Sunday, June 28, 2009

TOLOMBOOOOONG NONGGENG

Hehehehehe
Postingan kali ini terinspirasi gara gara adik si mamah, simplelife.blogspot.com, mengeluarkan kalimat tersebut di FB.
Tolomboooong nonggeng...belut ditalian........
Tong ngomooooong, gandeeeng...., sungut di xxx an.
Huahahahahahah
Cocoooook banget dengan banyaknya statemen atau koar koar menjelang pilpres saat ini.

Tolombong, tahu kan ?
Itu keranjang besar terbuat dari bambu, kayak dianyam gitu.
Nonggeng? itu posisi menonjolkan bokong.
Ditalian itu diiket
Tong ngomong, gandeng, artinya jangan bicara, berisik.
Sungut itu artinya mulut ( dalam bahasa sunda, kata sungut nih kasar banget )..

Kalimat kalimat itu sering si mamah denger dulu, duluuuuu sekali.
Intinya sih mengingatkan, kalau bicara harus efektif efisien.
Harus ada manfaatnya, jangan asal cuap.
Jangan sembarangan bicara atau mengeluarkan pendapat yang nggak ada gunanya.
Setiap kata yang dikeluarkan, harus manfaat.
Setiap kata yang dikeluarkan, pasti ada tanggung jawabnya, ada balasannya, baik atau buruk.

Kita saksikan kan sekarang?
Orang bicara berbusa, berbuih, muncrat muncrat, cuma karena syahwat kekuasaan.
Manfaatnya buat orang banyak? Buat rakyat?
Nothing, nol besar.
Malah bikin nnneg, mmpet, mengurangi energi, bukan membangun energi.

Begitupun kalau membaca tulisan.
Koq kayaknya, kalau dikasih kesempatan, malah menulis curhat, bukan realita dan solusi.

Yang kita butuhkan kan solusi, pilihan pilihan langkah nyata, bukan wacana.

Banyak orang pinter, diberi kesempatan bicara atau menulis, malahan curhat.
Malahan menyampaikan uneg unegnya.
Malahan menyalahkan orang lain.
Malahan menunjuk hidung orang lain.
Bahkan, kadang menjadi provokator, membakar kemarahan orang terhadap orang lain.
Astaghfirullahaladziim

Padahal, apa kontribusi positif yang bersangkutan?
Nothing...nol besar.

Kita, memang sedang berjuang keras mencapai kegemilangan bangsa yang bermartabat.
Makmur dalam keadilan, sejahtera dalam kedamaian.

Siapa yang berjuang keras ?
Ya kita, bukan kamu atau dia, atau mereka, saya juga.

Semua proses menuju kondisi yang kita idamkan itu butuh kerja keras, butuh partisipasi aktif yang nyata dari setiap individu, butuh kerjasama, butuh kebersamaan, menghimpun energi positif.
Partisipasi aktif gerak langkah positif yang real, bukan hanya bla bla bla.

Banyak hal yang bisa kita sumbangkan secara nyata.
Mulai dari yang kecil sampai yang dahsyat.
Mulai dari yang kecil dan rutin, seperti memilah sampah, menghemat energi, tertib berlalu lintas, dll.

Bukankah prestasi besar pasti dimulai dengan hanya satu langkah kecil saja ?

Kalau kita berpendapat bahwa pendidikan adalah jalan menuju peningkatan kesejahteraan, ya jangan berkoar menyalahkan sistem pendidikan doang.
Action dong.
Kita bisa membantu yang putus sekolah, mengajar anak jalanan, mendidik pembantu rumah tangga, membuka kursus ketrampilan, membuka taman bacaan, menyumbang buku bacaan, menjadi pendidik atau bahkan membuka sekolah, dll.

Kalau kita berpendapat sistem kesehatan masih nggak berpihak kepada si miskin, ya kita bisa memberi penyuluhan tentang adanya kartu miskin untuk berobat, atau bahkan membantu biaya pengobatan bagi yang memerlukannya.

Kalau kita berpendapat, ekonomi belum mensejahterakan rakyat, ya kita bisa mulai dengan memberi makan kepada yang kelaparan, memperbanyak sedekah kepada orang yang kebetulan ada diseputar kita, menggaji pegawai kita dengan baik, membuka lapangan kerja atau memberi modal kerja , memberi peluang usaha sesuaai ketrampilannya, dll, dlsb.

Masih banyak solusi nyata, walaupun kecil, yang bisa kita berikan.
Bukan hanya sekedar bla bla bla.

Di milis milis beredar ajakan untuk melakukan hal hal nyata yang kayaknya gampang banget untuk dilakukan.
Misalnya belanja di tukang sayuran yang lewat depan rumah atau di pasar tradisional, jajan gorengan di kaki lima, manggil tulang sate yang lewat, bukain warung buat tunakarya, memperbesar sedekah,naik kendaraan umum, beli majalah atau koran dikaki lima, semir sepatu sama anak anak tukang semir, dll, dlsb

Hingar bingar dan hiruk pikuk blablabla seputar kita saat ini, mengingatkan si mamah akan kalimat kalimat jaman baheula seperti yang diucapkan adik si mamah.

Betul.
Kalau inget kalimat..."Tolomboooong nonggeng, belut ditalian.....tong ngomooooong, gandeng, sungut di xxx an )
, kita pasti akan irit bicara dan banyak melakukan karya nyata.

Jadi,
Masa sih nggak malu malu cuma bisa nyap nyap doang?
Nggak takut gitu akan akibatnya?
Tuh......nanti sungutnya dixxx an...
Hiiiiiyyyyyyyyyyy

11 comments:

Iwan said...

Hua ha ha haaaaa.....

Kutaaannnn...

Saya baru sempat baca sekarang, jadi baru ngerti maksud Si Mamah tentang "tolombong nonggeng" teh!

Urang Sunda mah sok bisa'an ari nggeus moyok teh, nya? Belum lagi kalau sudah nglaklak-dasar nya?

Kayaknya Si Mamah mah nggak pernah dengar ya, bagaimana lamun urang Sunda "asli" ngalaklak-dasar teh!

He he he heeee..., saya mah sudah sering dengar! Dan selalu tersenyum geli kalau sekarang inget lagi. Lucu atuda!

He he he ....

Mamah Ani said...

orang Sunda ngalaklak dasar?
coba deh mampir di postinganku BAHASA, 10 April 2007

Iwan said...

Wah,teu nyangka Si Mamah juga kenal geuning Bahasa Sunda "beneran"!

Ha ha haaaaa......, orang luar mah tidak ada yang tahu, bahwa dalam urusan maki-memaki teh, sesungguhnya Urang Sunda yang lemah-lembut teh sebetulnya malah aslinya!
Semua ungkapan sumpah-serapah tersedia. Seperti Bahasa Perancis dalam mengungkapkan lekak-likunya keindahan dan/atau cinta.
Cuma Bahasa Sunda mah di bagian "laklak-dasar"nya!

"Nurustunjung siah, kop tangkubkeun kana tangkorak sia!"
"Si Kehed kokod-monongeun dst"

Padahal nanya ke sana-sini apa sih sebetulnya arti "nurustunjung", kokod-monongeun" dkk. itu, jawabannya cuma tertawaan!

Sumpah, buat saya yang Bahasa yang pertama dikenalnya itu ialah Bahasa Jawa Malang, pertanyaan begitu itu sungguh menggelitik!

Sampai sekarang!

Si Mamah tahu nggak arti kata-kata itu?

meity said...

wah kalau dikeluarga besar, ada satu tante yang selalu punya istilah dalam bahasa sunda. jadi kalau lagi ngariung, selalu ada aja bahasa istilah baru dalam bahasa sunda dari si tante. kalau ditanya, pasti dijelaskannya panjang lebar dulu baru bisa anak2 muda yang udah mulai terserabut dari akarnya ini ngerti maksudnya apa :D

Anonymous said...

huah3x
makanyah kalau lagi pada nyap2x
koar2x
inget ajah sama kang cepot....

pasangan CD (cepot -dawala) mah....seuri ajah karna giginyah cuman 1...(tapi selalu unjuk gigi)

tapi kata cepot :tolombong nonggeng , belut ditalian
tong ngomong gandeng.........gelut sakalian ....wek3x (ahyani)

Mamah Ani said...

huahahaha
buat CD...artinya tolombong nonggeng belut ditalian yang sebenarnya ialah...tong ngomong gandeng...gelut sakalian, sambil sungut lawan dixxxan...heuheuheu

bundanya i-an said...

ha ha ha jadi inget waktu kecil... kalo berantem pasti suka ngeledeken lawan pada "tolombong nonggeng"....

Tamrin-Next CEO said...

Hehe.... Keren keren... Emang sih, sekarang sedang banyak orang berkoar-koar tentang pisi misi. Saking seringnya, biasanya saya sering banget nonton TV One, sekarang jadi bosen.

Mungkin terlalu manis kali ya makan kecap tiap hari. Hehe...

Yang penting KONGKRIT. Saya jadi inget sama istilah yang dibuat oleh temen-temen asrama.

MAGAKONG = MAnusia GA KOngkrit...

Semoga kita bisa memilih pemimpin yang bukan MAGAKONG..... Amin...

ijal said...

jadi...



milih nomer brp mah? :-P

Fie said...

wadooh meni ngonggeng eta si tolombong teh xixixi ....... istilah lami pisan yang jarang didenger Mom ... TFS ...

Jek Brom said...

wawww