Wednesday, November 29, 2006

GAJI PNS

Udah denger tentang usulan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara ( MENPAN ) tentang gaji PNS ?

Ini boleh deh diacungin jempol, dua jempol malah.
Bahwa penggajian PNS itu harus berdasarkan kinerja, ada reward dan punishment.
Bagus lah, biar PNS pada semangat dan memberikan output yang terbaik.
Jadi ada motivasi yang baguslah gituuuu.
Kalau yang jelek jelek mah…OUT !!!....
Ngapain membebani Negara terus menerus, ya nggak ??

Tidak cuma itu, dalam seminggu ini, aku baca di media , juga lihat di TV, ada 2 hal terobosan MENPAN yang cukup bagus, berani dan mengejutkan.

Pertama, beliau mengusulkan dihapuskannya tunjangan pensiun para menteri dan anggota DPR.
Bayangin, begitu banyak mantan menteri dan mantan anggota DPR yang sampai saat ini masih menerima tunjangan pensiun yang sebesar 5 juta sebulan, katanya.
Hehehehe…gaji dokter PNS yang sudah mengabdi 25 tahun aja nggak separuhnya dari itu bukan ??.

Aku juga baru tahu tuh, bahwa mantan menteri dan mantan anggota DPR, sampai saat ini masih menerima tunjangan pensiun sebesar 5 juta sebulan, sampai Negara harus menganggarkan sebesar 5 triliun sebulan ( atau setahun ? nggak mudeng aku, coba tolong dihitung dan diluruskan infonya ya).

Usulan ini patut diacungi jempol, karena diusulkan oleh seorang menteri yang masih aktif.
Artinya, kalau peraturannya disetujui, maka beliau juga yang termasuk yang kena aturan tsb, hebat bukan ?

Kebanyakan kan orang bikin peraturan yang berlaku buat orang lain, bukan untuk dirinya, iya nggak ?

Salah satu alasannya, adalah ketidak adilan.
Masa PNS yang udah mengabdi 25 tahun atau lebih ( ada yang 35 tahun ) diberi pensiun ratusan ribu atau 1 juta sebulan, tapi mantan menteri atau mantan anggota DPR yang masa pengabdiannya hanya 5 tahun, mendapat 5 juta sebulan ?
Begitu katanya.

Kedua, baru 2 hari yl mungkin ada usulan baru, mungkin juga baru wacana, aku nggak ngerti, cuma baca dikoran koq.
Bahwa para pensiunan PNS tidak akan menerima gaji bulanan lagi, tapi akan dibayarkan sekaligus pada saat ybs pensiun dengan maksud, jumlah besar bisa dijadikan modal.
Hihihi…ini mah bagi yang eling bin waras, kebanyakan mah kayaknya dipakai konsumtif bukan produktif bukan ?
Sebentar juga habissss tuh kayaknya.

Menarik.
Bila seseorang pensiun umur 56 tahun, lantas gaji seumur hidupnya yang akan dibayarkan sekaligus dihitung untuk berapa tahun kedepan ?
Dianggap sampai 70 tahun ? 80 tahun? Atau berapa tahun ?

Aku jadi teringat.
Suatu saat orang yang berwenang mengangkat PNS pernah berujar, pengangkatan PNS harus benar benar penuh perhitungan, apakah memang benar dibutuhkan ?
Apakah memang benar ybs punya kualifikasi yang dibutuhkan?
Sebab, sekali mengangkat PNS, maka Negara harus siap menggaji selama 70 tahun atau bahkan lebih ?

Lho, koq bisa ya ?
Berapa sih usia harapan hidup orang Indonesia ? sampai sampai Negara harus memperhitungkan menggaji seseorang selama 70 tahun lebih ?
Kalau usia PNS mulai mengabdi 20 tahun, berarti ketika usia 90 tahun masih hidup dan digaji dong ??

Kayaknya, perhitungannya mengejutkan.
Beliau menguraikan sebagai berikut.
Taruhlah seseorang menjadi PNS usia 20 tahun, pensiun umur 56 tahun.
Tetapi ketika ybs usia 54 tahun, istrinya meninggal dan ybs menikah lagi dengan gadis 20 tahun ( heuheuheu….pedophilia kali ya…..kkkekekkkekekkkk)….
Maka walaupun ybs meninggal usia 84 tahun, tokh istrinya masih berusia 54 tahun dan Negara masih harus membayar gaji bagi janda pensiunan…..

Wuakakakakakaka……jadi ybs bekerja selama 35 tahun, Negara harus menggaji selama 64 tahun plus sisa usia jandanya sejak beliau wafat.
Taruhlah si ibu wafat usia 84 tahun juga, maka Negara harus menggaji selama 94 tahun !!!!!....
Huahuahauhuahuaaa….gimana kalau istri kedua wafat duluan juga ?
Dan si kakek pada usia 75 tahun menikah lagi dengan gadis berusia 20 tahun pula ( ini biangnya pedophilia…huahuahauhuauahua…..).
Jadi berapa puluh tahun negara harus menanggung gaji PNS tsb ?

Yang menarik kalau ada usulan aneh….
Begini nih...
Udah......, dari pada Negara repot menggaji bulanan, seluruh PNS dibayar dimuka aja. Ya gaji usia aktif, ya gaji usia pensiun, ya gaji jandanya, perhitungannya pake statistik aja, pukul rata……..
Huahuahuaaahahahha…makin parah negh……..
Pasti uang muka diambil, dan PNS kaburrrrr…pada nggak kerja lagi.
Boro boro jadi batalyon 805, pada masuk batalyon siluman kali….wuakakakakakaka
( note : udah baca postinganku tentang : lebih baik mana, batalyon 805 atau batalyon 991 ? )

4 comments:

spy said...

5 triliun setahun...? gimana bisa mengentaskan kemiskinan...wong duitnya buat bayar orang2 kaya karena si miskin...mereka sugih karena bawa bendera rakyat jelata..
udah ga bawa benderanya aja masih tetep dibayar...hebaaaaaat..
tapi aku ga setuju deh mah kalo gaji PNS dibayar sekaligus di muka,
tau khan orang indo..apalagi yang tadinya hidup pas-pasan,begitu jadi PNS dapet duit gede..kaget...
segala macem dibeli,alih alih buat modal usaha malah ludes duluan...
emang bikin usaha itu gampang....?
lagian belum tentu semua orang berbakat wiraswasta.........
kayaknya malah akan memperparah keadaan..coba bayangin aja gaji habis duluan,sementara harus terus kerja...anak bininya mo dikasih makan apa...? bisa-bisa tersangkut kriminalits..korupsi dan narkoba...
parah...parah...
ah duka teuing atuh lieur saya mah.

ExeCute said...

( note : udah baca postinganku tentang : lebih baik mana, batalyon 805 atau batalyon 991 ? )

Sudah baca mah...
PNS lagi-PNS lagi...
Nasibmu PNS... :D

Mamah Ani said...

thank you ya buat yang udah baca
buat spy...yang diusulin dibayar sekaligus itu adalah para pensiunan, itu juga pada memprediksi, mengingat watak rakyat kita,uangnya boro boro jadi modal usaha, akan habis dibelanjakan atau dibagi bagi sama keponakan, ipar, anak, cucu, tetangga.....iiiiih ceyyyem ya....

Ahyani Raksanagara said...

Bener bangget tuh MENPAN. ubah aja pola pensiunan. Tapi semua kembali ke diri sendiri. Saat pensiun dikasih uang gede maksudnya biar bisa usaha. Yang terjadi 1 bulan udah abis...:-(
Kebetulan tugskyu ngurusin PNS. Saya sering menangis sesegukan di rumah..."Ya Allah..kuatkan saya, beri kesabaran..."
Kenapa mereka diurusin dari seb nikah, cutinya, istrinya, anaknya, asuransinya, kalau cerai, kalau pensiun, tetek dan benget...
Saya bilang "kalian bukan orang miskin atau bodoh, tapi tidak bersyukur dan tidak bersabar dalam diberi tugas dan amanah "
Silakan berbuat sekehendak hati, menurut aturan sendiri,hanya satu syaratnya "TIDAK PUNYA MALU...!"
Mangga ah...mau gimana juga asal gak punya malu gitu...loh...!!!
Yang penting belajar, bekerja, bermain ,gembira.....!!!