Juara ? Itu kan cuma bonusnya...
Ada yang suka lihat iklan yang salah satu dialognya begitu nggak?
Duuuuh...pesan moral dibalik iklan itu bagus banget ya.
Diperlihatkan bagaimana seorang ibu mengajarkan anaknya mencuci tangan yang benar, membuka sepatu yang benar, membuat PR yang benar, makan makanan bergizi dan minum minuman yang bergizi pula.
Dan ketika akhir tahun sang anak mendapat juara pertama disekolahnya,
komentar sang ibu, ya itu tadi : JUARA ? ITU KAN CUMA BONUSNYA
Benar. Amat sangat benar.
Juara, bukanlah tujuan , Besaran Gaji, besaran harta, bukanlah tujuan.
Tahta, pangkat jabatan kedudukan, bukanlah tujuan.
Segala yang didapatkan , harta, tahta, pangkat, kedudukan, jabatan, gelar, adalah bonus.
Bonus dari apa?
Ialah bonus dari kerja keras yang konsisten dan bertanggung jawab serta hasil dari seluruh output yang dilakukan dengan semaksimal maksimalnya kemampuan kita.
Miris, kalau inget saat ini orang berebut untuk mendapat gelar juara, berebut kedudukan, berebut jabatan dlsb, dengan menggunakan berbagai cara..
Nggak tedeng aling aling, cara cara instan dengan berbagai celah licik dan picikpun dipakai untuk mendapatkan harta, tahta dan kedudukan.
Astaghfirullahaladziim.
Kemampuan , profesionalisme, kekuatan positif otak dan hati nurani dikesampingkan. Pokoknya seperti gaya katak, menyikut kiri kanan, menendang kiri kanan, yang penting maju dan muncul sendiri.
Duuuuuh...koq bisa ya.
Banyak orang yang menempuh jalan pintas, nggak mau berproses, menjadikan harta tahta jabatan sebagai tujuan yang kudu diraih dengan berbagai cara.
Makanya, iklan yang menyampaikan bahwa Juara itu cuma bonus dari kerja keras, konsistensi, tanggung jawab dan kekuatan mental spiritual, boleh diacungin kedua jempol.
Two thumbs up lah buat iklan :
JUARA ? ITU KAN CUMA BONUS..........
Wednesday, December 10, 2008
Thursday, December 04, 2008
SAUR SEPUH
Bukankah kita semua ingin hidup bahagia, aman tentram, damai sejahtera ?
Bukankah kita ingin negara kita gemah ripah loh jinawi, subur makmur, tata tentrem kertaraharja, adil makmur sentosa?
Bukankah kita ingin semua mahluk sejahtera ?
Bukankah kita semua ingin mendapatkan surga didunia dan diakhirat?
Lantas, dalam meniti kehidupan, kita ini harus bagaimana dong?
Masing masing , pasti punya pegangan hidup, punya petunjuk hidup, punya pokok pokok rambu hidup sesuai ajaran agamanya.
Dan, masing masing pernah mendengar petatah petitih para sepuh, para nenek moyang kita bagaimana menjalani hidup, bukan ?
Sekedar berbagi, kebetulan si mamah baru aja menemukan kembali petatah petitih nenek moyang si mamah yang tertuang dalam SAUR SEPUH.
Mau tahu apa isinya ?
Naaaah...ini dia, petunjuk orang tua agar kita bisa menggapai surga dunia akhirat.
Tapi....sorryyyyy banget ya...bahasanya koq ya "rooming"banget....
Ada yang bisa menerjemahkan ??
SAUR SEPUH :
GUNUNG KAIAN
GAWIR AWIAN
CINYUSU RUMATAN
PASIR TALUNAN
LEBAK CAIAN
SAMPALAN KEBONAN
WALUNGAN RAWATAN
LEGOK BALONGAN
DATARAN SAWAHAN
SITU PULASARAEUN
LEMBUR URUSEUN
BASISIR JAGAEUN
Duuuuh...
Kalau semua petunjuk tersebut kita lakukan bersama sama , pasti dunia ini indah mempesona, damai sejahtera, aman tentram makmur sentosa.
Nggak ada lagi banjir, longsor, kekeringan, kelaparan dan bencana bencana alam lainnya yang kini makin kerap terjadi.
Inti petatah petitih tersebut adalah kita harus menjaga, memelihara, merawat alam dan seisinya, sekuat tenaga, semampu mampu kita, sekeras keras ikhtiar dan semaksimal maksimal potensi yang sudah dianugrahkan kepada kita, setiap detik, setiap saat, sepanjang waktu, sampai usia berujung.
Hayu atuh, kita rapatkan barisan, kuatkan genggaman, bersama melangkah menata kembali kehidupan.
Mau ???
Bukankah kita ingin negara kita gemah ripah loh jinawi, subur makmur, tata tentrem kertaraharja, adil makmur sentosa?
Bukankah kita ingin semua mahluk sejahtera ?
Bukankah kita semua ingin mendapatkan surga didunia dan diakhirat?
Lantas, dalam meniti kehidupan, kita ini harus bagaimana dong?
Masing masing , pasti punya pegangan hidup, punya petunjuk hidup, punya pokok pokok rambu hidup sesuai ajaran agamanya.
Dan, masing masing pernah mendengar petatah petitih para sepuh, para nenek moyang kita bagaimana menjalani hidup, bukan ?
Sekedar berbagi, kebetulan si mamah baru aja menemukan kembali petatah petitih nenek moyang si mamah yang tertuang dalam SAUR SEPUH.
Mau tahu apa isinya ?
Naaaah...ini dia, petunjuk orang tua agar kita bisa menggapai surga dunia akhirat.
Tapi....sorryyyyy banget ya...bahasanya koq ya "rooming"banget....
Ada yang bisa menerjemahkan ??
SAUR SEPUH :
GUNUNG KAIAN
GAWIR AWIAN
CINYUSU RUMATAN
PASIR TALUNAN
LEBAK CAIAN
SAMPALAN KEBONAN
WALUNGAN RAWATAN
LEGOK BALONGAN
DATARAN SAWAHAN
SITU PULASARAEUN
LEMBUR URUSEUN
BASISIR JAGAEUN
Duuuuh...
Kalau semua petunjuk tersebut kita lakukan bersama sama , pasti dunia ini indah mempesona, damai sejahtera, aman tentram makmur sentosa.
Nggak ada lagi banjir, longsor, kekeringan, kelaparan dan bencana bencana alam lainnya yang kini makin kerap terjadi.
Inti petatah petitih tersebut adalah kita harus menjaga, memelihara, merawat alam dan seisinya, sekuat tenaga, semampu mampu kita, sekeras keras ikhtiar dan semaksimal maksimal potensi yang sudah dianugrahkan kepada kita, setiap detik, setiap saat, sepanjang waktu, sampai usia berujung.
Hayu atuh, kita rapatkan barisan, kuatkan genggaman, bersama melangkah menata kembali kehidupan.
Mau ???
Subscribe to:
Posts (Atom)