Monday, February 18, 2008

HAJAR ASWAD

Ini masih cerita tentang berhaji yang belum diceritakan, ialah tentang Hajar Aswad.

Batu hitam yang terletak disudut Kabah dekat Multazam ini diburu oleh jutaan orang. Dari berbagai pelosok dunia, mereka berburu, saling jegal, saling sikut, saling dorong, hanya untuk mencium batu hitam yang dijaga ketat Laskar Arab Saudi. Kelamaan menciumnya, maka tugas laskar tersebut mendorong ybs agar cepat menyingkir.

Entah mengapa, orang berebut, berupaya desak mendesak, hanya untuk mencium batu tersebut. Katanya sih, habis kalau pulang haji suka ditanya : "MenciumHajar Aswad nggak ?"....seolah mencium Hajar Aswad itu bagian dari berhaji..merupakan rangkaian ibadah haji...padahal bukan...Makanya jamaah haji dari Indonesia, paling getol berebut menuju Hajar Aswad tersebut.

Mencium Hajar Aswad, yang bukan merupakan rangkaian ibadah Haji, bagi banyak jamaah Indonesia sepertinya menjadi keharusan, bagaimanapun caranya. Kalau kita lihat dari lantai paling atas, nyata nyata, begitu banyak orang dengan berbagai cara dan gaya menuju sebuah sudut Kabah, dimana Hajar Aswad berada. Dari atas, kadang tampak orang yang merangsek mendekat Hajar Aswad dari arah atas...gimana caranya ya...kayak spiderman saja, merapat kedinding.

Si mamah dan si akang entah mengapa, nggak tertarik untuk melakukan hal yang bukan rukun atau wajib berhaji tsb, apalagi dengan cara sikut sikutan, jegal jegalan, dorong dorongan, dlsb. Kalau menempel kedinding Kabah sih beberapa kali kesampaian...pengen banget sih merasakan memegang Kabah, dan alhamdulillah kesampaian.

Naaah, suatu ketika, si mamah dan si akang mengelilingi Kabah dan merapat kedinding Kabah...terbawa arus menuju ke Hajar Aswad, masih didekat dinding Kabah tuh. Kira kira sekitar 3 meter dari Hajar Aswad, tiba tiba didepan kita , menempel kedinding Kabah, dan arahnya melawan arus gerak manusia lainnya, berdiri seorang pemuda, usia sekitar 20 tahunan, pake baju terusan abu abu bertopi haji, dan berkata : Pak, sudah mencium Hajar Aswad ?....belum, kata si akang..."Mau saya bantu pak ?"....tidak kata si akang...trus si akang menarik si mamah menjauhi pusaran manusia, artinya menjauhi Hajar Aswad.

Ketika esok harinya shalat di Masjidil Haram, sebelah si mamah adalah jamaah dari Balikpapan.....dia cerita, teman segroupnya, sudah berumur, ditawarin mencium Hajar Aswad, dan dia mau...akibatnya ? Dia dikejar sampai pemondokan, diharuskan membayar 1000 Reyal !!!! Astaghfirullahaladziim......ternyata memang ada kelompok orang kita juga yang berbisnis membantu mencium Hajar Aswad, mahal banget pisan.

Konon, katanya mereka sekelompok anak muda, bisa 4-8 orang, membantu memberi jalan agar bisa mencium Hajar Aswad.......beueueueueu...mahal amat ya harga untuk mencium Hajar Aswad ? Sambil menyikut orang lain lagi.....
( btw...memang di Tanah Suci, deket Kabah malah, ada juga yang mencopet koq....banyak jamaah tersayat atau tergunting kantungnya dan hilang isi kantungnya, justru ketika sedang berada dekat Kabah....astaghfirullahaladziim )

8 comments:

Anonymous said...

Waah ternyata dijadikan bisnis, gak takut kwalat apa yah? untunglah Mamah ga ngalamin kejadian kayak Jemaah dari balikpapan itu.

Doain saya ya Mah, biar bisa berangkat juga nanti

Anie said...

duh Gusti .. ternyata sampe segitunya ya Mah ...ck..ck..ck.. susah deh kl smua2 dijadikan bisnis uang :(
untunglah mamah masih dalam lindunganNya :)

Anonymous said...

Katanya begitu ya mah, nyium hajar aswad dijadiin bisnis. Yang jadiin bisnis orang-orang Indonesia lagi katanya ya.

M. Raul Yasin Widjayabrata said...

jadi inget tanda2 hari kiamat ya mah?

primaningrum said...

iya bener mah... banyak kok yang nawarin sembari maksa...

icHaaWe said...

wah baru denger aku yg begituan... kalo disini orang bilang untung2an..kalo beruntung..bakal kebuka sendiri jalan mulus supaya bisa kecium hajar aswad nya

Anonymous said...

Alhamdulillah, si mamah udah sampai. Sehat mah?

Aku juga baru denger tuh dari ibu mertua yang tahun lalu berangkat...

Duh, prihatin deh.

Ahyani Raksanagara said...

Terkadang kita lupa makna yang sesungguhnya.
Berhaji...mencontoh ketakwaan dan keimanan Nabi Ibrahim,semua karena Allah

keikhlasan dan keimanan ,kepatuhan kepada Allah dari Nabi Ismail

Ketulusan seorang ibu, ikhtiar tak ada henti Siti Hajar

Perjalanan Nabi Muhammad mengemban amanah .

Gak ada cerita atuh...dzalim ke orang lain untuk memenuhi keinginan pribadi...apalagi bukan rukun atau wajib.


Semoga kita selalu dijaga oleh Allah