Saturday, June 30, 2007

RENDAH HATI

Kali ini si mamah mau posting tentang rendah hati aja deh...

Pernah ketemu sama orang songong nggak ?
Itu tuh, yang udah mah bicaranya keras, isi bicaranya penuh kesombongan lagi.

Dia sengaja bicara dengan volume besar agar cerita tentang "kebesarannya" didengar banyak orang.
Makin banyak yang denger, makin banyak yang menoleh, dia makin maceuh, makin menjadi jadi........
Gggggrrrrhhhh...yang model gini biasanya bikin nnnneg bukan ?

Kalau diperhatikan, isi pembicaraannya nggak akan bergeser atau nggak akan jauh jauh dari cerita tentang seputar " saya "....saya sih begini, saya begitu, anak saya begini, anak saya begitu, rumah saya begini, mobil saya begitu, dll, dlsb...
.wekkks...mabok nggak dengernya....

Sebetulnya, makin banyak kita bergaul, makin sering kita bersosialisasi, kita belajar untuk menekan cerita tentang "saya".

Terkadang kita lupa, siapa lawan bicara kita, kita khilaf, siapa teman seperjalanan kita, kita "dibutakan' siapa yang sedang ada diseputar kita, karena kita sibuk terfokus kepada cerita tentang saya, saya, dan saya.

Padahal, kalau kita mau sedikiiiit aja, memancing lawan bicara kita, teman didekat kita, kita akan bisa tahu, siapa dia sesungguhnya, apa yang bisa kita petik dari pengalamannya atau pendiriannya, mengasyikkan bukan ?

Si mamah tuh lebih seneng ke pasar daripada ke supermarket, kenapa ?
Karena dipasar ada interaksi dengan pedagang, ada ilmu lain yang didapatkan.

Coba simak, di pasar modern BSD, ada tukang plastik yang lulusan politeknik ITB, kemudian bekerja di perusahaan jerman, makanya Deutsch nya fasih, dan karena ingin bekerja dalam suasana dialah rajanya, dialah bosnya, nggak mau ngikut dibawah perintah orang, dia banting stir menjadi pedagang plastik, kantung kresek, kantung sampah, gelas plastik, dll, dlsb.
Karena kegigihannya bekerja, keuletannya, ketekunannya, tahan banting, konsisten, kreatif dan inovatif pleueueueus punya kelebihan memberikan pelayanan yang ramah dan menyenangkan, maka usahanya membesar, berkembang dan teruuus berkembang.

Ada lagi tukang pisang cavendis, yang selalu ramah dan banyak bertanya, anaknya udah lulus tante...mau nerusin kemana tante...dll, dlsb...
Ternyata lulusan perhotelan Trisakti, dan kakaknya konon lulusan managemen bisnis...
Eeuleuh euleuh....ada dua sarjana bahu mambahu mendorong dorong keranjang buah.

Tukang sotomie, anaknya sudah semester 6 di Kedokteran, tukang ikan asin, anaknya kuliah di managemen bisnis Universitas Gajah Mada....tuuuuh, kaaaan, gararaya bukan ?

Tukang pecel, tukang daging, tukang nasi rames....kepasarnya naik mobil pribadi, keren boooo.

Dikantorku, bahkan beberapa sopir, anaknya ada yang sedang ngambil spesialisasi kedokteran, ada yang sedang mengambil magister managemen, ada yang insinyur, dll, dlsb...hararebat kan ???

Ada pula sopir yang milyarder...beneran milyarder lho....menjadi milyarder karena tanahnya tergusur pembangunan dan dapat ganti rugi ...wuaaaah, hebring pisan, ada yang punya 5 M ada yang dapet 8 M..........
Cobaaaa....kita suka baragagah beregegeh, songong, apa punya duit em em an gitu ditabungan kita ????

Padahal...mereka yang punya....tetep aja pengen bekerja sebagai sopir, karena menurut mereka, bekerja itu bukan buat nyari duit, bekerja ya bekerja aja, dilakukan dengan senang, menjalankan peran mumpung usia belum sampai ujung....
wuahhhh, lebih hebat kan prinsip hidupnya daripada kita yang baru punya duit dikit aja udah malez, udah pengen libur, udah pengen leha leha.......
Atau...juga lebih hebat dari kita yang selalu uclak aclok pindah kerja cari gaji yang lebih, yang lebih, yang lebih besar lagi, jadi kerja itu cuma buat duit, duit, duit....
Lantas, koq malah kita yang lebih songong daripada para pekerja sejati itu ya.......

Bergaul dengan banyak orang, berinteraksi dengan berbagai kalangan, membuat kita belajar nggak songong, belajar rendah hati, belajar "isin" alias malu, belajar bersyukur, belajar mengerem mulut untuk tidak mengumbar cerita tentang saya, saya dan saya..

Coba deh kalau ketemu orang kita belajar menyapa, belajar mendengar ceritanya, bukan mustahil kita bisa mendapat cerita mengejutkan atau lucu seperti ini :

Ketika bertemu pengemis di pintu masuk kampus Universitas Pajajaran Bandung, terlihat kantung duitnya sudah penuh....mang...koq masiiiih saja mengemis dari dulu ?
itu duitnya udah segembolan , koq belum pulang ?....
yaaaah, bu, kan buat anak cucu.........
Emang anak mamang dimana gitu ?
Anak mamang ? Ada yang di ITB, ada yang di Unisba, ada yang di Maranatha, bahkan ada yang di IPB Bogor dan UI Depok..........
halah, si mamang gaya.....kuliah apa anak anaknya mamang teh kitu ?....
Aaaah, sanes kuliah bu.....sama aja pengemis seperti saya......
huahuahuahuahaaaaaa......

4 comments:

TomInta family said...

Jadi benar sekali kata pepatah ya Mah.. Tong kosong nyaring bunyinya.. alias gandeng cempreng...kekekekek.
Yang berisi malah adem ayem aja...anteng ;)

ninda said...

Ah mau belajar mendengar daripada berbicara...
Kalo 'saya.. saya'nya di blog gimana tuh mam?

Miming said...

bagian terakhirnya itu loh... wuahahaha...

ya nih kadang manusia tuh suka gak nyadar ya, kebanyakan omongnya daripada kenyataannya. kalo gitu harus waspada nih, harus selalu ingat diri ;).

sujiwo said...

Mamah mulai sekarang saya gak mau bilang lagi saya gini..saya gitu...saya sih...hahahaha. Blognya aseek banget Mam , mau dibuka tiap hari ah. Semoga Mamah selalu sehat-sehat dan berada dalam lindunganNYA..amin. GBU Mamah