Sunday, November 11, 2007

BULLYING

Terinspirasi oleh berita Kompas hari ini : GENG DI SMA 34 SIKSA YUNIOR ! , postingan si mamah yang April lalu diedit kembali.


Pernah denger kata bullying nggak ?
Ada yang baru denger kaaaan ?

Di detik com, 29 april 2007 jam 02.40, ada ulasan tentang bullying.
Pokoknya disitu diingatkan, hati hati adanya bullying di sekolah sekolah, sementara masyarakat sekolah nggak ngeuh, nggak nyadar, bahwa telah dan sedang terjadi bullying di lingkungan sekolah.

Jadi teringat, dari duluuuuu si mamah ini suka ikut ikutan cawe cawe, kalau tahu ada yang nggak beres dengan lingkungan anak anak, bukan anak anak si mamah aja, tapi juga anak anak orang lain.
( Baru baru ini malah ikut menyampaikan saran ke kepala sekolah sd terdekat kantorku, padahal kan si mamah ini udah nggak punya anak sekolah sd, gara garanya, ada anak rada rada stres karena tahu guru agamanya suka mukulin anak anak sekelas tanpa alasan yang jelas...main bak buk atau jutak jitak aja...., gila nggak tuh ...gggggrrrrkkkkh...)

Kalau diingat ingat, perjalanan hidup mendampingi anak anak, si mamah tuh suka selalu ikutan aktif di BP3 ( sekarang BKOMS kali ya atau Dewan Sekolah ), maksudnya tidak lain tidak bukan agar anak anak mendapat lingkungan untuk tumbuh kembang dengan baik, termasuk di sekolah.

Dulu, ketika si mamah aktif banget, 4 tahun jadi pengurus sekolah ( bayangin, sambil kerja tapi harus juga kerja sosial ), mati matian berupaya agar anak anak itu seneng sekolah, agar sekolah itu menjadi tempat yang menyenangkan, bukan saja bangunan fisiknya atau fasilitasnya lengkap dan terpelihara, tapi juga nuansanya, aura guru guru dan petugas sekolah lainnya
Pokoknya, semua insan sekolah harus menciptakan suasana yang bikin anak anak seneng sekolah.

Bagaimana caranya ?
Ya dibuat saja program, disosialisasikan ke seluruh orang tua, alhamdulillah mendukung.

Sekolah terlihat bertambah bangunan fisiknya, ada mushala lengkap dengan peralatan shalat, buku buku dll untuk belajar mengaji, ada perpustakaan, buku bukunya banyak dan menarik, ada tempat parkir sepeda karena anak anak umumnya bersepeda ( maklum sekolah di kompleks perumahan yang jalannya bukan jalan umum ).

Juga bertambah fasilitasnya.
Ada beberapa komputer, angklung lengkap 2 set dll dll.

Disamping itu, sekolah terjaga kebersihannya, terutama wc sekolah dan taman tempat anak anak duduk memperhatikan tanaman dan kolam ikan.

Dibuat pula beberapa program ekstrakurikuler yang menyenangkan.
Pokoknya, diciptakan banyak program yang membuat anak anak betah berlama lama di lingkungan sekolah.

Selain itu, guru guru dan petugas sekolah selalu ramah, menyejukkan dan menyenangkan karena kesejahteraannya juga diperhatikan.

Itu semua berkat upaya bahu membahu seluruh orang tua yang menginginkan agar anak anaknya bersekolah ditempat yang menyenangkan.

Prestasi anak atau ranking kan hanya sampingan saja.
Kalau anak seneng sekolah, potensinya dengan sendirinya akan maksimal.
Tidak heran, banyak prestasi ditingkat propinsi atau kabupaten yang disabet siswa siswa sekolah itu.

Salah satu yang menjadi concern kita sebagai orang tua, yaitu tadi...masalah bullying.
Jangan sampai deh ada bullying di lingkungan tempat anak anak kita berkiprah, baik dirumah, dilingkungan tempat tinggal, di sekolah atau dimana saja, agar anak anak tumbuh kembang dengan sebaik baiknya.

Bullying, ini mengutip berita detik.com, adalah penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang sehingga korban merasa tertekan, trauma dan tak berdaya.

Peristiwa bullying mungkin saja merupakan kejadian yang berulang.

Bullying, bisa terjadi dalam 3 bentuk.
Pertama fisik : memukul, menampar, menjitak, meminta materi dengan paksa, dll dll.
Kedua, bentuk verbal, misalnya memaki, mengejek atau menggosipkan, dlsb.
Ketiga, bisa dalam bentuk psikologis, misalnya intimidasi, mengecilkan, mengabaikan, mendiskriminasikan, dll.

Bullying, merupakan masalah yang penting, di sekolah sekolah bisa muncul dalam berbagai bentuk.

Terkadang bahkan tidak disadari oleh masyarakat sekolah.
Kegiatan ospek atau kegiatan ritual yang dilakukan senior terhadap junior, adalah bentuk bullying yang tak disadari.
Ospek yang seharusnya merupakan kegiatan untuk memperkenalkan sekolah dan program yang ada di sekolah, melenceng menjadi ajang untuk mempermalukan, mengerjai, melecehkan para siswa baru dengan kegiatan yang merendahkan dan mengintimidasi.

Bullying, tidak saja memberi dampak negatif pada korban, tetapi juga dampak buruk pada pelaku.

Dari penelitian, konon bullying berhubungan erat dengan depresi, agresi, penurunan nilai akademis, tindakan bunuh diri, menurunkan kecerdasan dan kemampuan analisa (...deueueueueh...pantesan bangsa kita makin menukik kebawah ya.......di bullying terus dimana mana siiiiih )

Dilain pihak, pelaku bullying juga berpotensi menjadi pelaku kriminal ( hallo....alumni STPDN/IPDN.....apa kabarrrr ???)

Pokoknya, jelas jelas banget, bullying itu merusak generasi penerus.

Apa yang kita lihat dikeseharian ?
Bahkan di sekolah sekolah, baik anak didik maupun guru dan kepala sekolah banyak yang tidak melaporkan tindakan bullying ( masih banyak tukang palak kan ?).
Bullying cenderung dianggap bagian dari kewajaran anak anak bermain dan dianggap normal.

Tidak disadari, akibatnya atau dampaknya kan akan terlihat dikemudian hari ( jadi inget apa kata si mamah ke kepala sekolah sd : tindakan guru agama memukuli kepala anak seruang kelas, jangan dianggap nggak berdampak, jangan dianggap bukan masalah karena anak anak nggak ada yang lapor....nanti, nanti pak, akibatnya....20 tahun lagi., 30 tahun lagi.....anak akan tumbuh jadi sadismus atau malah menjadi pengecut, penakut, nggak pede dlsb.....)

Menurut penelitian, 10 % anak anak korban bullying di jepang bahkan melakukan tindakan bunuh diri....halah....

Itu si cho di virginia tech juga kan semasa sekolahnya dulu terus menerus di bullying sama temen temennya, akibatnya kan edan banget.....puluhan nyawa melayang...

Sudah saatnya, kita, waspada, dan ikut aktif mencegah adanya bullying, baik dirumah ( naaah ini...cucu kakakku, pernah punya suster galak, suka mengurung dikamar mandi kalau ortunya kerja, disertai ancaman, kalau lapor, awassss!!!!), dilingkungan tempat tinggal ( masih ada kan yang maksa pinjem bola, pinjem mainan, pinjem sepeda dll dll ?), terlebih lagi di sekolah sekolah terutama ditempat anak anak kita menuntut ilmu ( wekks...itu ospek masih adaaaa aja ya ...).

Bayangkan, kalau kita nggak waspada atau ikut aktif .....
Mau jadi apa kelak generasi penerus kita ??
Depresi ? Kurang cerdas ? Nggak punya nyali ? Nggak bermartabat ?
Atau bahkan jadi pelaku kriminal ??

Iiiiihhh, amit amit ya....jangan sampai deh.....

Hayu atuh kita senantiasa waspada terhadap bullying yang terjadi diseputar anak anak....
Insya Allah, anak anak akan tumbuh kembang dengan sangat baik, menjadi insan yang sehat bugar berenergi, menyenangkan dan full manfaat, amin

Yang mengherankan, menurut berita Kompas hari ini, ucapan Kepala Sekolah SMA 34 yang menginginkan masalah diselesaikan secara intern ( padahal geng penyiksa itu sudah ada lamaaaa dan diketahui pihak sekolah lhooo...).

Kata beliau, karena masih anak anak, khawatir masa depannya hancur......
Hallo Bapak...kumaha damang ??
Itu yang patah tulang sudah banyak, secara fisik sudah jelas dampak negatifnya........
Secara mental ??? Sudah hancurrrrr pak...........

Apa gunanya anak unggulan dalam nilai matematik, fisika, kimia, dll dlsb...
Apa gunanya jadi sarjana , jadi doktor kalau dalam hatinya, jiwanya berantakan ?
Mau jadi apa kelak bangsa ini kalau seorang pendidik, kepala sekolah unggulanpun sudah bersikap demikian terhadap Bullying.......hallooooooooouuwwww????

Koq ya bangsa ini nggak belajar belajar ya...
Yang diburu cuma fisik, materi, duniawi semata....
Kalau demikian, kapan negara ini akan diberkahi Allah menjadi negara yang adil makmur palamarta, tata tentrem kerta raharja, gemah ripah loh jinawi, rakyatnya bahagia sejahtera salamet dunya akherat ???......

Duhhhhh...

4 comments:

Amalia Hazen said...

Ass WrWb, mama bener tuh, kapan lagi kita bisa menjadi bangsa yang ber adab yaa, kalau semua penyelenggara pemerintahan tidak sadar akan mutu pendidikan. Pdhl di sekolahlah tempat anak2 kita, bisa mengerti dunia, selain di rmh. Kita harus kritis ya.. mah.. kalau liat prilaku yang menyimpang, di sekitar kita.
Ok.. saling doa ya ma.., biar bangsa kita lebih baik lg..

lierieh said...

haloooowwww juga Mah, iya gimana nih pendidikan zaman skrg??? anak2 skrg jg keknya tatakrama sopan santunnya dah luntur, gimana jg nih kita sbg ortu hrs extra hati2 menjaga anak2 kita

Dhona said...

Bullying harus diberantas ya Ma. Nggak boleh seenaknya gitu dong, emang kita hidup di zaman penjajahan apa? Itu tadi harusnya senior lebih berkuasa itu juga mesti diberantas. Mentang-mentang senior gayanya minta ampun.

Aduh senangnya sekolah yang dapat pengurus BP3 seperti mamah.

debbie said...

wah...saya sendiri pernah menjadi korban, biasa...di gencet kakak kelas, di cegat di gerbang sekolah lah. Takut? heeh sih, tp dulu mah ngelawan aja :D
Sekarang giliran saya yang ketar ketir, gimana entar dennis n dika...huuuu....emang bener2 musti extra extra extra banget dalam ngejaga anak di hari gini