Saturday, January 16, 2010

KEHABISAN ENERGI

Kehabisan Energi?
Ya, mungkin itulah ungkapan yang paling pas buat menggambarkan keadaan kita semua.

Kita semua?
Ya nggak semua sih.....tapi, tampaknya, kebanyakan dari kita ya begitulah, KEHABISAN ENERGI.

Yang kita lihat keseharian kan memang begitu.

Dampak dari KEHABISAN ENERGI, bisa kita lihat dengan jelas.
Lemot, letoy, lelet, lamban, ogah ogahan, nggak ada semangat, nggak ada motivasi, asal asalan, nggak bergairah, nggak ada empati, nggak punya atensi, miskin kontribusi, dan yang paling parah ialah pencapaian prestasi yang amat sangat minim.

KEHABISAN ENERGI, bisa juga berdampak lain.
Rendahnya prestasi, minimnya pencapaian, akan berbuah frustrasi, kekecewaan, kebetean, merasa gagal,dlsb

Kekecewaan, frustrasi, bahkan malah makin menunjukkan kehilangan motivasi.
Begituuuuu terus jadi kayak terjun bebas, makin menurun, makin tak bermanfaat, makin tak bernilai, dan makin ketinggalan

Kekecewaan, ketidak puasan, dilain pihak bahkan ada yang menimbulkan reaksi negatif, agresif, menyerang, menohok, nyinyir, iri dengki, berburuk sangka, memfitnah, berhati busuk, menarik orang lain yang berenergi agar berkurang potensinya.
Ungkapan "senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang", koq kayaknya makin merajalela ya

Duuh........darimana mulainya ya agar semua orang bisa full energi, full manfaat untuk sebanyak banyak mahlukNya ?

Potensi kita, yang 220 juta orang lebih, sepertinya malah melempem.
Orang baik, orang berenergi, orang yang ingin memaksimalkan manfaat buat sebanyak banyak orang lain, bahkan beramai ramai digerogoti energinya, disikut ramai ramai, dijegal, dinihilkan, ditarik ramai ramai, ditenggelamkan, dibungkam, diminimalkan energinya.
Astaghfirullahaladziim......Ya Gafur, Yang Maha pengampun, ampunilah kami.

Melihat "keadaan" negara tetangga yang serba teratur, tertib, serba bergerak cepat, yang makin menggelinding roda perekonomiannya, yang makin maju "kehidupannya", yang makin tinggi pencapaian "bersama" nya, kita seharusnya bersama sama introspeksi, koq bisa ya negara tetangga maju bersama?
Apa yang salah dengan kita?
Apa yang sudah kita sumbangkanuntuk kemajuan bersama?

Sepertinya, kalau sebagian besar dari kita berupaya meredam keinginan untuk "menihilkan" yang lainnya, apalagi "yang lainnya" itu adalah insan yang potensial, tidaklah sulit bagi kita semua untuk melesat mencapai kesejahteraan bersama.

Lha...lantas kenpa ya, kita kita ini selaluuuuuuu saja sibuk dengan "orang lain", kita kita ini senantiasa nggak fokus ke diri sendiri, kita kita ini nggak berupaya maksimal hanya untuk meningkatkan potensi diri ?

Koq malahan seneng banget nonton tayangan yang kacau balau, hobby banget mengikuti info yang nggak ada manfaatnya, bahkan cenderung menjadi terbawa arus fitnah, bahkan cenderung menggerogoti energi kita sendiri ?
Koq kita ini nggak sadar sadar ya tentang azas manfaat?

Seyogyanya kan kita isi setiap helaan nafas ini dengan kebaikan, dengan peningkatan potensi diri, dengan kontribusi positif kepada mahluk mahlukNya.

Pantesan negara tetangga bisa melesat maju.
Mayoritas rakyatnya bersatu padu bergerak cepat mengisi setiap waktu dengan kebaikan, dengan kerja, dengan manfaat.

Konon katanya, kita semua ingin hidup sejahtera, penuh rahmat dan barokah.
Lha, bagaimana bisa ?
Kalau setiap saat kita terbawa arus "pergunjingan", terbius cerita yang menjurus kearah ghibah dan fitnah, terseret alur pihak yang mengurangi energi bersama.
Koq kita nggak sadar sadar ya akan pentingnya "waktu" untuk azas manfaat ?
Kita nggak pernah menyadari betapa pentingnya memelihara energi positif untuk diri kita sendiri dan mensupport lainnya agar berenergi positif pula.

Darimana kita bisa mulai, agar anak cucu kita bisa hidup sejahtera penuh berkah, negara kita serba tertib teratur, adil makmur seperti keinginan kita semua ?
Ya tentu saja pasti dari diri sendiri bukan ?

Ingin rasanya senantiasa bisa positif, berenergi maksimal hanya untuk azas manfaat.
Tapi...terkadang, kita juga kehabisan energi bukan?
Membaca berita, melihat tayangan, berinteraksi dengan khalayak, sedikit sedikit energi kita tergerogoti.

Apalagi kalau kita menyaksikan, betapa ahlak, budi pekerti, etika yang dipertontonkan " orang penting dan terhormat" kepada umum sudah sangat "memalukan".
Etika, budi pekerti, adab yang baik, bagi mereka yang berenergi positif dan berniat positif , bertindak positif, sebenarnya akan sangat menyejukkan dan berdampak positif bagi peningkatan harkat martabat mahlukNya, bukan begitu?

Ini ?
Apakah kita mendapat "tuntunan" dari yang kita "tonton" keseharian?
Astaghfirullahaladziim.

Semoga Allah membuka mata hati kita semua sehingga kita dengan penuh kesadaran bisa "mengubah" diri sendiri, menjadi mahluk yang senantiasa berpikir positif, berniat positif, berenergi positif dan berkontribusi maksimal dalam keseharian kita, dan kita bisa rame rame mensupport siapapun yang berenergi positif dan sedang berjuang untuk azas manfaat bagi kepentingan bersama agar tak kehabisan energi, amin

Salam

2 comments:

ijal said...

makanya rakyat indonesia harus bersatu padu untuk memberantas sgala rintangan, ya ga mah?

CÜpú kisяÜh said...

waduhh harus banyak minum suplemen itu ma :)
minuman ber energi tinggi :D