Wednesday, December 24, 2008

JUDI

Postingan ini terinspirasi oleh dialog dengan pengemudi yang mengabarkan "keberuntungan" teman kerjanya , memperoleh sebuah mobil.

Bagaimana caranya?
Lha ya itu yang diperdebatkan sepanjang obrolan.

Menurutku, mobil yang diperoleh si bapak x itu termasuk kategori judi, sedangkan menurut sang pengemudi, itu adalah hadiah.

Gimana nggak disebut berjudi coba, si pemenang kan secara aktif mengirimkan SMS ke nomor tertentu yang memang menjanjikan hadiah mobil.

Artinya apa?
Lha sama saja dengan ia memasang taruhan.
Aktif mengirim SMS kan sama saja dengan membeli lotere, membeli togel, membeli nomor buntut, dll, dlsb.

Apa bedanya?
Kan niat awalnya juga memperoleh hadiah, kemudian dia ngirim SMS.
Sama saja kan dengan niat memperoleh keberuntungan perjudian dengan aktif membeli lotere?
Atau membeli undian berhadiah?

Apalagi, si bapak X ini mengirim SMS buanyaaaaaak banget.
Diluar dugaan kepatutan.
Kalau pake istilah sang pengemudi, dia pengirim SMS terbanyak.

Lha, gimana nggak terbanyak.
Orang lain ngirim satu atau dua SMS seharga 2000 rupiah sekali kirim.
Dia bermodalkan delapan juta rupiah !

Bayangkan, delapan juta rupiah.
Itu kan duit segambrengan banget.
Dan pasti pinjem dulu lagi duitnya kesana kemari.

Bagaimana mungkin, seorang kepala keluarga yang dalam struktur PNS bergolongan 2, kita tahu gajinya berapa, mengirimkan SMS senilai delapan juta rupiah.

Yang terbayangkan olehku, pertama, dia pasti mengurangi jatah pengeluaran keluarga.
Dibela belain nunggak SPP sekolah anak, dibela belain asap dapur nggak ngebul, anak kurang gizi, hanya demi ngirim sebanyak banyaknya SMS.

Kedua, buang buang waktu untuk hal yang nggak manfaat.
Lho, kirim SMS senilai 8 juta rupiah kan butuh waktu bukan?
Dia pasti cuma duduuuuuuuuk dan memijit mijit tombol sepanjang waktu.

Lantas, ketika dia mendapat mobil, menurut keyakinannya itu adalah hadiah atas "upayanya". "Upaya" apaan??
Dan yang lebih memiriskan, dia malah mendapat pujian dari sanak keluarga dan kerabatnya.......
Dianggap pahlawan yang membawa keberuntungan pula.
Duuuuhhhhh......

Konon, karena dia nggak punya duit buat membayar biaya BPKB dlsb, maka setelah diperhitungkan dengan potongan pajak ini itu dan bayar utang modal SMS, dia mendapat saldo tujuh puluh lima juta rupiah.

Keluarganya bergembira ria, teman dan kerabatnya bersukacita pula, dan diam diam mulai berniat meniru sepak terjangnya............siiighhhhhhh.....

Wah.....bener bener aneh kan ?
Model jalan cerita beginian malah dikagumi keluarga dan temen temennya.
Bukan hanya dikagumi, bahkan ditiru, diteladani, cara dapat uang jutaan secara mudah.

Duuuhhhh....
Emang bangsa kita tuh pemalas kelas berat ya, pengennya segala instant.
Istilah no free lunch nggak mereka kenal.
Sifat kerja keras dan kerja cerdas sudah lama ditinggalkan.
Inginnya instant, cepat berhasil.

Padahal, kehidupan tanpa proses, tanpa perjuangan, tanpa memberi manfaat kepada sebanyak banyak mahlukNya, apalah artinya.

Memang, saat ini banyak banget tontonan, yang menjanjikan kehidupan bergelimang kemudahan dan kemewahan, bagaimanapun cara mendapatkannya.
Bahkan dengan berjudi sekalipun.

Jadi inget lagunya Bang Haji tentang judi.
Judi adalah awal kesengsaraan, yang kaya menjadi miskin, apalagi yang miskin.
Bukan begitu?

Sunday, December 14, 2008

HARI IBU

Hari Ibu ? Ngapain ya ?.....
Di Indonesia, pada Hari Ibu biasanya sih berjalan seperti hari hari biasa aja tuh....
Masak, nyuci, beres beres, nyetrika, belanja, ngurus anak dan suami, ngantor, pleueueueus beribu kerjaan remeh temeh tetek bengek lainnya...

Hari Ibu di Indonesia kan beda banget dengan Mother's Day.
Kalau 22 Desember kan riwayatnya juga bermula dari semangat kaoem perempoean Indonesia yang berkongres untuk menentukan sikap, ikut berjuang bersama kaum laki laki dalam merebut kemerdekaan dan mengambil peran dalam berbangsa dan bernegara.

Jadi, 22 desember adalah justru hari semangat, bukan hari leha leha dengan pemanjaan khusus. 22 Desember adalah hari yang menggugah para Ibu untuk kembali menata langkah dan sikap, memantapkan energi, menyatukan kekuatan dan kemampuan.

22 Desember adalah hari yang mengingatkan kaum perempuan untuk tetap tangguh mandiri, bertanggung jawab, berjuang sepenuh jiwa raga, penuh kasih sayang mengemban tugas sebagai Ibu yang mempersiapkan anak anak memegang kendali dimasa depan.

Entah kenapa, setiap ingat peran Ibu, yang teringat olehku diantaranya adalah perjuangan Siti Hajar .
Berlari bolak balik tujuh kali, dipanggang terik matahari, antara bukit Saffa dan bukit Marwah, hanya sekedar mencari air untuk anaknya tercinta, Nabi Ismail .

Siti Hajar, lambang perjuangan seorang Ibu yang berikhtiar sekuat tenaga dengan penuh harap dan doa, pleueueues rasa tanggung jawab dan kecintaan yang luar biasa atas peran sebagai ibu.

Ibu, adalah pembentuk utama jiwa raga seorang manusia.
Akan jadi bagaimana seorang embrio manusia kelak, ibulah yang terutama menentukan, sejak didalam kandungan.

Ibu, adalah lautan kasih sayang yang tiada batas.
Selalu penuh cinta.
Dalam setiap sel tubuhnya deras mengalir rasa cinta yang sungguh luar biasa.

Ibu, adalah sosok tangguh yang mempesona.
Penuh daya juang, menyiapkan sosok masa depan yang akan mewarnai dan mengendalikan dunia.

Ibu, adalah samudra keikhlasan yang tiada tara.
Ikhlas menjalankan peran ibu sebagai tanggung jawab peran membimbing anak menjadi manusia dewasa yang penuh manfaat.

Ibu, adalah oase pengorbanan yang mengagumkan.
Panutan dalam berkorban, senantiasa mengesampingkan kepentingannya demi kelangsungan hidup anak tersayang.

Ibu adalah sumber cinta yang menakjubkan.
Dalam setiap tatapan dan sentuhannya mengalir doa dan harapan.
Dalam setiap detak jantungnya dan helaan nafasnya, terpancar energi yang senantiasa ditransfer kepada buah hatinya,kapanpun dan dimanapun.

Ibu, adalah peran yang istimewa dan tak akan pernah tergantikan.

Ibu, is 24 hours job, no pay and day off. Seldom appreciated and impossible to resign. But Ibu still full of love doing it with warm heart.

Selamat menata hati dan menata langkah.
Memantapkan sikap, menjalankan peran sebagai seorang ibu dengan penuh kegembiraan dan kesukacitaan.


Selamat Hari Ibu