Saturday, August 13, 2011

MENJARAH HAK RAKYAT



Menjarah hak rakyat ?
Iya, menjarah, bukan mengambil.
saking banyaknya yang diambil, istilah paling tepat ya menjarah.

Coba bayangkan,hak rakyat yang tertuang dalam APBN untuk berbagai proyek, dipangkas disana sini untuk berbagai suap, sogok, dan dana kelompok......astaghfirullahaladziim

Mereka melihat nggak sih , rakyat sudah bertanggung jawab, atas kesadaran sendiri mengantri di kantor pajak , hanya untuk membayar pajak demi "kebutuhan rakyat "

Mereka melihat nggak sih , anak anak banyak yang nggak bisa sekolah karena biaya sekolah, yang katanya gratis, malah biayanya mencekik leher , sekolah sekolah butut butut, fasilitas pendidikan minim bahkan transportasi ke sekolah jauh dari memadai. Banyak anak menmepuh ber kilo kilometer untuk bersekolah, menyebrang laut, melintasi sungai yang deras, bahkan bergelantungan di kabel yang melintang diatas sungai lebar nan deras

Mereka melihat nggak sih, banyak tunawisma, banyak yang nggak bisa berobat karena kemiskinannya, bantyak yang nggak bisa makan, banyak yang nggak punya tempat berteduh

Sementara mereka berpesta pora bagi bagi uang rakyat yang ditilap, dipakai renovasi rumah, beli mobil keren, bahkan untuk berhaji....astaghfirullahaladziim

Tak cukup hanya itu, setelah menjarah gila gilaan, malah pada kabur pula keluar negara, bersembunyi entah dimana, menikmati harta jarahannya. Kalaupun tertangkap, biaya memulangkannya lagi lagi memakai uang rakyat yang besarnya gila gilaan
Astaghfirullahaladziim.
Semoga kita senantiasa dijauhkan dari hal hal yang menghinakan diri kita, hal hal yang merugikan rakyat banyak, amin

3 comments:

Harissa Mardiana said...

good story...
Hak rakyat adalah hak nya dan jika menjarah, apa yang akan rakyat punyai lagi?

mastonie said...

Senyatanya, pemerintah saat ini adalah pemerintah yang tidak amanah.
Para politisi, pejabat dan pemimpin berlomba mengeruk harta dari tempat yang tidak selayaknya. Sementara rakyat dibiarkan menderita meratapi nasibnya.
Aparat penegak hukum menjadikan hukum sebagai komoditi, untuk kepentingan pribadi. Aparat tega menembaki rakyat hanya untuk sekedar mendapat "uang rokok".
Naudzubillahi min dzalik.....

Mamah Ani said...

Kenyataannya, mereka juga menjarah sumber daya alam yang dianugrahkan Allah untuk kepentingan seluruh rakyat.

Pantai di kavling, menjadi milik pribadi, pulau juga.
Hutan dibabat habis, dulu untuk illegal logging, sekarang makin parah demi batubara, ataupun kelapa sawit.

Astaghfirullahaladziim