Sunday, May 24, 2009

PULITIK

Episode kehidupan kita semua yang sedang penuh hingar bingar "menonjolkan keunggulan diri sendiri " dan "melecehkan dan menistakan lainnya", sungguh memberi pembelajaran yang amat sangat berguna sebagai bekal nyontreng Juli nanti.

Jadi teringat kembali "ocehan" Pa Ikin, yang dulu barengan si mamah jadi petugas haji.
Katanya : " Banyak elite yang salah mengartikan POLITIK menjadi PULITIK . Yang terjadi dalam keseharian adalah PULITIK, nipu nu leutik ( menipu yang kecil), bukan POLITIK, nempo nu leutik ( melihat yang kecil ) "

Menurut Pa Ikin yang mewakili mayoritas rakyat, berpolitik itu seharusnya memikirkan kepentingan rakyat banyak, nempo nu leutik, bukan memikirkan diri sendiri atau kelompoknya dengan cara nipu nu leutik, PULITIK.

Kita sudah dengan gamblang dipertontonkan, sepak terjang, manuver, gerak langkah, orang perorang yang menamakan dirinya sendiri calon pemimpin rakyat.
Kita sudah dengan sangat jelas, transparan, diperlihatkan, berbagai karakter, berbagai "etika", yang ditampilkan oleh beberapa tokoh yang berlaga.

Terpulang kepada kita semua, kita akan nyontreng yang mana bukan ?

Kita, semua, amat sangat bertanggung jawab dunia akhirat untuk turut mempersiapkan masa depan bangsa yang bermartabat, gilang gemilang, makmur adil sejahtera.

Lantas, apa peran kita sekarang ?
Paling tidak, kita bisa membaca dulu, melihat, mempelajari, menganalisa berbagai tontonan yang memperlihatkan dengan jelas dan rinci, bagaimana karakter para calon yang berlaga, bukan begitu ?

Sesungguhnya, kita sudah lama dipertontonkan dengan sangat transparan, bagaimana seseorang bersikap, bagaimana karakter seseorang, bagaimana "Budi Pekerti" yang bersangkutan.

Terus terang, si mamah jadi teringat akan nyanyian, senandung para remaja : " PERSAHABATAN BAGAI KEPOMPONG, MENGUBAH ULAT MENJADI KUPU KUPU "

Bener kan ?
Persahabatan atau koalisi , atau kerjasama, akan mengubah Ulat menjadi Kupu Kupu.

Bayangin, yang asalnya ulet yang menjijikan ( pikageuleuheun kata bahasa ibu si mamah sih ), menjadi kupu kupu yang begitu indah mempesona.
Bayangin, yang asalnya ulet yang merusak tetumbuhan dengan bikin bolong dedaunan, menjadi kupu kupu yang penuh manfaat membantu penyerbukan bunga menjadi buah buat meneruskan kehidupan
Bayangin, dari ulet yang cuma bergerak antara daun dan ranting, menjadi ulet yang lincah beterbangan diantara pepohonan bahkan dari kebun satu ke taman lainnya.

Persahabatan, koalisi, kerjasama, seyogyanya menjadi sesuatu yang indah mempesona, membuat network terbentang luas, dan memberi manfaat sebanyak banyaknya kepada mahlukNya, bukan begitu?

Nah, kita bisa belajar bukan?
Bagaimana kita menilai "persahabatan" yang sudah dan akan terjalin nanti.

Apakah mengubah ulat menjadi kupu kupu?
Atau bahkan mengubah kupu kupu menjadi ulat yang mejijikan dan merugikan ?
Apakah naluri kita mengatakan bahwa "persahabatan" yang sudah pernah terjalin atau akan terjadi, saling memberi energi positif sehingga menjadi azas manfaat, atau bahkan menyedot energi dengan "menistakan" atau "merendahkan" satu dan lainnya ? Atau bahkan menggunting dalam lipatan? Musuh dalam selimut ????

Masih banyak waktu untuk membaca.
Jangan sampai kita menyontreng yang berpulitik, bukan yang berpolitik.

PERSAHABATAN BAGAI KEPOMPONG, MENGUBAH ULAT MENJADI KUPU KUPU

Anak kecil aja tau.......masa kita nggak?????




Salam

4 comments:

Fie said...

PULITIK= Nipu Nu Leutik : Duuh meni bisaan yeuh istilahna ... aah bakat ku lieur mah .. pek wee terserah saha nu jadi pamingpin mah asal nagari damai sentosa .. pertanyaannya BISA TEU??

Ahyani Raksanagara said...

pemimpin kan dipilih rakyat
jadi kita harus milih
itu ikhtiar optimal kita
Pan hukumna teu dosa mun udah ikhtiar.....
masyalahnya mau milih sapa nech????
gampang kok...:"DILIHAT...DIRABA...DITERAWANG....."
mangga atuh...dipilih.....5x......

Antigen72GadoGado33 said...

Ya Allah Yang Maha Kuasa, selamatkanlah dan lindungilah bangsa dan negara kami, Amin

Tamrin-Next CEO said...

iyah, sering-sering baca koran sama nonton tepe buat "membaca" para calon pamingpin bangsa. semoga yang terpilih nanti bisa menjadikan bangsa ini bangsa yang benar-benar merdeka. amin...