Sunday, May 31, 2009

PILPRES

Alhamdulillahirabbilalamin.
Kemarin, sudah disahkan 3 pasangan kandidat capres-cawapres.
Sebagai rakyat, si mamah bersyukur, tahapan pengambilan nomor urut berlangsung tertib, aman dan terkendali.
Bahkan, momen pengambilan nomor urut undian menjadi ajang bertemunya dua seteru yang sudah lima tahun nggak bertegur sapa atau bahkan nggak pernah bertatap wajah.

Bertemunya dua kandidat yang dalam lima tahun ini seperti main kucing kucingan, memang sungguh melegakan, menjadi awal pencerahan langkah positif, meneduhkanlah.
Bagaimanapun, silaturahmi adalah kata kunci jika kita ingin keberkahan dalam hidup, bukan begitu?

Kita semua tentu saja bergembira, ada tiga kandidat yang maju berlaga.
Bukankah sebelumnya pernah santer terdengar mungkin "cuma" hanya ada satu kandidat?
Nggak lucu kan kalau cuma ada satu?

Sekarang, kenyataannya ada 3 pasangan yang maju.
Bahkan, pasangan yang lengket lima tahun yang lalu, sekarang tampil terpisah dengan membawa pasangan barunya masing masing.
Bukankah itu langkah pencerahan yang bagus?
Kalau memang berpasangan itu menyedot energi, kan mending berpisah dan berpasangan dengan lainnya yang saling support, saling memberi energi, saling respek dan saling memberi dukungan untuk manfaat?

Besok lusa, ketiga pasangan kandidat capres -cawapres akan mulai masa kampanye selama sebulan lebih.
Dan mulai besok lusa, dijamin deh, itu duit segambrengan yang sekarang numpuk disuatu tempat, akan segera beredar meluas keseluruh pelosok negeri.

Yang jelas akan menikmati panen duit, ialah tukang sablon, tukang T shirt, tukang poster, tukang spanduk, tukang topi, tukang payung, tukang kerudung dan sejenisnya.
Juga akan kebagian rejeki adalah pedagang asongan, pedagang minuman dan gerobak makanan
Bukan mustahil, jamaah haji Indonesia tahun ini dan tahun depan didominasi oleh tukang sablon.......hehehehehehe

Berikutnya, yang akan ikut panen adalah usaha jasa transportasi.
Apakah itu bis, truk, angkot, bak terbuka dll, pasti akan wara wiri diseluruh pelosok negeri mengangkut para penggembira yang setiap hari akan berganti ganti kaus dengan warna yang juga berubah ubah.
Mungkin hari ini biru, besok merah, kemudian berganti kuning, iya kan?
Orang yang sama akan setiap hari maju kepusat keramaian sambil meneriakan yel yel tertentu dengan memakai atribut tertentu pula.
Meriah.

Mulai besok lusa, rakyat akan bener bener berpesta, menikmati berbagai fasilitas.
Dapat baju kauslah, dapat kekota gratisanlah, dapat makan minum gratisan pula dllsb.
Praktis, sebulan kedepan akan jarang ada yang kelaparan, karena setiap hari akan mengalir nasi bungkus gratisan, atau jajanan gratisan, baik berupa mie bakso, mie ayam, ketoprak, lontong sayur, sate ayam, soto dlsb.
Rakyat benar benar akan berpesta, baju baru, jalan jalan, makan makan, dagangan laris manis.
Sebulan penuh.

Hingar bingar kegiatan perebutan kursi nomor satu di republik ini, memang berdampak menguntungkan rakyat kecil.
Rakyatlah sesungguhnya yang menjadi raja dalam sebulan kedepan.
Buat mereka, lumayanlah, sebulan diperhatikan untuk kemudian lima tahunan, biasanya, terlupakan.

Sebulan kedepan, rakyat akan menjadi rebutan beberapa kelompok untuk turut turun ke jalanan memeriahkan "pemasaran".
Merekalah yang akan menjadi tolok ukur "pencitraan" besaran jumlah simpatisan.

Rakyat sendiri?
Mereka sih akan memanfaatkan ajang lima tahunan ini untuk ajang rekreasi.
Lumayan kan?
Jalan jalan, kaus baru, makan makan sambil menonton dangdutan.
Syukur syukur dapet uang lelah pula.

Pidato para kandidat?
Emang gue pikirin.
Boro boro dipikirin, didengerin juga nggak tuh.
Pokoknya, ada yang nyuruh bertepuk, ya bertepuk.
Ada yang nyuruh teriak yel yel tertentu, ya teriak.
Apa susahnya?

Jadi,sebetulnya jangan arogan dulu untuk mengklaim punya simpatisan dahsyat yang membludak.....hehehehehe
Besok lusa juga rakyat yang sama akan berganti warna baju koq, sambil teriak yel lainnya pula.

Buat si mamah, ajang sebulan kedepan, bagaimanapun harus disyukuri.
Karena, ada moment rakyat menjadi raja, dimanjakan, dijamu, diantar jemput dllsb.

Rakyat, sekarang sudah pinter koq.
jalan jalan ? Hayuuuuuu
Pake baju warna tertentu? Hayuuuuu
Dijamu makan jajanan di jalanan? Hayuuuuu
Teriak teriak yel tertentu? Hayuuuuuu

Nyontreng ?
Lha iyalah..pasti nyonterng.
Wajib hukumnya buat kegemilangan masa depan generasi berikutnya.
Nyontreng yang mana ?
Ada dehhhhh...mau tahu aja...

Sebetulnya, pilres kali ini, buat si mamah dan jutaan rakyat lainnya, mau kampanye sebulan keq, mau diskusi sampai mulut berbusa keq, mau adu debat sampai urat leher tegang keq, mau jor joran tampil dan menjamu keq......emang gue pikirin.

Memilih, menyontreng, nggak mungkin terpengaruh oleh upaya tampil necis, hebring dan ok dalam sebulan ini.
Kita sudah pinter koq, sudah tahu bahwa sebulan kedepan akan banyak musang berbulu domba, banyak tekukur mengaku elang, banyak kucing garong mengaku singa, banyak ulet mengaku kupu kupu, banyak yang ujug ujug mempromosikan keunggulan diri sambil menistakan lainnya, banyak yang menghina dan melecehkan lawan, melempar fitnah, black campaign dlsb

Dikiranya rakyat sudah pikun, terkena alzheimer.
Kita, sudah punya koq rekam jejak masing masing kandidat, nggak mungkin lupalah, memori kita masih ok koq..
Catatan perjalanan mereka, nggak mungkin diubah imagenya oleh kampanye sebulan.
Masing masing kita sudah jelas koq mencatat kapabilitas, kredibilitas, profesionalisme, kompetensi, dan karakter semua kandidat
Atau dengan kata lain, kita hafal banget segala sepak terjang yang pernah mereka lakukan.
Bukan begitu?

Kampanye sebulan ?
Biarin aja deh, buat nyeneng nyenengin rakyat.
Kan seneng tuh tukang sablon, supir, tukang jualan, pedagang asong, gerobak dorong dll dlsb.

Nyontreng Juli nanti?
Wajib atuh...
Siapa yang diconterng?
Udah tahu koq
Siapa ?
Ada deh....mau tahu aja....

Selamat bergembira ria dear folks......

6 comments:

Tamrin-Next CEO said...

setuju banget..... yang penting dapet duitnya, kalo nyontrengnya siapa pun gak boleh tahu, hehe

Anonymous said...

Ha ha ha ha haaaa....

Baca tulisan Mamah Ani kali ini saya jadi merasa legaaa..... sekali.

Kemarin-kemarin meuni asa palalaur melihat betapa teguhnya tekad para lawan untuk menggusur SBY.
Sampai sudah janjian, meskipun sekarang bersaing untuk kursi yang sama, kalau kalah maka yang satu akan mendukung yang lain untuk bersama-sama....... MENGGUSUR SBY!

Euleuh, segitu besar "rasa terimakasih" JK sama orang yang sudah mengajak dan mengangkat dirinya jadi Orang No. 2 seRepublik teh, ya?
Yang menyebabkan dirinya terpilih jadi Ketua Golkar yang boro-boro melirik, apalagi memilihnya jadi ketua kalau beliau bukan Wapres mah!
Contoh karakter apa yang diperlihatkan beliau kepada anak-cucunya, ya? Kepada seluruh rakyat yang menonton dirinya menelanjangi sifat-sifat aslinya?!?
Heug jung, mangga sing wareg ngamumule adat anu kakurung ku iga!
Da Gusti Alloh mah tara kulem!

Bravo Mamah Ani!

Salam,

Iwan

Ahyani Raksanagara said...

Punten ah...kata saya yah....

ada yang pidato bilang membela apeu...gituh
tapi.....punya peliharaan apeu...gituh...yang harganyah seberapeu...gituh

terus....
kalau kita cerdas menyimak perjalanan karir para capres cawapres...mangga ah disimak...
gak bisa di tip-X or delete atuh...hanya dengan retorika...

lihatnya juga pasangannya
kan harus 1 paket,
pasangan cawapresnya...., keluarganya (suami/istri/anak/adik/menantu/ipar/kerabat/teman/dll).

so......????
rasanya.....rasanya....harusnya...udah pada tauuuuuu gituuuuuuu

Mamah Ani said...

tuuuh bener kaaan?
udah pada pinter, pada nggak pikun dan pada sudah tegas punya pilihan??

kampanye 1 bulan dengan menggelontorkan duit ratusan M ?
silakan, silakan,up to you...wie du willst...
biar rakyat seneng, rakyat pesta, baju baru, kaus baru warna warni, jalan jalan, makan makan, nonton dangdutan setiap hari
nyontreng? nggak akan terpengaruhi janji palsu atau rayuan gombal atau sogokan hebring koq

Hidup rakyat !!!!

meitymutiara said...

Kalau dikasih kesempatan buat memilih, ya udah tau lah mah harus yang mana yang dipilih ... kan ngga cukup dengan hanya mendengarkan janji-janjinya saat kampanye, tapi liat juga sejarahnya ... even some people said that what has done is done, now deal with the future, tapi da tetep we hati nurani mah selalu berkata jujur, kitu sanes?

debbie said...

contreng yang perlu di contreng ya mah :D