Seorang teman mengirimkan tulisan tentang analisa perilaku masyarakat.
Mengapa bangsa lain bisa maju, bisa makmur, bisa sejahtera, dan dari hari kehari semakin maju dan berkembang, sedangkan kita ?
Katanya, nggak ada hubungan antara usia suatu bangsa atau negara dengan kemakmuran atau kesejahteraan atau kemajuan.
Dia memberi contoh negara negara Singapore, New Zealand, Australia dan Kanada yang relatif berusia muda tapi sudah begitu pesat tingkat kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.
Sedangkan India sudah berusia lebih sepuh, tapi rakyatnya tetap miskin dan banyak tertinggal.
Kemajuan dan kemakmuran suatu negara juga tidak ditentukan oleh sumber daya alamnya. Contohnya Jepang.
Daratannya 80% pegunungan yang tak cukup untuk lahan pertanian dan peternakan.
Tetapi Jepang bagaikan industri terapung yang mengimport bahan baku dari berbgai belahan dunia dan mengekspor berbagai barang jadi dengan kualitas tinggi.
Begitu juga Swiss yang tidak punya perkebunan coklat tetapi menjadi penghasil olahan coklat terbaik didunia.
Lahan untuk ditanami atau untuk peternakan di Swiss begitu kecil, tetapi Swiss bisa mengekspor olahan susu terbaik didunia.
Swiss juga tidak punya reputasi keamanan, tapi bank bank di Swiss sangat dipercaya oleh seluruh kalangan didunia.
Dari beberapa uraian tentang rahasia kemajuan negara negara lain, beberapa point penting yang tercatat, sehubungan dengan tingkat kemajuan bangsa tersebut adalah : Adanya prinsip prinsip dasar kehidupan yang secara nyata dan konsisten dijalankan seluruh masyarakatnya secara terus menerus dan berkesinambungan.
Bahkan sikap dan perilaku masyarakat tersebut telah dibentuk sepanjang tahun dan diwariskan melalui pengajaran kebudayaan dan pendidikan.
Bagus.
Apa sajakah prinsip dasar kehidupan yang dijalankan bangsa lain yang konon sudah begitu makmur sejahtera, maju dan maju terus ?
1. Etika sebagai prinsip dasar kehidupan sehari hari.
2. Kejujuran dan integritas.
3. Bertanggungjawab.
4. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat.
5. Hormat pada hak orang/warga lain.
6. Cinta pada pekerjaan.
7. Berusaha keras untuk menabung dan investasi.
8. Mau bekerja keras.
9. Tepat waktu.
Naaaah lhoooo....
Apakah kita sudah benar benar menjalankan prinsip prinsip dasar kehidupan tersebut ? Ataukah kita punya karakter yang memang ikut andil dalam membentuk karakter masyarakat yang susah menjadikan Indonesia menjadi maju, makmur dan sejahtera ?
Hehehehe...jadi inget kelompok orang bergerombol duduk duduk mencangkung, jongkok dimana mana sambil merokok dan ngerumpi.
Inget kelompok yang angkat ngagandeuang lelet letoy ngagedod, lambat bagai siput.
Jadi inget kelompok yang suka penuh dusta dan kebohongan.
Jadi inget kelompok yang suka sweeping apapun yang berbeda dengan mereka.
Jadi inget kelompok yang kalau kerja tuh asal asalan, asal jadi, asal selesai.
Jadi inget jam karet...halah...kalau rapat atau pertemuan, yang tepat waktu malah dihukum , harus nunggu berjam jam kelompok yang jam karet.....
Duuuuuuuuh, kapan atuh majunya negara kita kalau rakyatnya begini begini terus sih ya...
Apa nggak pengen mewariskan Indonesia yang maju, makmur, sejahtera, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja ?
Kita miskin bukan karena sumber daya alam atau karena alam kejam kepada kita atau karena ulah orang lain.
Kita miskin, nggak maju maju, justru karena kita kurang kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi dan negara.
Tidak akan ada perubahan apa apa dalam negara kita.
Negara kita akan tetap berlanjut dalam kemiskinan dan keterbelakangan, apabila kita semua tidak berubah dan bertindak.
Kita ingin berubah dan bertindak, dan perubahan dimulai dari diri kita sekarang juga, bukan begitu ?
Baguslah kalau kita semua sepakat.
Dan akan lebih bagus lagi kalau kita mengerti, memahami, menjalankan dan mengamalkannya, mulai dari diri kita sendiri, mulai sekarang dan mulai menularkannya kepada orang orang terdekat.
Insya Allah, rakyat kita juga bisa makmur sejahtera, asal diperjuangkan secara bersama sama, iya kan ?
Sok.....derrrr ah...
Menyongsong 2009 dengan semangat baru, dan dengan nilai nilai baru yang jauh lebih positif, mau?????
Sunday, January 18, 2009
Friday, January 09, 2009
KEMAJUAN TEKNOLOGI
Setiap jalan kemanaaaaa aja, suka membayangkan, gimana ya kalau nggak ada jalan mulus gini, gimana ya kalau teknologi transportasi belum maju, masih kuno.
Kebayang, kalau mau beli beras menyusuri jalan setapak, ditengah hutan lebat pula, pulangnya ngagembol ( apa ya bahasa indonesianya ..) beras, gula, kebutuhan pokok lainnya, kembali menyusuri jalan tanah setapak, atau.....naik kuda...hehehehehe
Kalau mau kekantor, nggak ada mobil, naik kuda juga kali ya....
Eh...ada nggak kantornya ya...
Berapa jam dibutuhkan untuk kesuatu tempat.
Berapa hari dibutuhkan untuk ke Bandung.
Sekarang, lewat Cipularang, BSD-Bandung bisa 2 jam lho....alhamdulillah.
Pokoknya, kalau lagi diperjalanan, suka rada rada melamunkan jaman nggak ada transportasi yang seperti sekarang ada.
Uuuugh, nggak kebayang deh segala serba lambatnya.
Sudah terbukti, kepinteran orang dibidang teknologi, banyak yang memberi nilai tambah dalam kehidupan manusia.
Contohnya, disamping transportasi, ya telekomunikasi.
Sekarang, dari rumah, bisa cuma mutar tilpon, maka akan diantarkan kedepan pintu.
Mulai dari Mc D, Pizza Hut, Sarpinos, KFC, Hokben, Sandwich, Nasi Timbel, Nasi Padang, Sate kambing, Pepes teri, udang bakar, nasi bogana, nasi gudeg, es kelapa, cendol, cincau, siomay,dll,dlsb
Wwuiiiih, pokoknya apa yang kita mau, tinggal pake telunjuk, putar sebuah nomor....makanan ada didepan pagar rumah.
Asyik nggak tuh, irit waktu, irit tenaga, walaupun berat diongkos...hehehe..
Jajanan kan selalu lebih mahal daripada bikin sendiri,bukan ?
Yang sedang merantau diluar negeri, katanya suka belanja lewat internet.
Maka datanglah kedepan pintu, santan, daun salam, laos, serai, dan bumbu bumbu lainnya yang diperlukan.
Bayarnya pake cara transfer lewat internet pula.
Udah gitu, resep makanannya juga tinggal search pula di internet.
Maka terhidangkanlah dimeja makan nun jauh dibenua sebrang sana ketoprak, sotomie, sate padang, kupat tahu, dll dlsb...nikmaaaaat.
Karena kecanggihan teknologi komunikasi, bahkan, dari kamar tempat si mamah postingin tulisan ini, bisa pesen kereta api nun jauh di Jerman sana.
Tinggal milih, mau naik kereta jenis apa, hari apa, tanggal berapa, jam berapa, kereta dari mana kemana, mau ditempat yang terisolasi atau tempat terbuka ramean, mau tempat boleh merokok atau tidak, mau tempat yang bisa ber hp ria atau tempat sepi tanpa hiruk pikuk dering hp atau bunyi bunyian lain...
Setelah dipilih...ok, dapatlah tiket, lengkap persis jam kedatangan dimana, rel nomor berapa, gerbong nomor berapa, tempat duduk nomor berapa, sehingga pas kereta tiba di tujuan,yang jemput bisa tepat menunggu pas didepan pintu tempat kita keluar....
Luar biasa.......padahal stasiun kan rel nya puluhan gitu.....
Jadi inget, kalau lewat tol BSD-Bintaro, suka papasan sama kereta api jurusan Rangkasbitung-Tanah abang....reuteum!!!!( apa bahasa indonesianya ya...penuh sesak bergelantungan dimana mana penuh sampai atap gerbong pula).
Didalam gerbong penuh kelapa, bebek, kambing, tukang jualan, dll dlsb.
Boro boro kita tahu siapa duduk dimana.........duhhhhh
Kapan ya kemajuan teknologi di bidang transportasi dirasakan kita semua di Indonesia dengan nyaman, aman, menyenangkan ?
Ini kan bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi kita semua juga harus sadar banget, harus ikut memelihara sistem yang sudah bagus, memperbaiki sistem yang belum ok.
Harus bayar dong jangan mau gratisan, jangan mau lalai nggak beli tiket.
Duduk di atap gerbong, selain membahayakaan, juga merugikan, numpang gratisan kan?
Kalau pada gratisan melulu, lama lama bangkrut semua transportasi gimana.........kita naik kuda lagi geura.....
Kemajuan komunikasi dengan adanya HP....naaaah ini rada rada kelewatan kayaknya.
Sekarang, tukang sayur, tukang baso, PRT, pada punya HP.
Abis murah banget sih, punya duit duaratus ribuan udah punya HP kring...
Kalau adanya HP itu memberi manfaat, memudahkan komunikasi, mempercepat penyampaian informasi darurat kepada siapa saja dan dimana saja, kapan saja, apa jeleknya HP ?
Jeleknya, pertama, suka konsumtif.
Nggak perlu HP, ngadat amuk amukan minta HP ke ortu.
Udah dibeliin, pengen ganti baru yang lebih canggih, yang ada cameranya lah yang bisa musik lah dll dlsb
Kedua, nggak tahu waktu, buang duit dan buang waktu.
Dimana mana kita lihat orang ber HP ria.
Pembantu dijalan berhaha hihi.
Sambil menggoreng didapur berblablabla.
Ketika nyuci, nyetrika, itu kepala sampai dengdek, miring, karena ber HP ria.
Duit gaji nyaris habis dipake pulsa.
Belum lagi SMS an.
Ngirim SMS biar dapet hadiah lah, ikutan undianlah, ngirim suara buat milih jagoanlah.
Yang lebih membangkrutkan, lha lagi model nih.
Selaluuuu aja ada ucapan ucapan yang kayaknya dimulai dari pebisnis pulsa atau sejenisnya.
Setiap hari dijadiin hari untuk ngirim SMS.
Iedul Fitri, awal Ramadhan, Iedul Adha, Puasa Arafah, Puasa Muharam, Natal, Tahun Baru, Tahun Baru Islam, Imlek, Valentine, Hari Kesetiakawanan Sosial, Hari Persahabatan, Hari Keluarga, Hari Anak Anak , Hari Ibu, Hari Bapak, Hari ada Gerhana Bulan, Hari ada Gerhana Matahari, Serangan Israel ke Palestina, Hari Keberuntungan, SMS berantai, Terpilihnya Obama....waaah, macem macem deh.
Ada lagi SMS lain, untuk nanyain keberuntungan, jodoh, pekerjaan, dll dlsb....beueueueueu.
Nggak disadarin, forward SMS ke beberapa lainnya kan jadi kayak efek bola salju, bergulir bergulir bergulir, yang untung kan yang ngurusin pulsa kan?
Nggak heran, banyak SMS berhadiah mobil, kan cuma modal ngeluarin berapa ratus juta buat mobil tapi masuk milyaran.
Kita aja yang nggak nyadar telah ikut berjudi, ikutan bales SMS model model begituan.
( Udah cerita kan? ada satpam yang SMS undian hadiah mobil sampai ngutang ngutang buat kirim SMS senilai 8 juta rupiah?)
Yang lucu, sering ada hadiah untuk kirim SMS free berapa puluh kali, atau freetalk dari jam 00 sampai jam 15.00
Mau ngomong apaan 5 jam?
Mau ngapain tengah malam buta?
Mending juga tidur bukan?
Hadiah juga harus mendidik bukan?
Jadi, kemajuan teknologi juga kan harus seiring dengan kematangan mental, kedewasaan berpikir, kematangan jiwa.
Buang waktu nonton TV yang acaranya nggak memberi efek positive.
Buang waktu SMS an atau ber HP ria yang nggak memberi manfaat,dll, dlsb.
Coba deh lihat PRT, sambil nyapu, sambil nyetrika, sambil memasak, teteleponaaaaaan melulu.
Artinya apa?
Kerjaannya kan nggak sepenuh hati bukan???
Jangan sampai waktu dan potensi kita terkuras hanya untuk hal hal yang nggak perlu, bukan begitu ?
Kebayang, kalau mau beli beras menyusuri jalan setapak, ditengah hutan lebat pula, pulangnya ngagembol ( apa ya bahasa indonesianya ..) beras, gula, kebutuhan pokok lainnya, kembali menyusuri jalan tanah setapak, atau.....naik kuda...hehehehehe
Kalau mau kekantor, nggak ada mobil, naik kuda juga kali ya....
Eh...ada nggak kantornya ya...
Berapa jam dibutuhkan untuk kesuatu tempat.
Berapa hari dibutuhkan untuk ke Bandung.
Sekarang, lewat Cipularang, BSD-Bandung bisa 2 jam lho....alhamdulillah.
Pokoknya, kalau lagi diperjalanan, suka rada rada melamunkan jaman nggak ada transportasi yang seperti sekarang ada.
Uuuugh, nggak kebayang deh segala serba lambatnya.
Sudah terbukti, kepinteran orang dibidang teknologi, banyak yang memberi nilai tambah dalam kehidupan manusia.
Contohnya, disamping transportasi, ya telekomunikasi.
Sekarang, dari rumah, bisa cuma mutar tilpon, maka akan diantarkan kedepan pintu.
Mulai dari Mc D, Pizza Hut, Sarpinos, KFC, Hokben, Sandwich, Nasi Timbel, Nasi Padang, Sate kambing, Pepes teri, udang bakar, nasi bogana, nasi gudeg, es kelapa, cendol, cincau, siomay,dll,dlsb
Wwuiiiih, pokoknya apa yang kita mau, tinggal pake telunjuk, putar sebuah nomor....makanan ada didepan pagar rumah.
Asyik nggak tuh, irit waktu, irit tenaga, walaupun berat diongkos...hehehe..
Jajanan kan selalu lebih mahal daripada bikin sendiri,bukan ?
Yang sedang merantau diluar negeri, katanya suka belanja lewat internet.
Maka datanglah kedepan pintu, santan, daun salam, laos, serai, dan bumbu bumbu lainnya yang diperlukan.
Bayarnya pake cara transfer lewat internet pula.
Udah gitu, resep makanannya juga tinggal search pula di internet.
Maka terhidangkanlah dimeja makan nun jauh dibenua sebrang sana ketoprak, sotomie, sate padang, kupat tahu, dll dlsb...nikmaaaaat.
Karena kecanggihan teknologi komunikasi, bahkan, dari kamar tempat si mamah postingin tulisan ini, bisa pesen kereta api nun jauh di Jerman sana.
Tinggal milih, mau naik kereta jenis apa, hari apa, tanggal berapa, jam berapa, kereta dari mana kemana, mau ditempat yang terisolasi atau tempat terbuka ramean, mau tempat boleh merokok atau tidak, mau tempat yang bisa ber hp ria atau tempat sepi tanpa hiruk pikuk dering hp atau bunyi bunyian lain...
Setelah dipilih...ok, dapatlah tiket, lengkap persis jam kedatangan dimana, rel nomor berapa, gerbong nomor berapa, tempat duduk nomor berapa, sehingga pas kereta tiba di tujuan,yang jemput bisa tepat menunggu pas didepan pintu tempat kita keluar....
Luar biasa.......padahal stasiun kan rel nya puluhan gitu.....
Jadi inget, kalau lewat tol BSD-Bintaro, suka papasan sama kereta api jurusan Rangkasbitung-Tanah abang....reuteum!!!!( apa bahasa indonesianya ya...penuh sesak bergelantungan dimana mana penuh sampai atap gerbong pula).
Didalam gerbong penuh kelapa, bebek, kambing, tukang jualan, dll dlsb.
Boro boro kita tahu siapa duduk dimana.........duhhhhh
Kapan ya kemajuan teknologi di bidang transportasi dirasakan kita semua di Indonesia dengan nyaman, aman, menyenangkan ?
Ini kan bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi kita semua juga harus sadar banget, harus ikut memelihara sistem yang sudah bagus, memperbaiki sistem yang belum ok.
Harus bayar dong jangan mau gratisan, jangan mau lalai nggak beli tiket.
Duduk di atap gerbong, selain membahayakaan, juga merugikan, numpang gratisan kan?
Kalau pada gratisan melulu, lama lama bangkrut semua transportasi gimana.........kita naik kuda lagi geura.....
Kemajuan komunikasi dengan adanya HP....naaaah ini rada rada kelewatan kayaknya.
Sekarang, tukang sayur, tukang baso, PRT, pada punya HP.
Abis murah banget sih, punya duit duaratus ribuan udah punya HP kring...
Kalau adanya HP itu memberi manfaat, memudahkan komunikasi, mempercepat penyampaian informasi darurat kepada siapa saja dan dimana saja, kapan saja, apa jeleknya HP ?
Jeleknya, pertama, suka konsumtif.
Nggak perlu HP, ngadat amuk amukan minta HP ke ortu.
Udah dibeliin, pengen ganti baru yang lebih canggih, yang ada cameranya lah yang bisa musik lah dll dlsb
Kedua, nggak tahu waktu, buang duit dan buang waktu.
Dimana mana kita lihat orang ber HP ria.
Pembantu dijalan berhaha hihi.
Sambil menggoreng didapur berblablabla.
Ketika nyuci, nyetrika, itu kepala sampai dengdek, miring, karena ber HP ria.
Duit gaji nyaris habis dipake pulsa.
Belum lagi SMS an.
Ngirim SMS biar dapet hadiah lah, ikutan undianlah, ngirim suara buat milih jagoanlah.
Yang lebih membangkrutkan, lha lagi model nih.
Selaluuuu aja ada ucapan ucapan yang kayaknya dimulai dari pebisnis pulsa atau sejenisnya.
Setiap hari dijadiin hari untuk ngirim SMS.
Iedul Fitri, awal Ramadhan, Iedul Adha, Puasa Arafah, Puasa Muharam, Natal, Tahun Baru, Tahun Baru Islam, Imlek, Valentine, Hari Kesetiakawanan Sosial, Hari Persahabatan, Hari Keluarga, Hari Anak Anak , Hari Ibu, Hari Bapak, Hari ada Gerhana Bulan, Hari ada Gerhana Matahari, Serangan Israel ke Palestina, Hari Keberuntungan, SMS berantai, Terpilihnya Obama....waaah, macem macem deh.
Ada lagi SMS lain, untuk nanyain keberuntungan, jodoh, pekerjaan, dll dlsb....beueueueueu.
Nggak disadarin, forward SMS ke beberapa lainnya kan jadi kayak efek bola salju, bergulir bergulir bergulir, yang untung kan yang ngurusin pulsa kan?
Nggak heran, banyak SMS berhadiah mobil, kan cuma modal ngeluarin berapa ratus juta buat mobil tapi masuk milyaran.
Kita aja yang nggak nyadar telah ikut berjudi, ikutan bales SMS model model begituan.
( Udah cerita kan? ada satpam yang SMS undian hadiah mobil sampai ngutang ngutang buat kirim SMS senilai 8 juta rupiah?)
Yang lucu, sering ada hadiah untuk kirim SMS free berapa puluh kali, atau freetalk dari jam 00 sampai jam 15.00
Mau ngomong apaan 5 jam?
Mau ngapain tengah malam buta?
Mending juga tidur bukan?
Hadiah juga harus mendidik bukan?
Jadi, kemajuan teknologi juga kan harus seiring dengan kematangan mental, kedewasaan berpikir, kematangan jiwa.
Buang waktu nonton TV yang acaranya nggak memberi efek positive.
Buang waktu SMS an atau ber HP ria yang nggak memberi manfaat,dll, dlsb.
Coba deh lihat PRT, sambil nyapu, sambil nyetrika, sambil memasak, teteleponaaaaaan melulu.
Artinya apa?
Kerjaannya kan nggak sepenuh hati bukan???
Jangan sampai waktu dan potensi kita terkuras hanya untuk hal hal yang nggak perlu, bukan begitu ?
Subscribe to:
Posts (Atom)