Wednesday, December 06, 2006

BULAN GHIBAH NASIONAL

Astaghfirullahaladziim......
Ya Allah, Ya Gafur....Engkau Maha Pemaaf, Maha Penerima Taubat.
Maka ampunilah dan terimalah taubat kami semua, semuaaaaaaaaaaaaaa ya Allah........
Ihiks, ihiks.ihiks

Sedih banget,banget, banget.......
Kayaknya bangsa kita ini selalu aja bagaikan judul buku jaman baheula ....Tak Putus Dirundung Malang...

Belum selesai satu masalah, belum ketemu solusi yang jitu, udah muncul lagi didepan mata masalah lainnya.
Tsunami, gempa, gunung meletus, badai, kebakaran hutan, longsor, sumur lapindo, kecelakaan pesawat, kereta api, ferry, banjir, korban smackdown, demam berdarah, flu burung......

Halaaaaaaah, kapan brentinya ya..........

Ketika kita mencoba langkah awal dengan menata hati, membersihkan jiwa, berpikir positif, mencoba bangkit tertatih dalam remang kegelapan ditengah lorong tikus, menghirup energi harapan yang mulai menguak......
Jebreeetttttt, jebrettttt, jebretttttttt, tamparan...eh...tonjokan, eh...tendangan....eh...bantingan.....eh...
Lha iya..smack down itu mah....
Iya, bener, kepercayaan nurani yang mulai terbangun, ketenangan jiwa yang mulai terasakan, ada yang meng smack down......
Haduuuuuuuuuh, ampyuuuuuuun.
Kapan bisa berdiri tegak ya......
Koq ngabangkieung lagi, ngabangkieung lagi ( ngabangkieung apa artinya ya....terjengkang ? terjerembab ? )

Bangsa ini yang mencoba lagi, mencoba lagi, mencoba lagi untuk berdiri tegak, mencoba nggak paranoid, membangun kepercayaan, membangun ketenangan, malah terjerumus kepada bulan ghibah nasional......

Iya bener, nasional.......
Nggak mungkin lokal cuma di Bandung aja......
Dimana mana, dikampung dan dikota ( kayak lagu badmintonnya mang koko ya ...hehehe..).
Di angkot dan di pesawat, di emperan dan di lobby hotel berbintang, di warteg dan di restaurant hebring, disekolah dan dikaki lima, dikantor dan dipangkalan ojeg......

Hot issue nya semua sama....
Ghibah nasional ???

Bangsa ini sedang bikin dosa berjamaah dengan membicarakan hot news ???
Lagi lagi bangsa ini salah besar, mengurangi rahmat Allah dengan berghibah secara nasional dalam kurun waktu yang lama pula.
Azab apa lagi nanti yang akan kita terima ya Allah ??
Astaghfirullahaladziim.........

Tapi........maaaaaaf, beribu maaf.
Apakah cuma kami yang diazab ya Allah ?
Apakah kami yang katanya kurang shaleh, kurang shalehah, kurang mengerti agama, kurang paham isi Al Quran, kurang ikhlas nggak berani menerima kenyataan , usil urusan pribadi orang, berghibah, berghibah, berghibah menggunjingkan seseorang yang katanya panutan, teladan, idola, dan tingkat keshalehannya mumpuni ........
Apakah cuma kami yang akan diazab ya Allah ?.........

Kalau ghibahnya merata, jauh kepelosok pelosok, apa peran pemantik yang membuat kami menjadi peng ghibah ya Allah ?Apakah pemantik yang menjadi sasaran "ghibah nasional" yang akan mendapat ganjaran pahala kebaikan, sedangkan kami, ratusan juta yang "kurang paham agama" justru mendapat azab Engkau Ya Rahman Ya Rahim.

Ya Allah Yang Maha Adil Bijaksana ...........
Apakah hanya kami yang bodoh, kurang shaleh, kurang shalehah yang Engkau salahkan ?????
Astaghfirullahaladziim........ihiks, ihiks, ihiks.......

10 comments:

Anonymous said...

klo diliat2 bener juga yah,, ada aja yang selalu melanda negeri kita tercinta itu,, semoga semua yang melanda Indonesia cepet berakhir deh,, Amien....

NiLA Obsidian said...

mamahhh.....

mungkin ini juga bulan itrospeksi diri.....

sebenrnya yg hrus dilakukan bukan pd bulan ini saja....mungkin bulan bulan bulan lalu kita selalu lupa introspeksi.....

astagfirullah....

Alex Ramses said...

HEhehehe,,, mama ikut geram ya? Wanita mana ada yang rela melihat praktik poligami ma,,, istri nabi aja yang segitu mumpuni dan merupakan wanita2 pilihan bisa cemburu2an dan kubu-kubuan kok. Yang penting ya ghibahnya jangan keterlaluan, misalnya kita udah gak percaya lagi sama si idola _ which i never trust in heheh - ya cukup mencibir? seperlunya aja. Yang penting panas hati bisa lega, asal jangan menambah2 gosip yang dibuat2.
Adapun bencana bertubi2,,, hmmm katanya kan: "barang siapa dicintai allah, yusib minhu". Jadi kslau banyak ditimpa musibah berarti ktia ini dicintai allah. Musibah itu kan jika disikapi dengan sabar jadi pahala buat ktia dan nanti ada hikmahnya. kalau gak sabar berarti bener2 hukuman atas dosa2 kita.

coba banyakan mana kedurhakaan kita indonesia sama US? kok mereka hidup makmur dan gak mengalami penderitaan kaya kita sekarang? jadi,,, kita dicintai tuhan kan? heheheh menghibur diri.

Kita kan lagi dalam masa transisi menuju negara yang adil dan makmur. masa transisi kan emang masa yang paling fragile. Jadi harus sabar.

Yeah Hell with Aa Gym,, hahahaha. Kok Alex nambahin ghibah ya? hahahhaa,,,

Krisna Muslim said...

Mamah.. kita emang harus mengaca lagi ke diri kita. Apa iya sih kita lebih baek dari pada orang yang kita gosipin???

putri said...

hehehe... saya ketawa bukan krn isinya. Judulnya itu lho... "Bulan Ghibah Nasional" hihi..

The Kannes said...

Ikutan asyik membaca tapi nggak ngeh isinya ...apa ya artinya ghibah itu ???

Alex Ramses said...

Ghibah itu kalau gak salah, neng Susie, artinya ngomongin aib orang lain meskipun sebenarnya aib itu benar2 ada pada dirinya, kalau aib itu sebanrnya gak da disebut takdzib atau fitnah dalam bahasa indonesia.
Neng susie ini diklick namanya kok gak ada blog-nya? loh?

luigi said...

Mamah,

Moga2 masing2 bis anahan iri untuk gak terus ikut nimbring dna memperpanjang si Ghibah dan terus menyebarluaskannya.. :)

Setiap orang toh punya timbangan iman dan takwa masing2..sebelum ngomongi lainya, kadang kita perlu melihat diri sendiri, sudahkan kita lebih baik dari yagn lain? :D

Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari Afrika Barat

Yulia said...

Apa kabar Tante?..lama gak mampir kemari..td dah baca2x soal Aa Gym 1 dan ke 2. Tp no comment lah..dah pernah comment di beberapa blog temen2x, takut dakuw menyinggung perasaan org :)

Biar Indo sering di landa masalah tp dakuw tetap cinta matiii..:) apalagi sama makanannyaaa..slurrrppp semuaa..ihihihii

amethys said...

begitulah manusia..tapi semoga kekecewaan yg dirasakan para "pengidol" dai kondang satu ini menjadi cermin bagi sang dai...dan pasti ada hikmahnya....semoga