Tuesday, January 08, 2008

MISBACH

Postingan ini didedikasikan untuk seorang perempuan yang begitu menjiwai dan mencintai pekerjaannya, menolong, membantu sesama dengan tulus ikhlas, semoga Allah senantiasa menyayanginya dan menjaganya dalam kesejahteraan, amin.

Namanya Misbach, umurnya sekitar 20 tahunan, ibunya orang Lombok, bapaknya Madura, dia lahir dan besar di kota Makkah dan belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya ditanah air Indonesia, walau dia tetap memegang Paspor Republik Indonesia. Perawakannya tinggi ramping, senantiasa berpakaian hitam, bercadar, hanya mata sipitnya dibalik kacamata mungil yang senantiasa mewakili seluruh ekspresinya ketika kita berkomunikasi dengannya.

Pertama kali si mamah mendengar namanya, ketika sopir ambulance, pak Saiful, menilponnya dari dalam ambulance dalam perjalanan antara Balai Pengobatan Haji Indonesia di Aziziyah dan Rumah Sakit Arab Saudi King Abdul Khalid ( ? ), membawa pak Ishak yang dalam keadaan sakit keras , " Hallo, Misbach, kita bawa pasien jantung, tolong siap didepan ya ", begitu pesan singkat pak sopir Ambulance.

Ketika kami tiba di RS , perempuan bercadar itu sudah sigap meminta petugas RS menyiapkan segala sesuatunya, membawa pak Ishak ke UGD, meminta surat rujukan dan mendampingi pasien dalam berkomunikasi dengan pihak medis dan paramedis Saudi Arabia.

Perempuan yang satu ini sungguh cekatan, bergerak lincah dari satu sudut kesudut lainnya, berkomunikasi atau menyapa siapa saja yang lewat, baik itu dokter, perawat, petugas lab, petugas pendaftaran, cleaning service, satpam dll dlsb.

Sekilas, perempuan ini tampak sangat supel, mudah bergaul, temannya banyak , networknya memudahkannya untuk membantu tugasnya, mendampingi setiap pasien jamaah haji Indonesia yang memerlukan pertolongan di Rumah Sakit Saudi Arabia.

Pertama kali mengenalnya, si mamah sudah tertarik berat :" Ibu, ibu tunggu disini saja, biar Misbach yang urus semua", dan memang dia dengan cekatan mengurus segalanya, mengantar si mamah berkonsultasi dengan para dokter, menanyakan perkembangan pasien di UGD, mendaftarkan rawat inap dan mengantar pasien beserta pengantarnya sampai ke ruang rawat inap .

Tak cukup hanya itu, dengan ramah ia berujar : " Pak, bapak tenang saja disini sampai sembuh ya, Insya Allah wukufnya kami uruskan, teman teman bapak tidak bisa menengok bapak lagi karena harus meneruskan perjalanan, biar Misbach yang urus dan tengok bapak, sampai bapak sembuh dan nanti Misbach antar bapak berkumpul kembali dengan teman teman bapak ".....luar biasa ini anak, begitu telaten dan penuh perhatian, menenangkan dan menyejukkan siapapun.

Dia baru bisa duduk, meneguk minuman dan mencari makanan setelah yakin semua berjalan baik dan lancar.

Dari pagi hingga malam, begituuuuu terus kerjanya, mendampingi setiap jamaah haji Indonesia yang harus mendapat pengobatan di Rumah Sakit Arab Saudi atau membantu para jamaah Indonesia yang celingak celinguk ingin membezoek kerabatnya.

Disela aktifitasnya kesana kesini mengantar jamaah, HP nya juga sering berbunyi, ternyata begitu banyak yang membutuhkan bantuannya dari rumah sakit lainnya atau dari pengemudi Ambulance yang akan menjemput pasien yang sudah boleh pulang atau yang membawa pasien untuk dirawat di RS Arab Saudi, sibuk, sibuk dan sibuuuuuuk terus.

Alhamdulillahirabbilalamin, 2 kali si mamah mengantar 2 orang kerumah sakit yang sama, Misbach ada disana dan sigap membantu, hanya Allah yang bisa membalas segala kerja keras dan pengabdiannya kepada kemanusiaan, menolong sesama yang sedang membutuhkan bantuannya.

Luar biasanya lagi, dia mengerjakannya dengan penuh keikhlasan, tulus sekali, jam berapapun dia dihubungi, siap membantu ( dihubungi jam 00.30 pun masih sigap menerima tilpon, hebat bukan ? ). Dan si mamah tahu betul, dia nggak mau menerima imbalan apapun dari siapapun yang pernah ditolongnya....Misbach sudah senang, bisa membantu, banyak hikmahnya buat Misbach, begitu ujarnya. Sekali lagi, semoga Allah membalas segala budi baiknya dengan berlipat ganda, amin.

Misbach, seorang perempuan energik yang berhati mulia, adalah warga negara Indonesia yang diangkat oleh Pemerintah kita sebagai tenaga bantuan untuk membantu Jamaah Haji Indonesia yang membutuhkan pengobatan di Rumah Sakit.

Ketika orang sibuk mempersiapkan diri ke Arafah, Misbach pun sibuk membantu pendataan ( Hallo Bu Eka, Pak Andi dkk yang juga sibuk membantu persiapan Safari Wukuf ), siapa saja Jamaah Haji Indonesia yang masih dirawat di berbagai Rumah Sakit, siapa saja yang akan diikutsertakan Safari Wukuf Indonesia atau Safari Wukuf Rumah Sakit Arab Saudi, pekerjaan yang tidak pernah terbayangkan oleh begitu banyak Jamaah Haji Indonesia, tetapi sesungguhnya pekerjaan itu teramat sangat mulia, mengantar Jamaah Haji yang sakit, menuntaskan rangkaian ibadah hajinya, ialah berwukuf di Padang Arafah, walaupun dalam keadaan sakit , seberat apapun sakitnya.

Ketika untuk terakhir kalinya bertemu Misbach, si mamah bertanya, sampai kapan kamu bekerja mengurus Jamaah Haji yang sakit ? Sampai orang terakhir, kalau masih ada Jamaah Haji yang dirawat dirumah sakit Arab Saudi, sampai bulan kapanpun, akan Misbach urus, sampai yakin bisa pulang ke Tanah Air, ....setelah itu ? Setelah itu Misbach bekerja diseputar Masjidil Haram....untuk apa ? Membantu kalau kalau ada Jamaah Haji Indonesia yang tersesat atau butuh bantuan......Luar Biasa.....

Ya Allah, panjangkanlah usia Misbach, karuniai dia dengan kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan, keselamatan dunia akhirat, beri dia sisa usia yang penuh manfaat dan jagalah hatinya ya Allah, agar tetap bening, tulus ikhlas membantu sesama dengan segenap kemampuan dan kecintaannya kepada sesama, amin.

Nanti si mamah postingin tentang Safari Wukuf ya....pokoknya, orang orang yang bekerja untuk Safari Wukuf ini benar benar mengagumkan...nanti deh diceritain ya...

1 comment:

an diana said...

sebelum baca, komen dulu: wah, subhanallah, panjang banget mah! ampe keder..hehehe, kalo udah baca ntar komen lagi...
alhamdulillah, mamah udah pulang..yihaaaaaa........barakahllahu ya mah!