikin peer, teman belanja, teman piknik, ketawa ketiwi dll dll...

Padahal....saat itu, beliau sibuk dengan karya tulisnya berupa buku buku yang banyak diterbitkan dan dipakai di sekolah sekolah, dan......Beliau saat itu adalah seorang pejabat tingkat propinsi di bidang pendidikan yang numpuk buanget kerjaannya.

Semoga bapakku dan ibuku dimuliakanNya dan dibahagiakanNya dialam sana, amin.
Semoga kita semua menjadi manusia yang bahagia lahir batin, bisa saling mengasihi, menyayangi, menempuh hidup bersama penuh kebahagiaan, penuh pengertian, penuh perhatian, saling support, saling memberi energi, memperoleh rejeki yang berkah dan juga memperoleh kemudahan menjalankan hidup keseharian, amin.

Yuk ah, Salam

Tuesday, February 12, 2008

KERAJAAN CINTA

Atas nama cintaaa....hati ini....dst, dst... suara tinggi melengking mengiris ngiris kalbu, terdengar mendayu dayu, di supermarket, ketika si mamah belanja....duuuhhh, inget sama si empunya suara yang manis berbibir indah, ....apa iya ya kisah cintanya lagi mengalami kisah seperti lagu lagunya ?? Lagu tegar lah, lagu " dahulu kau mencintaiku " lah.......halah...., kualat atau apa itu teh ? Kata sahabatnya, makanya hati hati milih lagu, lagu itu kan doa, seperti nama......apa iya ya.... ...

Minggu minggu ini memang kita dikejutkan oleh episode cinta yang amburadul acakadut dari beberapa orang yang kita kenal dilayar kaca. Gara gara media masa gencar memberitakannya, mau nggak mau si mamah jadi tahu juga atuh........kayaknya nyaris nggak percaya deh, penghuni kerajaan cinta yang menebar virus cinta atau yang tahu persis bagaimana cara terbaik menyentuh bagian perempuan yang paling peka agar perempuan klepek klepek klepek, dimabuk kepayang.........".sentuhlah dia tepat di hatinya".....begitu katanya juga...ternyata oh ternyata......perempuannya merasa nggak seperti cerita di lagunya itu yah.........

Banyak, banyaaaak sekali pelajaran yang didapat dari kejadian kejadian yang dialami orang lain yang kebetulan saja ditayangkan, da selebriti katanya juga..

Pertama, ternyata, kerajaan cinta, kalau tidak dipelihara, tidak dimumule kata bahasa si mamah sih, kalau tidak dipupuk dengan baik dan benar, apakah dengan introspeksi, dengan komunikasi, apakah dengan perasaan saling menghargai, apakah dengan cara saling respek, apakah dengan cara saling menyelami sifat-karakter-keinginan-perasaan kedua belah pihak, apakah dengan cara mempelajari bagaimana ia tumbuh kembang, apakah dengan menekan ego, apakah dengan cara tidak merasa pinter sendiri bener sendiri, bagus sendiri, berjasa sendiri, apalagi dibumbui dengan perasaan lebih satu dari lainnya, perasaan tinggi hati , dlsb....akan hancur, cur, cur, banget deh....

Yang tampak oleh masyarakat luas adalah bukan fenomena saling menyayangi mengasihi, menghormati, menjunjung tinggi martabat, malahan...ya ampuuuun.....nggak tedeng aling aling saling menjelekkan, saling menggali kubur sendiri kayaknya......bener bener bukan pemberi contoh baik buat masyarakat luas ya.... yang begitu mah teladan apanya coba ? duniawi ? nggak penting penting banget atuh itu mah...kesuksesan popularitas ?...buat apa ? ada manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup manusia lainnya nggak ?

Pokoknya, yang ada adalah.....astaghfirullahaladziiiiim, segitunya ya..... ...

Kedua, ya pembelajaran hidup, nggak ada reaksi kalau nggak ada aksi...begitu katanya, bener banget....jadinya, intinya bukannya kita membela diri dengan menyatakan melakukan ini karena dia begitu, tapi justru intospeksi diri : dia jadi begitu kenapa ya....apa yang telah saya lakukan, sampai sampai dianya begitu ??

Iya nggak sih ?....jangan dibolak balik kayaknya ya...selaluuuu dan selaluuuu saja terlontar...saya begini karena dia begitu.....apa nggak terbalik ??? ( Makanya, kata si mamah sih, jangan hanya minta kekasih yang baik hati yang mencintai aku apa adanya, tapi juga minta tolong Tuhan juga dong, agar "aku" diberi kemampuan untuk mencintai kekasih hati apa adanya, bukan begitu ?? ....hehehehe..)

Ketiga, ya ini juga sangat penting...komunikasi yang tuntas, tas, tas...sampai gelas batin kedua pihak kosong, nggak penuh dan mudah terjentik perkara perkara sepele....... mungkin karena soal waktu, soal kelelahan dan bermacam soal lainnya, komunikasi pasangan hidup nggak nyambung nyambung banget, masalah jadi tertunda, tertumpuk, ....yaaa, tinggal nunggu waktu aja untuk meledak...komunikasi kedua insan yang berpasangan, harus teteeeep terjalin dengann kualitas bagus, jangan datar datar atau sepermukaan saja......kenapa sih nggak dipentingkan selalu adaaaa waktu buat berdua dua, bicara ini itu dengan santai, dengan hati, dengan dengan tetap bisa menghipnotis diri untuk tetap kasmaran.....duh...indahnya, kenapa dulu kita kepincut si dia ya.....

Keempat....naaah, ini juga penting, ternyata, duniawi itu memang perlu sebatas kebutuhan secukupnya, sepasnya saja kali ya ( hehehe..pas butuh, ada , gitu lho...).....duniawi itu bukan sesuatu yang menjadi dewa, didambakan, dikejar kejar dengan mempertaruhkan, mengabaikan, mengacuhkan, tidak mengindahkan hal hal lain yang lebih membahagiakan......ketika duniawi dalam genggaman, tetapi ketenangan batin terabaikan....apakah jerih payah selama ini ada manfaatnya ?

Kelima, ini perlu banget diinget inget dan dijalankan terus, mengingat sisi baik pasangan. Kenapa ya kalau lagi ribut gitu yang kelihatan cuma jelek jeleknyaaaa aja...padahal kan manusia itu memang mahluk yang tidak sempurna, pasti ada sajalah jelek jeleknya, tapi kan banyaaaaak juga sisi baiknya, lebih banyak malah. Hal hal baik, hal hal bagus bagus yang ada dipasangan, koq ya jadi nggak kelihatan ketika kerajaan cinta diterpa badai . Padahal kan hal hal yang baik itu yang bikin kita dulu klepek klepek klepek kalau kita mengingat si dia , apalagi kalau berjumpa dengannya, dag dig dug banget, salting alias salah tingkah, iya nggak sih ? Kayaknya, kita bener bener harus terus menerus belajar menghipnotis diri sendiri untuk teteeeep, bisa melihat dengan utuh sisi sisi baik pasangan kita, ya nggak sih ?

Duuuh...kemana atuh si Venus teh nya....Dewa cinta teh lagi ngaso atau istirahat kitu ?? Atau ngumpet ? Atau terhalang ketebalan mendung yang menggayut sepanjang hari ??

Kata orang tua, belajarlah dari pengalaman orang lain......ini saatnya buat kita semua, ketika melihat hancurnya kerajaan cinta orang lain, menjadi titik balik untuk introspeksi, untuk bersyukur atas apa yang kita perjuangkan selama ini dan sudah kita miliki, yaitu kerajaan cinta kita sendiri .

Selamat menjaga kerajaan cinta masing masing dengan penuh rasa saling cinta, saling hormat, saling menjaga martabat, saling memuliakan, saling mendoakan, saling mengingatkan, saling menjaga,saling support, saling memberi energi, sampai maut memisahkan, amin

Wednesday, January 16, 2008

ANAK ANAK YANG MEMBANGGAKAN

Sebetulnya, apa sih yang bisa membahagiakan kita sebagai orang tua ?
Kalau buat si mamah dan si akang sih ya kalau anak anak cageur bageur bener pinter mulia dunia akhirat.
Terjemahan uraiannya gimana ya.......
Pokoknya kalau mereka bisa jadi orang yang bahagia dan memberi manfaat sebanyak banyaknya kepada mahluk mahlukNya, begitu kali ya.....

Artinya, ya mereka bisa kuat mandiri, bisa memberi energi, bisa membantu lainnya, bisa bermanfaat, bisa bikin yang lainnya happy bahagia, bukannya malah jadi nyedotin energi lainnya, bikin bete, bikin kesel dll.

Ketika berangkat berhaji, si mamah dan si akang alhamdulillah nggak ada keberatan sedikitpun meninggalkan semua yang kita tinggalkan....
Begitu mulus perasaan ini meninggalkan apapun yang sudah Allah titipkan kepada kita , apa saja....
Bahkan meninggalkan anak mantu, rasanya tenang tenang aja.
Yakin Allah akan menjaga mereka dengan jauuuuh lebih baik daripada si mamah dan si akang yang jagain.......

Ternyata, mereka selama ditinggalkan, baik baik saja, happy happy saja dan begitu amanah menjalankan semua yang kami titipkan.

Mengharukan, ketika kami kembali kerumah, mereka mengembalikan semua tanggung jawabnya dengan begitu baik.....
Bahkan, ada buku catatan pengeluaran lengkap dengan bon nya atau kwitansinya, ataupun kertas kertas bukti pengambilan uang....
Dduuuuh, anak anak, kalian itu baik baiiiik banget.
Sangat bertanggung jawab.
Mudah mudahan tetap bisa amanah kalau dikasih kepercayaan siapapun, kapanpun, amin.

Yang begitu mengharukan.....ternyata ketika si mamah dan si akang pulang, yang jemput itu anak mantu, si bibi dan pengemudi (hehehehe...si bibi paling duluan tuh pengen nyalamin si mamah....biar berkah ), rumah dijagain si apip katanya.....
Daaan begitu nyampe rumah ( shalat dulu di Masjid kompleks sekolah Al Azhar ).....surprise.....
Rumah begitu bersih dan wangi, semuanya sudah ditata ulang.....

Dimeja tamu sudah tersedia peralatan buat zamzam, kurma, kacang, bahkan ada bunganya segala .
Dimeja makan sudah tersedia ayam kodok, ayam suharti, kepiting saus padangnya Japos Bintaro ( udah nyobain ? lezat banget tuh ), berbagai kue dll, .......
Duuuuh, anak anak, ternyata kalian itu bisa juga ya mandiri, ngurus segalanya sendiri..........

Paling surprise adalah ketika masuk kamar tidur dan kamar mandi si mamah.........
Begitu rapi, wangi dan ....ada bunga kesukaan si mamah, sedap malam ( bunga lily nya lagi mahal banget pisan sih ya......)

Pokoknya.....duuuuuh, alhamdulillah banget deh.

Jadi, buat para ortu, yang kemarin ada yang nulis postingan, takut anaknya gimana gimana.....
Ternyata, like mother like daughter atau like father like son.........
Kalau kitanya memberi contoh, yakin saja mereka akan berbuat yang sama, bahkan jauuuuh lebih baik.

Kasih contoh, berdoa....ya sudah, segalanya kumaha Gusti Allah saja......

Diinget inget, emang kalau mau ada tamu atau ketika si teteh Astrid dan Meta mau mudik dari Magdeburg, atau ketika Arka pulang dari magang di Duesseldorf, kamarnya dan kamar mandinya suka dirapiin si mamah, trus makanan kesukaannya, udang balado atau udang goreng mentega, ayam suharti, dll suka disediain si mamah ....

Ternyata....ketika si mamah dan si akang pulang berhaji, mereka melakukan hal yang sama yang suka kita lakukan......

Alhamdulillah ya Rabb.
Semoga anak anak dan mantu ( kelak cucu ) senantiasa bisa mempersembahkan yang terbaik, amin.

Danke ya teteh, Meta, Arka, Arga....
Kalian sudah melengkapi kebahagiaan dan kenikmatan kami berhaji dengan berlaku amanah dan menyambut kami dengan begitu sempurna.
Alhamdulillah.